Kobbie Mainoo, Simbol Kebangkitan MU Era Michael Carrick

Kobbie Mainoo mewujudkan kebangkitan Manchester United di bawah Michael Carrick dalam kemenangan versus Tottenham Hotspur.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Februari 2026, 20:00 WIB
Conor Gallagher dari Tottenham memegang Kobbie Mainoo dari Manchester United selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Tottenham di Manchester, Inggris, Sabtu, 7 Februari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Dalam skenario yang berbeda, Kobbie Mainoo mungkin saat ini mengenakan seragam klub lain, bukan Manchester United.

Napoli sempat dua kali menunjukkan minat kepada gelandang muda tersebut, terutama ketika Mainoo mengalami masa sulit sepanjang kepemimpinan Ruben Amorim.

Advertisement

Namun, kenyataannya, mimpi buruk itu berakhir bukan di Italia bersama Antonio Conte, melainkan di Old Trafford di bawah arahan Michael Carrick.

Mainoo kembali dipercaya, kembali mengenakan seragam merah, dan MU kini mencatatkan empat kemenangan beruntun di Premier League.

Kemenangan terbaru datang pada Sabtu malam saat MU menyudahi perlawanan Tottenham Hotspur 2-0 di Old Trafford. Kartu merah Cristian Romero di babak pertama memang menjadi faktor penting, tetapi performa tenang dan penuh kendali Mainoo di lini tengah juga berperan besar dalam hasil tersebut.

Lonjakan hasil positif MU memancing pertanyaan soal apa yang berubah. Dua hal paling mencolok adalah perubahan skema dari tiga bek menjadi empat bek, serta keputusan Carrick untuk mengembalikan Mainoo ke dalam tim utama setelah sebelumnya tersingkir. 


Pujian untuk Mainoo

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo (depan kiri), mengontrol bola selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Fulham di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 1 Februari 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Ada alasan untuk bersimpati kepada Amorim, tetapi sulit dipahami bagaimana pelatih asal Portugal itu bisa sampai pada kesimpulan bahwa MU tampil lebih baik tanpa Mainoo.

Faktanya, gelandang berusia 20 tahun itu kini sudah mencatatkan menit bermain Premier League lebih banyak bersama Carrick musim ini dibandingkan saat masih ditangani Amorim.

"Tidak ada keraguan tentang kemampuan Kobbie dan apa yang bisa ia berikan," kata Carrick usai pertandingan.

"Dia masih sangat muda dan masih belajar tentang permainan. Dia pernah berada di puncak, lalu sempat tidak bermain. Kadang orang lupa bahwa usianya masih sangat muda," imbuhnya.

Setelah lama duduk di bangku cadangan, Mainoo memang masih dalam proses mengembalikan ritme pertandingan. Meski mungkin sempat kehilangan sentuhan kompetitif, hal itu hampir tak terlihat di lapangan. Ia tetap mampu mengendalikan bola sesuai keinginannya.


Kecerdikan Taktik

Penyerang Manchester United (MU), Bryan Mbeumo, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (7/2/2026). (AP Photo/Jon Super)

Perhatikan saja gol pertama MU. Carrick secara khusus mengapresiasi pelatih tim utama, Jonny Evans, atas ide skema sepak pojok pendek yang berbuah gol pada menit ke-38.

Namun, kecerdikan taktik itu hanya bisa berjalan karena timing pergerakan Mainoo dari tiang dekat ke arah bendera sudut begitu presisi, diikuti umpan tanpa melihat melewati bahu yang tepat sasaran kepada Bryan Mbeumo.

Sentuhan seperti itu kerap dilakukan Mainoo sepanjang 90 menit, meski sebagian besar luput dari sorotan. Kali ini, aksinya berujung gol krusial, kurang dari 10 menit setelah Romero diusir wasit.

"Gol pertama sangat penting untuk membawa kami unggul," ujar Carrick.

Di babak kedua, sentuhan halus lainnya dari Mainoo membuka ruang bagi Diogo Dalot untuk mengirim umpan silang yang diselesaikan Bruno Fernandes menjadi gol kedua. Skor 2-0 sekaligus menutup peluang Tottenham untuk bangkit dan memastikan Setan Merah tetap berada di zona empat besar.


Jalan ke Timnas Inggris

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo, berduel dengan bek Manchester City asal Inggris bernomor punggung 82, Rico Lewis, selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Darren Staples/AFP)

Sebelumnya, Mainoo juga menyumbang assist saat MU menang dramatis 3-2 di markas Arsenal. Performa apiknya belakangan ini memunculkan peluang bagi dirinya untuk kembali masuk radar Timnas Inggris jelang Piala Dunia 2026.

Jika konsistensi ini berlanjut hingga jeda internasional Maret, akan sulit bagi pelatih Inggris, Thomas Tuchel, untuk mengabaikannya. Apalagi, kurang dari dua tahun lalu, Mainoo, yang saat itu masih remaja, menjadi starter di final Kejuaraan Eropa.

"Masih banyak yang akan datang darinya," kata Carrick.

"Itulah tahap kariernya sekarang. Belajar tentang permainan, bermain di samping Casemiro dan menyerap banyak hal darinya, bahkan hal-hal yang mungkin belum ia sadari. Itu semua bagian dari proses berkembang," tutur pelatih berusia 44 tahun itu.


Situasi Frank

Casemiro dari Manchester United gagal mencetak gol saat pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Tottenham di Manchester, Inggris, Sabtu, 7 Februari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Perubahan cepat juga terjadi di kubu Tottenham. Situasi Thomas Frank kini jauh berbeda dibanding beberapa waktu lalu, ketika namanya ramai diburu klub-klub besar, termasuk MU. Kini, posisinya di Spurs justru mulai dipertanyakan.

Dari kontroversi foto minum dari cangkir Arsenal hingga harus membela Romero, kapten tim, akibat unggahan media sosial yang keliru, masalah seolah datang bertubi-tubi bagi Frank.

Di laga ini, Romero dikartu merah pada menit ke-29 setelah tekel keras dan tak perlu terhadap Casemiro. Ironisnya, Mbeumo, pemain yang pernah diasuh Frank di Brentford dan coba direkrut ke Spurs, justru mencetak gol pembuka Setan Merah.

Momen itu membuat Frank berdiri di tengah hujan Manchester, sementara suporter tuan rumah melantunkan nyanyian, "You're getting sacked in the morning".

"Tidak ada pilihan lain selain terus melangkah," kata Frank seusai pertandingan.

"Kami akan melakukannya. Dalam hidup dan sepak bola selalu ada masa sulit, tetapi kami harus menghadapinya. Tidak ada jalan lain," lanjutnya.


Perubahan Cepat

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, berjalan keluar lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Tottenham di Manchester, Inggris, Sabtu, 7 Februari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Saat Frank berjuang mengangkat Tottenham yang kini tanpa kemenangan dalam tujuh laga liga beruntun, Carrick justru tengah berada di puncak kepercayaan diri.

Spurs sempat menjadi momok di era Amorim, dengan tiga kekalahan dan satu hasil imbang, termasuk kekalahan menyakitkan di final Liga Europa pada Mei lalu. Namun, di tangan Carrick, Tottenham langsung tersingkir tanpa perlawanan berarti.

Kini, MU mencatat delapan laga tak terkalahkan untuk pertama kalinya sejak Februari 2022. Pertanyaan lama soal kapan MU mampu menang beruntun di liga sudah terjawab.

Para suporter yang meninggalkan Old Trafford mulai membicarakan peluang tampil di Liga Champions musim depan. Bahkan, sebagian yang lebih optimistis mulai melirik kemungkinan mengejar Arsenal dan Manchester City di papan atas.

Sepak bola memang bisa berubah dengan cepat. Michael Carrick, Thomas Frank, dan Kobbie Mainoo kini menjadi bukti nyatanya.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait