Pernah Sindir Donald Trump soal Rasisme, Surat Lama Liam Rosenior Kembali Viral

Lima tahun berlalu, surat Liam Rosenior "berterima kasih" kepada Presiden AS, Donald Trump, atas "rasisme" muncul kembali.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Februari 2026, 21:00 WIB
Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan West Ham United di Stamford Bridge, London, Minggu (1-2-2026) dini hari WIB. Chelsea memenangkan pertandingan dengan skor 3-2. (Adrian DENNIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Lima tahun setelah pertama kali dipublikasikan, surat terbuka Liam Rosenior kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada periode pertama masa jabatannya (2017-2021), kembali mencuat ke permukaan.

Momen ini muncul di tengah kabar yang mengaitkan Rosenior dengan kursi manajer Chelsea, usai klub London tersebut berpisah dengan Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru 2026.

Advertisement

Nama Rosenior masuk daftar kandidat kuat pengganti Maresca. Jurnalis senior GIVEMESPORT, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa pelatih asal Inggris itu dinilai sangat tinggi secara internal dan termasuk sosok yang dipertimbangkan serius oleh manajemen Chelsea.

Saat itu, Rosenior sedang menangani Strasbourg, klub Prancis yang berada dalam satu grup kepemilikan dengan Chelsea.

Tak lama berselang, Rosenior resmi ditunjuk sebagai pelatih Chelsea. Awal kiprahnya di Stamford Bridge terbilang cukup menjanjikan.

Dari sembilan laga pertamanya, ia mencatat tujuh kemenangan dan hanya menelan dua kekalahan, yang semuanya terjadi saat menghadapi Arsenal di dua leg semifinal Carabao Cup.

Kendati sebagian pihak menilai Rosenior berpotensi menjadi sosok yang sekadar mengikuti arahan pemilik klub, isi surat lamanya kepada Trump menunjukkan karakter berbeda: ia bukan tipe yang ragu menyuarakan pandangan pribadi.


Surat Pedas untuk Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pernyataan di klub Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida, pada Sabtu (3/1/2026). (Dok. AP/Alex Brandon)

Rosenior menulis surat terbuka tersebut pada Juni 2020, di tengah gelombang kerusuhan dan demonstrasi besar di Amerika Serikat.

Tulisannya dimuat di The Guardian dengan nada sarkastik, seolah "berterima kasih" kepada Trump karena secara tidak langsung membuka mata dunia soal rasisme yang mengakar.

"Terima kasih karena telah menyorotkan cahaya kepada orang-orang di seluruh dunia yang selama ini, dengan sedihnya, tidak menyadari kondisi negara Anda dan situasi yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Terima kasih karena telah membuka kedok orang-orang rasis, penuh kebencian, fanatik, dan brutal yang bukan hanya memilih Anda, tetapi juga memegang kunci budaya dari sebuah masyarakat dan sistem yang tidak adil, korup, dan pada dasarnya sarat prasangka sejak kelahiran Amerika Serikat, yang dibangun di atas genosida penduduk asli serta perbudakan dan pemenjaraan jutaan orang kulit hitam," tulis Rosenior.

Ia melanjutkan dengan kalimat yang tak kalah tajam.

"Anda benar-benar mencerminkan pandangan dan ideologi sekelompok orang yang harus dan akan kami kalahkan. Untuk itu, Tuan Presiden, saya mengucapkan terima kasih dengan tulus."

Saat menulis surat tersebut, Rosenior masih berusia 41 tahun dan menjabat sebagai manajer Derby County. Di tahun yang sama, ia juga bergabung dengan Inclusion Advisory Board milik FA.

Keputusan itu, menurutnya, diambil demi terus "menantang prasangka dan membuka lebih banyak peluang" dalam dunia sepak bola.


Ambisi Melatih di Premier League

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, memasuki lapangan sebelum dimulainya laga fase liga Liga Champions antara Napoli vs Chelsea di Naples, Italia, Rabu, 28 Januari 2026. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Rosenior mengakhiri karier bermainnya pada 2018, di usia 34 tahun, ketika masih membela Brighton & Hove Albion. Sepanjang kariernya sebagai pemain, ia juga sempat memperkuat Fulham, Reading, dan Ipswich Town.

Ambisinya sebagai pelatih terus berkembang. Setelah dipecat Hull City pada akhir musim lalu, usai gagal membawa tim lolos ke play-off Championship, Rosenior membuat kejutan dengan menerima tawaran melatih Strasbourg pada Juli.

Pemecatan itu tergolong mengejutkan, mengingat ia berhasil membawa Hull bersaing dalam perebutan promosi.

Dalam sebuah tulisan untuk Coaches' Voice pada Juli 2024, Rosenior secara terbuka mengungkapkan target besarnya.

"Ambisi saya sekarang adalah melatih di Premier League, dan saya merasa siap. Terutama karena pertandingan-pertandingan terbaik saya sebagai pelatih selalu berkaitan dengan sepak bola berbasis penguasaan bola. Mungkin itu bukan langkah saya berikutnya, tetapi langkah selanjutnya harus memberi saya, staf saya, dan klub peluang terbaik untuk menjadi tim Premier League musim depan," tulisnya.

Kini, dengan sorotan tertuju pada kiprahnya di Chelsea, surat lama Rosenior tersebut kembali menjadi pengingat bahwa di balik sosok pelatih muda yang sedang naik daun, ada figur yang tak segan bersuara lantang soal isu sosial, bahkan jika itu berarti menantang seorang presiden Amerika Serikat.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait