Bola.com, Jakarta - Chelsea memang kalah dengan skor 0-1 dari Arsenal pada leg kedua semifinal Carabao Cup di Emirates Stadium hari Rabu (04/02/2026) dini hari WIB.
Total Chelsea kalah dengan agregat 2-4 tapi laga leg kedua ini mengajarkan ke banyak rival bagaimana mengentikan kekuatan Arsenal dari sisi set-piece.
Satu-satunya gol Arsenal dicetak oleh Kai Havert menit ke-90+7. Namun Manajer Chelsea Liam Rosenior telah sukses mematikan set piece armada Mikel Arteta.
Yang menarik situs BBC memberikan analisis tampaknya Liam Rosenior mendengar apa yang dikatakan eks penjaga gawang Newcastle United yang kini menjadi pundit Shay Given.
Usai Arsenal mengalahkan Leeds 4-0 di ajang Liga Inggris akhir pekan lalu, Given memberikan saran agar lawan-lawan Bukayo Saka dan kawan-kawan mencoba sesuatu yang berbeda untuk mengatasi
Kata-kata Shay Given
"Saya berharap seseorang akan mencoba sesuatu yang berbeda. Jangan meremehkan Arsenal, tetapi saya melihat formasi yang sama setiap pertandingan, pemain Arsenal berkumpul di belakang dan menyebabkan kekacauan. Setiap formasi sama saja," Given memberikan analisis.
"Seseorang dapat mencoba sesuatu yang berbeda untuk menghentikan bentuk serangan yang brilian ini. Apa yang dapat dilakukan tim lain untuk menciptakan lebih banyak ruang? Jika mereka menempatkan tiga pemain di depan, Arsenal harus menempatkan setidaknya tiga, mungkin empat pemain di belakang."
"Kemudian, di kotak penalti, itu memberikan lebih banyak ruang bagi para bek dan kiper. Ya, itu juga memberikan lebih banyak ruang bagi para penyerang, tetapi semua angka itu menyebabkan begitu banyak kebingungan," tambahnya.
Dicontoh Liam Rosenior
Seakan mendengar masukan Shay Given, Liam Rosenior menerapkan strategi menarik untuk mematikan set piece Arsenal.
Di antaranya menjelang dua situasi sepak pojok Arsenal, Chelsea melakukan manuver tak biasa. Tiga pemain mereka justru berlari sprint dari lini pertahanan ke area serang, memaksa Arsenal bereaksi cepat dan menarik beberapa pemain kembali ke wilayah sendiri.
Taktik ini bukan sepenuhnya baru. Monaco dan Crystal Palace sebelumnya juga pernah meninggalkan pemain di depan saat Arsenal mendapat set piece.
Namun, Chelsea melakukannya dengan cara yang lebih ekstrem. Tepat sebelum bola dieksekusi, para pemain Chelsea sudah melakukan pergerakan sehingga memaksa pasukan Mikel Arteta berpikir ulang dalam hitungan detik.
Chelsea Sukses Membuat Arsenal Gagal Cetak Gol Melalui Set Piece
Dominasi Arsenal lewat set-piece memang nyata. Sejak awal musim lalu, mereka telah mencetak 53 gol dari situasi bola mati di semua kompetisi: unggul 13 gol dari tim Premier League mana pun.
Dalam konteks itu, tak heran jika Chelsea setidaknya mencoba memutus pola tersebut. Dan secara teknis, rencana itu berhasil: Arsenal gagal mencetak gol dari set-piece pada laga tersebut, meski anak asuh Mikel Arteta tetap lolos ke final Carabao Cup.