Bola.com, Jakarta - Michael Carrick mulai menemukan benang merah di balik kebangkitan mendadak Manchester United sejak ia ditunjuk sebagai manajer interim.
Menurutnya, jadwal awal yang langsung menghadapkan Setan Merah dengan laga-laga berat justru berperan besar dalam membentuk momentum positif tim.
Carrick mengambil alih kursi kepelatihan dari caretaker sebelumnya, Darren Fletcher, dan langsung dihadapkan pada tantangan besar.
Dalam waktu singkat, MU harus melakoni derbi melawan Manchester City, lalu berjumpa Arsenal, sebelum menutup rangkaian awalnya dengan kemenangan atas Fulham.
Tiga laga tersebut semuanya berakhir dengan kemenangan dan disambut antusias oleh suporter yang melihat perubahan signifikan setelah berakhirnya era Ruben Amorim.
"Dapat pertandingan melawan City begitu cepat, semuanya saya jalani langkah demi langkah. Saya tidak melihat terlalu jauh ke depan," kata Carrick pada Kamis lalu, mengingat laga derbi itu dimainkan hanya empat hari setelah ia resmi ditunjuk.
Dampak Positif, Bukan Ujian Terberat
Carrick mengakui, sejak awal banyak pihak menilai dua pertandingan pertamanya sebagai ujian terberat dan memprediksi awal yang sulit. Namun, Carrick merasa situasi itu justru membawa dampak positif.
"Orang-orang bilang saat itu dua laga pertama adalah pertandingan besar dan awal yang berat. Dalam beberapa hal, mungkin itu justru membantu membuat seluruh kelompok lebih fokus dan hidup ketika masuk ke dua pertandingan tersebut," ujarnya.
Carrick menegaskan dirinya sengaja tidak memikirkan hal-hal jangka panjang di awal masa tugasnya. Namun, seiring waktu, arah permainan mulai terlihat jelas.
"Saya tidak benar-benar melihat terlalu jauh ke depan, saya tidak bisa membiarkan diri saya melakukan itu. Tapi, seiring berjalannya waktu, kami mendapatkan gambaran tentang seperti apa kami ingin tim ini, terlihat sejak pertama kali masuk. Sejak kami berada di sini, arah itu semakin jelas, ke mana kami ingin melangkah dan bagaimana kami ingin bermain," jelas pelatih berusia 44 tahun tersebut.
Ia pun menambahkan bahwa dirinya dan staf pelatih merasa percaya diri karena sudah melihat banyak perkembangan dalam waktu yang relatif singkat.
Rentetan tiga kemenangan beruntun tersebut juga membuat Carrick langsung menyamai rekor kemenangan terpanjang Amorim selama menangani MU.
Pelatih asal Portugal itu membutuhkan waktu 11 bulan untuk pertama kalinya meraih dua kemenangan beruntun di Premier League, dengan konsistensi yang kerap menjadi masalah utama.
Amankan Zona Liga Champions
Kini, target utama MU adalah mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Untuk itu, mereka harus finis di empat besar klasemen Premier League, meski posisi lima besar juga berpotensi cukup berkat jatah European Performance Spots dari UEFA untuk dua negara setiap musim.
Liga Champions bukan hanya soal prestise, tetapi juga krusial bagi keuangan klub. Sejak 2016, Setan Merah tercatat absen dari kompetisi paling elite Eropa itu dalam lima dari 10 musim terakhir.
Pemasukan dari Liga Europa jauh lebih kecil, sementara absen sama sekali dari kompetisi UEFA tentu menjadi skenario terburuk.
Saat Carrick ditunjuk, MU terpaut tiga poin dari posisi empat besar. Kini, berkat poin maksimal dari tiga laga, mereka naik ke peringkat keempat. Namun, keunggulan itu masih rapuh, Chelsea hanya tertinggal satu poin dan juga sedang mencatatkan tiga kemenangan beruntun.
Liverpool pun membuntuti di posisi keenam dengan selisih satu poin. Di sisi lain, jarak dengan Aston Villa di peringkat ketiga menyusut drastis dari 11 poin menjadi hanya lima.
Tak Lengah
Ketatnya persaingan di papan atas membuat MU tak boleh lengah. Carrick menekankan pentingnya menjaga fokus agar performa apik dalam tiga pekan terakhir tidak sekadar menjadi kilas balik sesaat.
"Para pemain sudah sangat tepat dan sepenuhnya fokus, jujur saja. Kami sadar dengan situasi yang lebih besar, tentang berbagai kemungkinan dan apa yang bisa terjadi," ungkap Carrick.
"Tapi sebagai pemain, fokusnya adalah pada apa yang ada di depan dan berusaha mencapai apa yang bisa diraih saat ini, hingga akhir musim," ujarnya.
Ia memastikan tidak ada kekhawatiran soal komitmen timnya.
"Saya tidak punya masalah, tidak ada kekhawatiran. Para pemain bahkan lebih baik dari yang bisa dibayangkan dalam hal keterlibatan penuh. Kami hanya fokus untuk menjadi lebih baik dan membawa diri kami serta klub ini ke tempat yang kami inginkan. Ini langkah-langkah kecil, tetapi jelas kami sedang menatap akhir musim yang besar," kata mantan gelandang bertahan MU itu.
Sumber: SI