Bola.com, Jakarta - Chelsea gagal mendatangkan bek muda Nantes, Tylel Tati, pada detik-detik terakhir bursa transfer Januari 2026. Menurut laporan media Prancis, The Blues melakukan pendekatan ambisius tapi harus menerima penolakan dari sang pemain.
Chelsea sebenarnya sudah mempertimbangkan untuk merekrut bek tengah sejak awal jendela transfer. Target awal mereka adalah bek Rennes, Jeremy Jacquet, yang tampil impresif dan disebut salah satu bek muda paling menjanjikan di Prancis.
Pembicaraan antara Chelsea dan Jeremy Jacquet sempat berjalan positif, bahkan sang pemain disebut telah menyepakati persyaratan pribadi.
Namun, rencana itu berubah arah ketika Jacquet justru memilih mengikat masa depannya bersama Liverpool dan akan bergabung dengan skuad Arne Slot pada musim panas mendatang.
Situasi tersebut memaksa Chelsea kembali mengevaluasi opsi mereka. Perhatian klub kemudian tertuju kepada talenta muda Nantes berusia 18 tahun, Tylel Tati, yang tengah mencuri perhatian di Ligue 1.
Menurut L’Equipe, Chelsea, yang berstatus juara Piala Dunia Antarklub, melayangkan pendekatan hanya 48 jam sebelum penutupan bursa transfer, bahkan menguji keteguhan Nantes lewat tawaran “tidak tertulis” senilai sekitar 30 juta euro.
Mengapa Tati Memilih Bertahan di Nantes
Laporan tersebut menyebutkan Tati “ingin meluangkan waktu sebelum menerima atau menolak” tawaran Chelsea, terutama karena klub London itu berencana merekrutnya lalu meminjamkannya ke Strasbourg hingga akhir musim.
Namun, setelah “beberapa jam diskusi” dengan perwakilan Chelsea pada Senin (2/2/2026) pagi waktu setempat, sang pemain muda Prancis ini akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan di Nantes.
Ketika situasi semakin mendesak, Tati tidak ingin meninggalkan klub masa kecilnya di tengah musim. Ia disebut “bertekad menjalani satu musim penuh” demi membantu Nantes bertahan di Ligue 1.
Tati melakoni debut tim utama Nantes saat menghadapi PSG pada Agustus 2025 dan sejauh ini mencatat 20 penampilan di semua kompetisi pada musim pertamanya di level senior.
Laporan terbaru dari Prancis juga menyebutkan Nantes mematok harga lebih dari 50 juta euro untuk sang bek muda.
Penjelasan Pelatih Nantes Soal Perlindungan Pemain Muda
Sebelum Chelsea melakukan pendekatan pada Januari 2026, pelatih kepala Nantes, Ahmed Kantari, sempat menegaskan pentingnya melindungi pemain muda berbakat seperti Tati.
“Idenya bukan untuk memberi pemain muda banyak menit bermain, atau justru menghindarinya sama sekali. Namun, memberi mereka waktu bermain dalam kondisi terbaik,” ujar Kantari kepada wartawan.
“Saya sangat yakin bahwa dengan kualitas yang dia miliki, Tylel Tati bisa mencapai level tertinggi. Namun, kami tidak bisa membebankan tanggung jawab itu kepada seorang pemain berusia 17 tahun.”
“Ada banyak ketegangan mental dan tekanan psikologis saat bermain di banyak laga Ligue 1 dalam waktu singkat, yang menuntut fokus dan energi besar.”
“Kami tidak bisa membebankan itu kepada Tylel. Dia butuh jeda untuk mencerna paruh pertama musim, di mana dia mengalami banyak hal, agar bisa memulai kembali dengan segar di Januari.”
“Saya sangat menikmati bekerja dengannya. Dia selalu memaksimalkan setiap kesempatan. Itu adalah kualitas terpenting dari seorang pemain muda,” lanjutnya.
Keputusan Tylel Tati untuk menolak Chelsea menegaskan komitmennya terhadap perkembangan jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Nantes dalam mempertahankan salah satu aset paling berharga mereka musim ini.
Sumber: Metro