Bola.com, Jakarta - Striker muda naturalisasi Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra bergabung dengan Persija Jakarta. Ia meninggalkan FC Volendam di Eredivisie, dan kini resmi berseragam Persija untuk durasi 2,5 musim ke depan.
Mauro Zijlstra menambah daftar pemain-pemain naturalisasi Indonesia yang meninggalkan Eropa dan memilih hijrah ke BRI Super League. Sebelumnya sudah ada Dewa United menggaet Rafael Struick, kemudian Persija Jakarta merekrut Jordi Amat.
Gebrakan disusul Bali United, dengan mengamankan tanda tangan striker diaspora muda Jens Raven. Juara bertahan Persib Bandung tidak mau kalah, Eliano Reijnders dan Thom Haye.
Kejutan dilakukan Persija pada bursa transfer paruh musim, dengan menggaet Shayne Pattynama. Penggawa Timnas Indonesia itu digaet dari Buriram United. Kini semakin lengkap setelah Mauro Zijlstra menyusul ke Persija.
"Memang begitu banyak pemain-pemain naturalisasi yang kemudian memiliki keinginan untuk bermain di Liga Super kita. Artinya harapannya value sepak bola Indonesia meningkat. Tinggal bagaimana waktu Zijlstra untuk beradaptasi," tutur Supriyono Prima, pengamat sepak bola nasional dalam podcast Liputan6.
Berimbas ke Timnas
Di Persija, Mauro Zijlstra akan melengkapi kemewahan lini depan tim Macan Kemayoran. Saat ini, mereka sudah punya deretan mesin gol seperti Gustavo Almeida, Alaeddine Ajaraie, dan Eksel Runtukahu.
Belum lagi gelandang yang tak kalah produktif di Persija seperti Alano dan Maxwell Souza. Layak dinantikan kiprah seorang Mauro Zijlstra untuk menaklukkan kompetisi Liga Indonesia.
"Karena bagaimanapun Persija kan sudah punya Gustavo Almeida dengan postur yang tinggi, kemudian perpindahan posisinya juga sangat baik. Sebelum cedera dia juga memiliki insting naluri yang tinggi," Supriyono menuturkan.
"Kembali lagi Mauro Zijlstra ini pemain muda yang harus cepat mengenal kultur sepak bola Indonesia. Kemudian juga kalau dia mendapatkan kesempatan menit bermain kan otomatis berdampak yang positif untuk Timnas Indonesia. Apalagi terdekat ada agenda FIFA Series."
"Mudah-mudahan dengan dia mendapatkan menit bermain, coach John Herdman berani untuk melirik dan memanggilnya, karena posisi nomor 9 masih menjadi kendala di Timnas Indonesia," lanjutnya.
Tambah Kedalaman di Lini Depan
Di Persija sudah ada deretan mesin pencetak gol seperti Gustavo Almeida, Alano, Maxwell, hingga striker lokal Eksel Runtukahu. Persija bisa dibilang sangat produktif musim ini, dengan membukukan 36 gol dari 19 laga.
Persija ada di urutan kedua setelah Malut United dalam urusan mencetak gol yang mengemas 38 gol dalam 19 pertandingan.
Maxwell Souza menjadi top scorer Persija saat ini dengan 12 gol, disusul Alano (6 gol), Eksel Runtukahu (4 gol), dan Gustavo Almeida (3 gol).
"Pasti dengan penambahan Mauro Zijlstra ini artinya Persija tidak hanya untuk bisa berkolaborasi dengan Gustavo Almeida saja, tapi ingin menambah bagaimana ketajaman lini depan. Artinya persaingan di dalam klub itu kan memang dibangun dengan banyaknya pemain yang didatangkan," tandas mantan pemain Pelita Jaya di era Ligina tersebut.
Sumber: Kanal Youtube Liputan6