Hadapi Tottenham, Michael Carrick Bersiap Masuk Daftar Elite Manajer MU

Michael Carrick bidik rekor langka Manchester United saat menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Februari 2026, 11:45 WIB
Selebrasi Michael Carrick usai membawa Manchester United meraih kemanangan dramatis atas Fulham 3-2 di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick berpeluang masuk daftar eksklusif manajer Manchester United saat Setan Merah menghadapi Tottenham Hotspur, Sabtu malam nanti.

Jika mampu membawa Setan Merah meraih kemenangan, Carrick akan menjadi manajer ketiga dalam sejarah klub yang memenangkan empat laga kompetitif pertamanya.

Advertisement

Sejak ditunjuk sebagai manajer interim, Carrick langsung mencuri perhatian lewat awal karier yang mengesankan di pinggir lapangan.

Manchester City, Arsenal, dan Fulham telah menjadi korban dalam beberapa pekan terakhir, sebuah catatan yang mengingatkan publik Old Trafford pada awal kepemimpinan manajer sementara legendaris lainnya.

Pada akhir 2018, Ole Gunnar Solskjær pernah mencatatkan start serupa saat menjalani peran caretaker.

Ketika itu, Solskjær menyamai rekor Sir Matt Busby sebagai satu-satunya manajer MU yang mampu memenangi empat pertandingan kompetitif pertamanya.


Jalan Carrick Menuju Kursi Permanen

Wasit keempat Darren England menunjukkan tambahan waktu pertandingan saat laga Liga Inggris antara Manchester United melawan Fulham di Manchester, Inggris, Minggu (1/2/2026). (AP Photo/Dave Thompson)

Ketika MU kembali menggandeng Carrick bulan lalu, arah kebijakan klub sebenarnya sudah jelas. Carrick ditugaskan memimpin tim hingga akhir musim, sembari manajemen melakukan pencarian menyeluruh untuk manajer permanen.

Kesepakatan itu dipahami dan diterima oleh semua pihak.

Namun, sulit menampik adanya perasaan tersirat bahwa lima bulan ke depan bisa menjadi ajang pembuktian bagi Carrick. Rekam jejaknya sebagai pelatih di level Championship pada dasarnya belum memenuhi standar pengalaman yang lazim dimiliki seorang manajer permanen Setan Merah.

Meski begitu, dalam konteks paling mendasar, yakni memenangkan pertandingan, Carrick sejauh ini berhasil menjaga namanya tetap diperhitungkan.

Dalam tiga laga awalnya bersama MU, Carrick mengantar timnya menundukkan Manchester City 2-0 di kandang, mengalahkan Arsenal 3-2 di laga tandang, lalu meraih kemenangan tipis 3-2 atas Fulham di Old Trafford.

Rangkaian hasil itu membuat MU tinggal selangkah lagi mencatatkan empat kemenangan beruntun di bawah asuhan Carrick.


Contoh Sejarah

Setelah resmi memecat Solskjaer, Setan Merah langsung menunjuk mantan gelandang MU sekaligus asisten pelatih Solskjaer, Michael Carrick, sebagai pelatih sementara. (AFP/Peter Powell)

Kemenangan atas Man City dan Arsenal menjadi pernyataan kuat dari MU, sebelum kemenangan rumit atas Fulham melengkapi tiga laga beruntun tanpa kekalahan.

Secara realistis, rentetan hasil semacam ini memang bukan satu-satunya tolok ukur. MU tentu lebih menaruh perhatian pada kualitas permainan dan kemampuan pelatih memaksimalkan potensi pemain.

Namun, tak bisa disangkal, start panas seperti ini akan memperkuat posisi Carrick dalam persaingan menuju kursi manajer tetap.

Sejarah di klub ini pun sudah memberi contoh.


Jejak Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer bersama maskot Manchester United. (AFP/Andrew Yates)

Situasi Carrick saat ini memiliki banyak kemiripan dengan apa yang dialami Solskjaer pada 2018. Kala itu, Solskjær datang sebagai solusi sementara hingga akhir musim, dengan ekspektasi yang relatif rendah.

Pengalamannya terbatas pada liga utama Norwegia, satu musim degradasi di Premier League, serta pemecatan dini di kasta kedua Inggris.

Namun, Solskjaer perlahan mematahkan keraguan. Ia tidak hanya memenangkan empat laga pertamanya, tetapi juga menyamai rekor Busby dengan lima kemenangan beruntun, bahkan melampaui legenda klub tersebut dengan delapan kemenangan berturut-turut di semua kompetisi.

Rangkaian kemenangan Solskjaer mencakup hasil besar atas Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, Reading, Tottenham Hotspur, Brighton, dan Arsenal.

Catatan sempurna itu akhirnya terhenti saat MU ditahan imbang Burnley 2-2, sebelum kembali ke jalur kemenangan melawan Leicester City dan Fulham.

Euforia awal tersebut menjadi satu di antara pertimbangan penting ketika MU memutuskan mengangkat Solskjaer sebagai manajer permanen.

Namun, momen penentunya datang di Liga Champions, ketika MU secara dramatis menyingkirkan Paris Saint-Germain di babak 16 besar.

Kemenangan comeback itu begitu meyakinkan hingga klub tak lagi bisa menolak memberinya jabatan tetap, meski dua kekalahan menyusul setelahnya.


Ujian Besar yang Menanti

Bersama MU, sejumlah gelar berhasil ia raih, di antaranya lima gelar Liga Inggris, juara Liga Champions, juara Piala FA, dua kali juara Piala Liga Inggris, Liga Europa, dan Piala Dunia Antarklub. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih Middlesbrough memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola putaran ketiga Piala FA Inggris antara Middlesbrough dan Brighton and Hove Albion di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 7 Januari 2023. (Nigel Roddis/AFP)

Carrick kini mencari "momen PSG"-nya sendiri. Namun, dengan MU sudah tersingkir dari seluruh kompetisi lain, laga-laga berprofil tinggi menjadi makin terbatas.

Ia juga terbilang kurang beruntung karena kemenangan besarnya atas Man City dan Arsenal datang terlalu dini, pada fase ketika keputusan soal manajer permanen belum mungkin diambil.

Pertemuan melawan Tottenham akhir pekan ini menjadi satu dari tiga laga tersisa MU melawan sesama anggota 'Big Six'.

Spurs saat ini terpuruk di posisi ke-14 klasemen, meski masih menyandang status tersebut.

Setelah laga ini, Chelsea dijadwalkan bertandang ke Old Trafford pada pertengahan April, sebelum Carrick membawa timnya ke Anfield untuk menghadapi Liverpool, dua pekan berselang.

Tanpa mengecilkan lawan-lawan Setan Merah lainnya, hanya pertandingan-pertandingan inilah yang diperkirakan akan mendapat sorotan terbesar dalam beberapa bulan ke depan.

Itulah sebabnya, laga-laga tersebut akan menjadi krusial bagi Carrick dalam upayanya mengamankan tempat jangka panjang di kursi manajer MU.

 

Sumber: SI

Berita Terkait