Lamine Yamal Sudah Lewati Rekor Gol Diego Maradona di Barcelona, Kapan Lampaui Lionel Messi?

Negeri Matador Spanyol tak pernah berhenti melahirkan bocah-bocah ajaib super paten. Satu di antaranya yang jadi pusat perhatian sejagat, siapa lagi kalau bukan Lamine Yamal.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 07 Februari 2026, 09:30 WIB
Pemain Argentina, Lionel Messi (kiri), dan pemain Spanyol, Lamine Yamal (kanan). (AFP)

Bola.com, Jakarta - Negeri Matador Spanyol tak pernah berhenti melahirkan bocah-bocah ajaib super paten. Satu di antaranya yang jadi pusat perhatian sejagat, siapa lagi kalau bukan Lamine Yamal.

Masih berusia 18 tahun, Yamal sudah disetarakan dengan superstar dunia lainnya yang usianya jauh lebih tua. Tahun lalu Yamal bahkan finis sebagai runner-up Ballon d'Or 2025.

Advertisement

Tak hanya di klubnya Barcelona, Yamal juga menjelma menjadi protagonis di Timnas Spanyol. Dua tahun silam, ia masuk pejuang tangguh kala La Furia Roja menggondol gelar juara Euro 2024.

Ditahun yang sama, Yamal juga sosok penting di balik kesuksesan Spanyol melaju ke final UEFA Nations League walau akhirnya harus puas finis di posisi runner-up.

Soal jebol gawang lawan, Yamal jagonya. Pundi-pundi golnya terus melambung bahkan telah melampaui gol legenda abadi Argentina yang juga pernah memperkuat Barcelona, Diego Maradona. Bukan main!

 


Bisakah Lampaui Lionel Messi?

Lionel Messi saat masih memperkuat Barcelona. (AFP)

Lamine Yamal mencetak gol ke-39 saat Barcelona menekuk Albacete 2-1 baru-baru ini. Jumlah tersebut sekaligus melewati gol Maradona selama bareng Blaugrana. Total, pemenang Piala Dunia 1986 itu mengepak 38 gol plus 23 assist dalam 58 laga bersama raksasa Catalan.

Meskipun Yamal membutuhkan 135 pertandingan untuk memecahkan rekor Maradona, tapi Yamal tetaplah mengesankan. Soalanya, pemain yang ia salib adalah Maradona. Siapa yang tak kenal Maradona?

Pertanyaannya, mampukah Yamal melampaui gol Lionel Messi, yang juga legenda Argentina dan superstar Barcelona sepanjang masa? Menarik untuk dinanti.

 

 


Wajar Jika Yamal Dibandingkan Messi dan Maradona

Diego Maradona | via: fcbarcelona.com

Yang pasti, Lionel Messi membutuhkan 98 pertandingan untuk melampaui rekor Maradona. Momen bersejarah itu tersaji pada Februari 2008.

Walau Yamal membutuhkan lebih banyak pertandingan, ia mencapai prestasi itu pada usia yang jauh lebih muda daripada Messi. Messi dua tahun lebih tua ketika mencetak gol ke-39 untuk Barcelona.

Perlu digarisbawahi juga, Messi sudah lebih dulu nimbrung ke tim utama dibandingkan Yamal. Lumrah kalau itu jadi salah satu alasan mengapa ia memiliki karier yang lebih panjang di Camp Nou.

Mengingat banyaknya pertandingan yang akan dimainkan Yamal di usia yang masih sangat muda, akan menjadi pencapaian yang luar biasa jika ia masih bermain di level tertinggi di usia akhir tiga puluhan.

Sebagai pemain kidal yang berbakat secara teknis di Barcelona, ​​wajar jika Yamal dibandingkan dengan pemain seperti Messi dan Maradona. Namun, perkembangan pesatnya tidak menjamin bahwa ia akan mencapai level tersebut.

 

 

 


Messi Kagumi Maradona

Potret Lamine Yamal balita sedang dimandikan Lionel Messi. (AP Photo/Joan Monfort)

Lionel Messi sendiri selalu mengagumi Maradona dan menyebut sang El Pibe de Oro sebagai idolanya.

"Bagi kami orang Argentina, Maradona selalu menjadi idola terbesar dan kekaguman terdalam kami. Diego melampaui segalanya," kata Messi dalam sebuah wawancara dengan NBC Nightly News.

Messi, juga rakyat Argentina dan semua penggemar setianya, pastinya akan selalu mengenang Maradona.

"Saya berharap Diego memberikan Piala Dunia kepada saya, atau setidaknya melihat semua ini. Dari atas sana, dia dan banyak orang yang mencintai saya sangat kuat. Dia membuat kami mencintai sepak bola dengan cara yang sama sekali berbeda," imbuh La Pulga.

Yamal boleh-boleh saja melampaui jumlah gol Maradona di Barcelona, ​​hanya saja ia membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk mengejar rekor Messi sebagai pencetak gol terbanyak klub.

Saat ini, Yamal masih membutuhkan 633 gol lagi untuk menyamai rekor Messi di Spanyol, jadi kita dapat berasumsi bahwa rekor tersebut akan tetap aman untuk masa mendatang. Bisakah Yamal?


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait