Bola.com, Jakarta - Manchester United dikabarkan tidak akan mengubah keputusan mereka untuk melepas Casemiro pada akhir musim ini.
Gelandang veteran asal Brasil tersebut tengah menunjukkan performa impresif dalam beberapa laga terakhir Premier League.
Sikap tegas ini menegaskan bahwa manajemen Setan Merah memilih untuk fokus pada masa depan, alih-alih terbuai oleh kebangkitan sementara sang pemain senior.
Seperti diumumkan pada Januari lalu, kontrak Casemiro di Old Trafford akan berakhir pada akhir Juni 2026, dan klub tidak berniat memperpanjang masa baktinya. Keputusan ini sempat menuai perdebatan, terlebih setelah Casemiro tampil krusial dalam tiga pertandingan besar Manchester United melawan Manchester City, Arsenal, dan Fulham.
Puncaknya terjadi saat MU menaklukkan Fulham dengan skor dramatis 3-2 pada akhir pekan lalu. Dalam laga tersebut, Casemiro tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menyumbangkan satu assist yang berperan besar dalam kemenangan tim.
Penampilan tersebut memicu seruan dari sebagian fans dan pengamat agar klub mempertimbangkan kembali keputusannya.
Namun, laporan terbaru dari Sky Sports News menyebutkan bahwa Setan Merah sama sekali tidak berniat mengubah keputusan.
Faktor Usia dan Gaji Jadi Pertimbangan Utama
Casemiro akan menginjak usia 34 tahun pada bulan Februari ini, sebuah faktor yang menjadi pertimbangan penting dalam rencana jangka panjang klub. Selain itu, sang gelandang termasuk dalam jajaran pemain dengan gaji tertinggi di skuad United, dengan pendapatan yang disebut mencapai sekitar £300.000 per pekan.
Beban finansial tersebut dinilai tidak sejalan dengan visi baru klub yang ingin membangun tim lebih muda, dinamis, dan berkelanjutan. Manchester United kini tengah berupaya menyeimbangkan kualitas di lapangan dengan struktur gaji yang lebih sehat.
Ketika Casemiro direkrut dari Real Madrid pada Agustus 2022 dengan kontrak berdurasi empat tahun, keputusan itu sempat menuai kritik tajam. Banyak pihak menilai United mengambil risiko besar dengan mendatangkan pemain berusia di atas 30 tahun dengan nilai kontrak tinggi.
Meski demikian, jika melihat kontribusinya secara keseluruhan, transfer Casemiro dapat dikatakan sukses. Selama berseragam Setan Merah, ia telah mencatatkan 22 gol dan 14 assist dari 148 penampilan, sebuah catatan impresif untuk seorang gelandang bertahan. Selain statistik, pengaruhnya di ruang ganti dan pengalamannya di laga-laga besar juga menjadi nilai tambah yang signifikan.
Regenerasi Lini Tengah Mulai Dijalankan
Kepergian Casemiro akan membuka babak baru di lini tengah MU. Klub dikabarkan sudah menyusun daftar kandidat pengganti, dengan beberapa nama muda menjadi target utama pada bursa transfer musim panas mendatang.
Tiga gelandang yang disebut masuk radar United adalah Carlos Baleba (Brighton & Hove Albion), Adam Wharton (Crystal Palace), dan Elliot Anderson (Nottingham Forest). Ketiganya dinilai memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan tim: muda, enerjik, dan memiliki potensi berkembang dalam jangka panjang.
Bahkan, ada kemungkinan MU akan merekrut dua gelandang baru sekaligus, terutama karena Manuel Ugarte disebut-sebut tidak masuk dalam rencana utama klub untuk musim depan.
Situasi semakin kompleks dengan masa depan Bruno Fernandes yang juga belum pasti. Kapten Manchester United itu dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi hengkang pada bursa transfer musim panas, sebuah skenario yang tentu akan berdampak besar terhadap struktur permainan tim.
Warisan Casemiro di Old Trafford
Terlepas dari keputusan klub, Casemiro dipastikan akan meninggalkan jejak kuat di Old Trafford. Ia datang sebagai simbol ambisi United untuk kembali ke papan atas, membawa mental juara yang ditempa dari berbagai gelar bersama Real Madrid.
Meski perjalanan kariernya di Inggris tidak selalu mulus, Casemiro tetap dikenang sebagai sosok pemimpin di lapangan.
Kini, MU memilih melangkah ke fase baru. Keputusan melepas Casemiro mungkin terasa berat secara emosional, tetapi bagi manajemen klub, ini adalah langkah strategis demi membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan.
Musim panas mendatang akan menjadi momen krusial, bukan hanya sebagai akhir perjalanan Casemiro bersama Setan Merah, tetapi juga sebagai awal dari transformasi lini tengah Manchester United.