Dapat Sanksi Dilarang Dampingi Timnas Indonesia, Sumardji Kecewa Berat: Tidak Masuk Nalar

Sumardji berpendapat bahwa sanksi yang dijatuhkan FIFA kepadanya sangat tidak rasional.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 04 Februari 2026, 15:45 WIB
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Ketua Badan Timnas Indonesia (BTN) PSSI, Sumardji menerima sanksi berat dari FIFA. Ia dilarang untuk mendampingi Timnas Indonesia dalam 20 pertandingan dan dikenakan denda sebesar 15.000 franc Swiss, yang setara dengan Rp324 juta.

Keputusan tersebut diambil oleh Komite Disiplin (Komdis) FIFA pada tanggal 18 November 2025, di mana Sumardji dinyatakan melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf (l) dari Kode Disiplin FIFA. Ia dianggap melakukan tindakan penyerangan terhadap ofisial yang terlibat dalam pertandingan.

Advertisement

Sumardji pun memberikan respons terkait hukuman dari FIFA. Ia mrasa hukuman dari organisasi sepak bola dunia itu cukup aneh. 

“Ya seperti itu, sanksi Komdis FIFA tidak boleh mendampingi tim di bangku cadangan selama 20 pertandingan. Saya super kecewa karena tidak masuk di nalar dengan peristiwanya,” katanya. 

 

 


Insiden Melawan Irak

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kiri) bersama manajer tim, Sumardji jelang laga Grup F kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menghadapi Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Setelah pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-1 bagi Timnas Indonesia melawan Irak, harapan Skuad Garuda untuk lolos ke Piala Dunia 2026 pun pupus. Pertandingan yang diadakan pada tanggal 11 Oktober 2025 di Arab Saudi ini menjadi momen yang sangat menentukan bagi perjalanan tim nasional.

Komisi Disiplin FIFA kemudian mengeluarkan pernyataan terkait insiden yang terjadi setelah laga tersebut. Menurut FIFA, Sumardji melanggar beberapa pasal krusial. 

"Termohon, Sumardji Sumardji, dinyatakan terbukti melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf (l) Kode Disiplin FIFA (FDC) karena melakukan penyerangan terhadap ofisial pertandingan sehubungan dengan laga Irak melawan Indonesia yang dimainkan pada 11 Oktober 2025 dalam rangka kompetisi pendahuluan Piala Dunia FIFA 2026™," ujar Komdis FIFA. 


Banyak Informasi

Para pemain Timnas Indonesia berpose untuk foto bersama sebelum pertandingan babak keempat Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Irak dan Indonesia di Stadion Alinma Bank, King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12-10-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Ali Issa)

Komisi Disiplin FIFA mengungkapkan tujuh poin penting terkait insiden yang terjadi. Salah satu poin tersebut menyebutkan bahwa Sumardji, manajer tim Indonesia, menerima kartu merah dari wasit asal China, Ma Ning, setelah pertandingan berakhir.

Dalam laporan resmi yang disampaikan, terdapat pernyataan, "Setelah Pertandingan, laporan resmi pertandingan berikut diajukan oleh perangkat pertandingan: Laporan Wasit: Kartu merah untuk manajer tim Indonesia, Sumardji setelah pertandingan berakhir, dengan alasan: perilaku kekerasan," yang ditulis oleh Komdis FIFA.

Selain itu, laporan dari Komisaris Pertandingan juga menyebutkan bahwa setelah pertandingan, dua pemain Indonesia yang mengenakan nomor punggung 19 dan 20, serta seorang ofisial tim, yaitu Manajer Tim, harus meninggalkan lapangan.

"Menurut laporan wasit, Manajer Tim dikeluarkan karena mendorong wasit secara ofensif dari belakang," lanjut laporan tersebut. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak tim Indonesia dalam pertandingan tersebut.


Mundur

Di lapangan, Presiden Prabowo Subianto didampingi Manager Timnas Indonesia Sumardji dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menariknya, Sumardji kini sudah tidak lagi menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia. Pada akhir Desember 2025, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah mengalami kegagalan di SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand.

Sumardji saat itu beralasan ingin lebih fokus sebagai ketua Badan Tim Nasional (BTN). Sebab, banyak agenda yang akan dihadapi Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia mulai 2026. 

Berita Terkait