Casemiro Perlihatkan Sinyal Kebangkitan, Sir Jim Ratcliffe Tetap Dianggap Tepat Tidak Memperpanjang Kontraknya di MU

Sejak awal, Casemiro memang tidak pernah menjadi pembelian murah bagi MU. Itulah alasan utama Ratcliffe, melalui grup INEOS, memilih untuk tidak memperpanjang masa baktinya di Old Trafford.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 04 Februari 2026, 08:15 WIB
Para pemain MU merayakan gol Casemiro ke gawang Fulham dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB. (Paul ELLIS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Casemiro dipastikan akan meninggalkan Manchester United (MU) pada akhir musim ini setelah kontraknya berakhir. Meski performanya kembali menanjak di bawah arahan manajer interim Michael Carrick, keputusan klub, yang dipimpin oleh co-owner Sir Jim Ratcliffe, dinilai tetap tepat dan visioner.

Sejak awal, Casemiro memang tidak pernah menjadi pembelian murah bagi MU. Itulah alasan utama Ratcliffe, melalui grup INEOS, memilih untuk tidak memperpanjang masa baktinya di Old Trafford.

Advertisement

Ketika Ratcliffe masuk sebagai pemegang saham, salah satu langkah pertamanya adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad, termasuk kontrak pemain. Satu hal yang paling mencolok adalah gaji Casemiro yang hampir menyentuh 400 ribu pound per pekan.

Ratcliffe tidak meragukan kualitas Casemiro sebagai pemain kelas dunia. Namun, ia mempertanyakan keputusan klub mengeluarkan 70 juta pound plus gaji besar untuk pemain berusia 30 tahun yang sebelumnya sudah memiliki masalah kebugaran di Real Madrid.

Kontrak tersebut bahkan bisa mengikat Casemiro hingga usia 34 tahun, dengan opsi perpanjangan 12 bulan.

Legenda MU, Sir Alex Ferguson, pernah berkata ia tidak akan “menjual virus” ke Real Madrid, tapi kemudian justru kalah langkah saat melepas Cristiano Ronaldo.

Real Madrid kembali berada di posisi unggul pada musim panas 2022 ketika United sepakat merekrut Casemiro.

Sumber-sumber di Madrid menegaskan Real Madrid rela melepas Casemiro bukan tanpa alasan: gajinya terlalu mahal dan ia dianggap telah melewati masa puncaknya. Pada akhirnya, apa yang menjadi beban bagi Real justru jadi tanggungan MU.


Perjalanan Naik Turun Casemiro di Old Trafford

Gelandang Manchester United, Casemiro mengangkat trofi Carabao Cup 2022/2023 selama perayaan juara usai mengalahkan Newcastle United pada laga final di Stadion Wembley di London, Senin dini hari WIB (27/2/2023). Ini merupakan trofi pertama Casemiro bersama Manchester United. (AFP/GLYN KIRK)

Masa Casemiro di MU bisa digambarkan seperti rollercoaster. Ia turut membantu klub memenangkan dua trofi domestik, tetapi juga kerap terekspos dalam skema lini tengah yang membuatnya rentan terhadap serangan balik lawan.

Ratcliffe menyadari Casemiro adalah solusi jangka pendek termahal yang pernah dimiliki MU, sebuah keputusan yang membuatnya geram.

Karena itu, ia memutuskan untuk melepas sang gelandang, bahkan video perpisahannya sudah direkam di dalam Old Trafford. Dan menurut banyak pihak, itu adalah keputusan yang benar.


Bangkit di Era Carrick, tapi Bukan Masa Depan Klub

Manchester United sedang berusaha membangun kembali tim dengan merekrut pemain muda berbakat. Casemiro sepertinya tidak masuk dalam rencana jangka panjang mereka. Pemain Brasil 32 tahun itu kesulitan menunjukkan performa terbaiknya pada musim lalu. Ia kabarnya diminati oleh sejumlah klub Liga Pro Saudi. (Paul ELLIS / AFP)

Dalam beberapa pekan terakhir, performa Casemiro memang tampil luar biasa. Ia menjadi jantung kebangkitan kecil MU di bawah Michael Carrick.

Umpan no-look-nya yang berujung gol Matheus Cunha saat kemenangan kandang atas Fulham akhir pekan lalu menjadi contoh Casemiro versi terbaik, mengingatkan pada sosok yang meraih 18 trofi besar bersama Real Madrid, termasuk lima gelar Liga Champions.

Setidaknya, Casemiro berusaha menutup kariernya di MU dengan gemilang. Itu adalah hal minimum yang bisa ia lakukan, mengingat besarnya gaji yang ia terima.

Kebangkitannya bahkan membuat sebagian fans mempertanyakan keputusan klub untuk melepasnya. Namun, pandangan tersebut dinilai sebagai kurangnya visi jangka panjang.

Performa apik Casemiro juga tak lepas dari kecerdikan Carrick yang menduetkannya dengan Kobbie Mainoo di lini tengah, memberinya ruang dan waktu lebih untuk mengontrol permainan.

Meski begitu, Casemiro bukanlah masa depan MU. Nama-nama seperti Adam Wharton, Carlos Baleba, dan Elliot Anderson dianggap sebagai solusi jangka panjang.

Casemiro hanyalah plester sementara, yang dalam banyak hal tidak benar-benar berhasil. Kini, MU hanya perlu menunggu dan melihat arah baru yang akan mereka tempuh setelah era Casemiro berakhir.

Sumber: Manchester Evening News


Persaingan di Premier League

Berita Terkait