Persija Berpeluang Juara BRI Super League 2025/2026, Bung Ferry Komentari Mauricio Souza dan Pemain Anyar Macan Kemayoran

Pendiri sekaligus eks ketua The Jakmania, Ferry Indrasjarief, angkat bicara perihal pelatih dan jajaran pemain baru di Persija.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 08 Februari 2026, 07:45 WIB
Pemain Persija Jakarta merayakan gol yang dicetak oleh Aditya Warman (tengah) ke gawang Persijap dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (03/01/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Mauricio Souza sejauh ini sukses menjadikan Persija Jakarta sebagai satu di antara kandidat juara BRI Super League 2025/2026.

Di bawah arahan juru taktik tim berpaspor Brasil itu, Macan Kemayoran hingga pertandingan ke-19 masih bercokol di posisi ketiga klasemen sementara dengan genggaman 41 poin atau hanya berjarak enam angka dari Persib Bandung di posisi teratas. 

Advertisement

Tak sedikit yang memuji taktik, strategi, serta filosofi yang diterapkan Mauricio Souza kepada Rizky Ridho dkk. Hal itu diamini juga oleh pendiri dan eks Ketua Jakmania, Ferry Indrasjarief, lewat kanal YouTube "Bicara Bola", belum lama ini. 

Menurut Ferry Indrasjarief, Persija kini lebih memilih bermain dari kaki ke kaki. Kerja sama tim juga makin bagus. 

"Lebih banyak main dari kaki ke kaki begitu cepat. Kerja sama timnya bagus. Tak...tek..tak..tek gitu, lebih enak. Kalau orang bilang tiki taka, saya pikir ini bukan ya. Masih jauhlah dari tiki taka. Tapi, enak ngelihat permainannya," kata Ferry Indrasjarief


Komentar Lini Tengah

Pelatih Persija, Mauricio Souza, memimpin sesi latihan Persija Jakarta di Nirwana Park, Sawangan, Depok. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bung Ferry, demikian Ferry Indrasjarief biasa disapa, menambahkan bahwa kehadiran dua sosok di lini tengah sangat berperan dalam performa Tim Ibu Kota secara keseluruhan.

Van Basty Sousa e Silva dan Fabio Calonego membuat permainan terlihat lebih menarik. 

"Terutama, Persija punya dua jangkar, Van Basty dan Fabio. Dua jangkar ini kalau salah satu enggak bermain, pasti berbeda permainan Persija. Kalau mereka berdua bermain, benar-benar enak ngelihatnya," ulasnya. 

Terkait sederet amunisi anyar yang direkrut di paruh kedua musim, Ferry Indrasjarief melihatnya sebagai langkah tepat sesuai kebutuhan tim dalam persaingan perburuan gelar yang kian ketat di papan atas. 

"So far saya puas. Pertama, kami punya striker Eksel Runtukahu. Masih muda, masih punya prospek jauh. Kami punya Gustavo Almeida yang banyak cedera. Jago, bagus, produktif, tapi banyak cedera," tuturnya. 


Komentari Striker dan Bek

Sejumlah pemain Persija Jakarta melakukan latihan resmi menjelang laga BRI Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (02/01/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Lebih lanjut, Ferry Indrasjarief mengomentari pemain depan dan bek.

"Sekarang masuk striker baru, top scorer Liga India. Namanya Alaeddine Ajaraie. Alaeddine ini saya lihat bagus. Kaki kanannya bagus, kaki kirinya bagus. Ya, mungkin ini jawabannya untuk posisi depan," ujar Ferry Indrasjarief. 

"Kemudian bek kanan. Kemarin ini kan Bruno Tubarao ketika melawan Persib emosi kena kartu merah. Jadi, akhirnya didatangkan satu lagi, Fajar Fathurrahman dari Borneo. Dia habis kontrak, terus kami ambil."

"Nah, Fajar ini jelas alternatif yang bagus. Itu sebabnya karena numpuk tiga, mungkin Rio Fahmi dipinjamkan dulu ke Arema supaya dia berkembang lagi di sana. Bukan berarti Rio Fahmi lebih jelek ya, tapi karena memang inu sesuai keperluan strategi pelatih," jelas Ferry Indrasjarief.


Cek Persaingan Terkini

Berita Terkait