Bola.com, Jepara - Persijap Jepara kembali mengumumkan rekrutan barunya menjelang penutupan bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Yang terbaru, Laskar Kalinyamat merekrut Lucas Morelatto untuk menambah kekuatan di lini serang.
Ya, Lucas Morelatto menjadi amunisi terbaru yang didatangkan Persijap Jepara untuk tampil kompetitif pada putaran kedua. Pemain berusia 31 tahun ini terakhir kali bermain untuk klub asal Bahrain, Al-Muharraq.
“Wajah baru, ambisi yang sama. Inilah pemain baru kami, Lucas Morelatto da Cruz,” tulis pernyataan resmi Persijap Jepara saat memperkenalkan winger asal Brasil tersebut melalui media sosialnya.
Lucas Morelatto sebetulnya bukan nama baru di kancah sepak bola Indonesia. Sebab, sebelumnya, dia pernah memperkuat Barito Putera pada BRI Super League 2024/2025, lalu berpisah saat Laskar Antasari terdegradasi.
Performa Lucas Morelatto
Keputusan Persijap Jepara untuk merekrut Lucas Morelatto sebetulnya cukup dipertanyakan. Pasalnya, jika melihat catatan situs Transfermarkt, winger berusia 31 tahun ini tak bermain secara reguler di kompetisi domestik.
Tidak ada catatan pertandingan di kompetisi lokal. Morelatto hanya tercatat bermain bersama Al-Muharraq di ajang AFC Champions League Two (ACL2) 2025/2026 dengan menyumbang satu gol dari empat laga.
Namun, dia sebetulnya punya rekor yang cukup menjanjikan saat masih memperkuat Barito Putera. Pada BRI Super League 2024/2025, dia setidaknya mampu mengukir sembilan gol plus tiga assist dari 31 pertandingan.
Ketika itu, dia menjadi salah satu senjata berbahaya di lini serang Laskar Antasari. Dia merupakan tipe pemain multiposisi, atau bisa ditempatkan di sejumlah posisi yang berbeda di area lini serang.
Amunisi Baru Ke-10
Pemain dengan nama lengkap Lucas Morelatto da Cruz ini menjadi rekrutan ke-10 yang didatangkan skuad asuhan Divaldo Alves pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026.
Sebelumnya, Laskar Kalinyamat telah lebih dahulu mendatangkan beberapa amunisi impor seperti Iker Guarrotxena, Borja Herrera, José Luis Espinosa Arroyo alias Tiri, Aly Ndom, hingga Borja Martinez.
Adapun empat amunisi lokal yang diboyong Persijap Jepara untuk menambah kekuatannya pada putaran kedua ialah Buyung Ismu, Ambrizal Umanailo, Muhammad Ardiansyah, serta Akbar Arjunsyah.
Perbaiki Ketajaman
Salah satu pekerjaan rumah yang masih harus dibenahi oleh Divaldo Alves ialah produktivitas gol anak asuhnya. Sebab, Persijap menjadi salah satu tim dengan jumlah gol paling rendah di BRI Super League.
Dari 19 laga, mereka baru bisa menghasilkan 16 gol. Jumlah ini menjadi yang terendah dibandingkan semua kontestan, bahkan jauh lebih buruk dengan Persis Solo yang berada di dasar klasemen dengan 20 gol.