Di Balik Alasan Liverpool Tunda Kedatangan Jeremy Jacquet: Ada Udang di Balik Batu?

Kedatangan Jeremy Jacquet diharapkan kain mempersolid sekaligus memperkukuh jantung pertahanan Liverpool di musim yang akan datang.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 07 Februari 2026, 10:00 WIB
Bek muda Rennes, Jeremy Jacquet (kanan). (AFP/Lou BENOIST)

Bola.com, Jakarta - Lini belakang Liverpool kini terlihat lebih segar sekaligus sangar. Kedatangan Jeremy Jacquet diharapkan kain mempersolid sekaligus memperkukuh jantung pertahanan Liverpool di musim yang akan datang.

Liverpool berhasil menggaet Jeremy Jacquet dari klub Prancis, Rennes, dengan harga fantastis yang mencapai 72 juta euro atau setara Rp 1,4 triliun.

Advertisement

Hanya saja, palang pintu yang masih berusia 20 tahun tersebut akan memperkuat The Reds pada musim 2026/2027.

Meski menunggu sekian bulan, namun setidaknya manajemen dan pelatih Arne Slot sudah bisa tenang karena sudah mendapatkan pengganti bek veteran Virgil van Dijk.

Terkait Jeremy Jacquet, Liverpool dan Rennes dilaporkan memiliki banyak alasan untuk menyepakati nilai transfer guna menghindari pelanggaran peraturan keuangan. Kesepakatan dicapai dengan mempertimbangkan pengeluaran musim panas lalu.

Musim lalu atau jelang bergulirnya Premier League 2025/2026, Liverpool menjadi tim terboros di jendela transfer. Merseyside Merah setidaknya telah menghabsikan uang sebanyak £450 juta untuk sejumlah pemain baru. Ini merupakan rekor transfer Inggris.

Liverpool melakukan bisnis agresif tersebut dan tetap mematuhi aturan keuntungan dan keberlanjutan Premier League karena minimnya pengeluaran di tahun-tahun sebelumnya.

 


Kas tak terbatas

Bek Prancis Rennes #97, Jeremy Jacquet (C), merayakan kemenangan timnya di akhir pertandingan L1 Prancis antara Paris FC dan Stade Rennais FC di stadion Jean-Bouin di Paris, pada 7 November 2025. (FRANCK FIFE/AFP)

Dengan menunda konfirmasi kesepakatan Jacquet, Liverpool dapat memasukkan biaya transfer sebesar £60 juta ke dalam pembukuan untuk musim 2026/2027, seperti yang dilaporkan L’Équipe.

Seandainya kesepakatan itu terjadi pada Januari 2026, Rennes juga akan mengharapkan setidaknya satu angsuran biaya untuk bek tengah termahal kedua Liverpool sepanjang sejarah. Sekarang pembayaran tersebut dapat ditunda hingga musim depan dan pembukuan baru.

Mengapa Liverpool tak meminjamkannya Jacquet kembali ke Rennes?

Penundaan transfer Jacquet jelas menguntungkan Rennes karena dapat mempertahankan bek terbaik mereka selama enam bulan lagi.

“Kami menegosiasikan transfer, mendapatkan jumlah yang diinginkan klub, kami menghormati keinginan pemain, dan kami memilikinya hingga akhir musim,” ujar manajer Habib Beye.

“Itulah realita pasar. Kami tidak memiliki kemampuan untuk bersaing.”

Seandainya Liverpool menyelesaikan transfer Jacquet pada Januari 2026 dan meminjamkannya kembali ke Rennes, ketersediaannya untuk sisa musim akan disertai dengan beberapa syarat. Setiap pemain pinjaman Liverpool pada dasarnya terikat dengan klub induknya.

Klub Premier League biasanya meminta data besar tentang informasi fisik dan medis, yang berpotensi mengalihkan fokus pemain ke tujuan berikutnya daripada ke klub tempatnya berada saat ini.

Dalam jangka pendek, perekrutan Jacquet kemungkinan akan mencegahnya bermain untuk Rennes dalam pertandingan Piala Prancis melawan Marseille pada Selasa. Pemain berusia 20 tahun itu berhak untuk bermain dan bermain penuh selama 90 menit.

 


Sepadan dengan Penantian?

Jeremy Jacquet saat memperkuat tim muda Prancis. Bek muda ini baru saja direkrut Liverpool. (X/Liverpool)

“Seorang bek yang cukup tenang saat menguasai bola,” kata Jacquet tentang dirinya sebagai pemain, yang memang diharapkan dari seorang pemain muda yang tumbuh sebagai gelandang yang mengidolakan Paul Pogba, seperti dikutip dari Sport Illustrated

“Saya mungkin terkadang terlihat sedikit acuh tak acuh, saya sudah pernah diberi tahu demikian, tetapi saya sangat fokus dan saya mencoba menganalisis situasi dengan baik."

“Dan kemudian bagian besar dari permainan saya adalah mengoper bola dengan baik, menemukan umpan kecil yang tepat dan menembus lini pertahanan lawan," imbuh Jacquet. 

Jacquet telah menarik perhatian di Ligue 1 dengan penetrasinya yang santai, selalu memainkan peran dalam membangun serangan umpan panjang Rennes yang paling mengancam.

Namun, ia masih berada di awal kariernya dan jumlah uang yang terlibat, menjadikannya bek termahal kedelapan sepanjang masa, telah menuai cemoohan dari beberapa pihak.

Juara Piala Dunia Christophe Duggary mengecam kesepakatan itu sebagai "konyol," menyebut Liverpool sebagai "orang bodoh" karena mengeluarkan begitu banyak uang untuk pemain berbakat yang masih jauh dari memiliki rekam jejak yang terbukti.

Sumber: Sport Illustrated

 

Berita Terkait