BRI Super League: PSBS Kalah dari PSM, Kahudi Wahyu Widodo Sebut Anak Asuhnya Terlalu Banyak Berpikir

PSBS Biak menelan pil pahit ketika dikalahkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-2 pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 08 Februari 2026, 22:15 WIB
PSBS Biak menelan kekalahan 1-2 dari PSM Makassar pada laga pekan ke-20 BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu, (8/2/2026) sore WIB. (dok. PSBS Biak)

Bola.com, Sleman - PSBS Biak menelan pil pahit ketika dikalahkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-2 pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (8/2/2026) sore WIB.

Gol PSBS dicetak lewat aksi Ruyery Blanco pada menit ke-80. Sedangkan PSM unggul melalui Rizky Eka Pratama di menit ke-43 dan Gledson Paixao Da Silva (54')

Advertisement

Caretaker pelatih PSBS, Kahudi Wahyu Widodo, menilai permainan timnya tidak berjalan sesuai rencana pada babak pertama. Menurutnya, pemain terlihat kurang lepas karena terlalu banyak berpikir di lapangan.

"Hasil ini tentu tidak kami inginkan dan sangat mengecewakan bagi kami, yang seharusnya bisa mengambil poin penuh," ujar Kahudi Wahyu Widodo selepas laga.

"Secara taktikal pada babak pertama saya melihat game plan kami tidak berjalan. Ada beberapa kesalahan yang menurut saya terjadi karena anak-anak overthinking. Mereka kelihatan lemas dan tidak bugar di babak pertama," ulasnya.

 


Mencoba Strategi Berbeda

Caretaker pelatih PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo (kanan), dalam konfrensi pers setelah timnya menelan kekalahan 1-2 dari PSM Makassar pada laga pekan ke-20 BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu, (8/2/2026) sore WIB. (Bola.com/Ana Dewi)

Memasuki paruh kedua, Kahudi mencoba mengubah pendekatan permainan. Tim berjulukan Badai Pasifik itu tak lagi menerapkan high press dan memilih menunggu lawan di area tengah untuk memaksimalkan serangan balik.

"Pada awal babak kedua, saya mencoba strategi baru dengan tidak melakukan high press dan menunggu lawan di tengah. Hasilnya lumayan, kami beberapa kali melakukan penetrasi dan counter-attack, tetapi belum menghasilkan gol," katanya.

"Pada akhir pertandingan, saya mengubah sistem dari tiga bek menjadi empat bek dan banyak melakukan early cross. Sebetulnya efektif dan banyak peluang, tapi penyelesaian akhirnya kurang baik."

"Saya pikir kami juga kurang beruntung hari ini. Saya apresiasi perjuangan anak-anak dan berharap mereka segera melupakan hasil ini untuk berlatih lebih keras lagi," sambung pelatih berusia 47 tahun tersebut.

 


Terasa Menyakitkan

PSBS Biak menelan kekalahan 1-2 dari PSM Makassar pada laga pekan ke-20 BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu, (8/2/2026) sore WIB. (dok. PSBS Biak)

Sementara itu, gelandang PSBS, Yano Putra, mengakui kekalahan atas PSM terasa menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri. Ia menyebut timnya banyak melakukan kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.

"Pertandingan hari ini sangat merugikan bagi kami karena ini pertandingan kandang dan kami butuh tiga poin. Tapi inilah sepak bola, ada kalah, menang, dan seri. Intinya, hari ini kami kalah karena kesalahan sendiri," ucap Yano.

"Kami tidak bisa memanfaatkan situasi di lapangan. Di babak pertama ada peluang tapi kami kebobolan. Di awal babak kedua kebobolan lagi, baru setelah itu intensitas kami naik dan bisa cetak satu gol. Kami belajar dari hari ini supaya ke depan lebih baik lagi," harapnya.

Hasil minor ini membuat Badai Pasifik tidak beranjak dari papan bawah klasemen sementara BRI Super League. Saat ini, PSBS tertahan di peringkat ke-15 dengan perolehan 17 poin.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait