Eden Hazard Berbagi Rahasia: Fans AC Milan Sejak Kecil, Sebut Jose Mourinho Pelatih Terbaiknya

Mantan bintang Belgia, Eden Hazard, mengungkapkan sejumlah cerita menarik soal perjalanan kariernya.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 06 Februari 2026, 05:00 WIB
Eden Hazard - Penyerang asal Belgia ini berstatus sebagai pemain termahal dalam sejarah Real Madrid dengan banderol 115 juta euro. Mantan bintang Chelsea ini menerima upah sebesar 540 ribu euro sekitar Rp 8,7 miliar per minggu. (AFP/Oscar Del Pozo)

Bola.com, Jakarta - Mantan bintang Belgia, Eden Hazard, mengungkapkan sejumlah cerita menarik soal perjalanan kariernya. Rahasia itu termasuk kecintaannya pada AC Milan sejak kecil hingga penilaiannya terhadap pelatih terbaik yang pernah ia miliki.

Dalam wawancara bersama Gazzetta dello Sport saat mempromosikan lini anggur miliknya, Hazard menyebut dirinya memiliki hubungan “spesial” dengan Maurizio Sarri ketika masih membela Chelsea. Namun, ia menegaskan bahwa sosok pelatih terbaik dalam kariernya tetap Jose Mourinho.

Advertisement

Hazard memang tak pernah merumput di Serie A, tetapi ia sempat bekerja dengan beberapa pelatih Italia ternama seperti Sarri, Carlo Ancelotti, dan Antonio Conte di Chelsea. Meski begitu, peluang pindah ke Italia disebutnya tidak pernah benar-benar mendekati kenyataan.

“Sejujurnya tidak. Saya selalu bermimpi bermain di Premier League dan Real Madrid, dan syukurlah itu terwujud,” ujar Hazard, seperti dikutip dari Football Italia, Kamis (5/2/2026). 

 


Fans Milan Sejak Kecil

Pemain yang pernah membela Lille, Chelsea, dan Real Madrid itu juga membocorkan fakta menarik. Ia merupakan penggemar AC Milan sejak kecil. Bahkan, ia sempat mendapat pujian dari Adriano Galliani yang menilai dirinya cocok bermain di era Milan milik Silvio Berlusconi.

Namun, ketertarikan itu tak pernah berlanjut menjadi transfer nyata sepanjang karier profesionalnya.

Hazard juga menceritakan hubungannya dengan Maurizio Sarri di Chelsea. Sang pelatih sempat menyarankan Hazard menjalani gaya hidup seperti Cristiano Ronaldo, tetapi ia memilih tetap menjadi dirinya sendiri.

“Cristiano adalah Cristiano, saya adalah Hazard. Saya hanya ingin menjadi diri sendiri dan bermain sepak bola,” katanya.

Meski begitu, Hazard tetap mengakui kedekatan taktis dengan Sarri serta mengapresiasi metode keras Antonio Conte yang disebutnya luar biasa dalam membentuk tim.

 

 


Alasan Sebut Mourinho Pelatih Terbaiknya

Kabar ini diumumkan tak lama setelah Bruno Lage dipecat. Keputusan itu diambil usai Benfica menelan kekalahan 2-3 dari Qarabag di Liga Champions. (AP Photo/Ana Brigida)

Dari semua pelatih yang pernah menanganinya, Hazard tanpa ragu menunjuk Jose Mourinho sebagai yang terbaik.

“Dia komunikator yang luar biasa. Cara dia berpikir dan menyampaikan ide benar-benar menakjubkan,” tegasnya.

Hazard juga menyinggung perkembangan Serie A saat ini, termasuk keberadaan kompatriotnya Kevin De Bruyne di Napoli. Ia mengaku dulu sering mengikuti liga Italia, terutama saat masih dihuni pemain seperti Dries Mertens dan Radja Nainggolan.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir Inter Milan tetap menunjukkan diri sebagai tim terkuat di Italia, meski Napoli bersama Antonio Conte berpotensi memberi hiburan tersendiri.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait