Pelatih Persija Buka-bukaan soal Keributan Setelah Kalah dari Arema FC, Tersinggung dengan Gabi dan Marcos Santos

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, buka-bukaan tentang keributan yang terjadi setelah timnya kalah dari Arema FC di BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 09 Februari 2026, 00:03 WIB
Kemelut di gawang Arema FC saat melawan Persija Jakarta bertanding pada BRI Super League pekan ke-20 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (8/2/2026) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, buka-bukaan tentang keributan yang terjadi setelah timnya kalah dari Arema FC di BRI Super League 2025/2026.

Bertindak sebagai tuan rumah, Persija dihajar Arema FC dua gol tanpa balas pada laga pekan ke-20 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2026) malam WIB.

Advertisement

Dua gol Arema FC yang bersarang ke gawang Persija berasal dari Gabriel Silva pada menit ke-82 dan menit ke-90+11.

Sesaat setelah wasit Thoriq Alkatiri meniup peluit berbunyi panjang, Souza terlihat bersitegang dengan Gabriel Silva, yang karib dipanggil Gabi, dan juru taktik Arema FC, Marcos Santos.

 


Kronologi Versi Mauricio Souza

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Ferreira De Souza saat laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (11/01/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Souza menceritakan kronologi versinya terkait apa yang terjadi di lapangan. Arsitek berusia 50 tahun itu menganggap Gabi menunjukkan perilaku tidak sopan.

“Pertandingan sebenarnya berjalan normal, mempertemukan dua tim besar yang berada dalam situasi berbeda di klasemen,” ujar Souza dalam konferensi pers setelah pertandingan.

“Namun, saat mereka mencetak gol kedua, Gabriel melakukan tindakan yang tidak pantas. Ia menoleh ke arah saya dan bangku cadangan sambil merayakan gol dengan ekspresi mengejek,” ucap Souza.

 


Makin Kecewa

Gabriel Silva dikejar bek Persijap, Buyung Ismu Lessy. (Bola.com

Souza makin kecewa dengan Gabi karena winger berusia 28 tahun itu adalah notabene adalah anak buahnya ketika masih melatih klub Brasil, Flamengo U-20, pada 2017-2018.

“Bagi saya, itu adalah tindakan yang tidak menghormati, apalagi dia pernah menjadi pemain saya di tim U-20, tutur Souza.

Saking kesalnya dengan pesepak bola berpostur 170cm itu, Souza meminta striker Arema FC yang juga asal Brasil, Dalberto Luan Belo, untuk menasihati Gabi.

“Saya bahkan langsung memanggil Dalberto dan meminta agar Gabriel diingatkan untuk menghormati lawan karena hal seperti itu tidak perlu dilakukan,” terang Souza.

“Setelah pertandingan berakhir, ketika saya hendak menuju bangku cadangan Arema FC untuk bersalaman dengan staf pelatih mereka, Gabriel justru mendatangi saya,” paparnya.

 


Kesal dengan Pelatih Arema FC

Souza juga kesal dengan Marcos Santos, yang pada putaran pertama, juga bertikai dengannya karena memaki asistennya, Italo Bartole Resende.

“Kami sempat berdebat. Ia mengatakan tidak melakukan apa yang saya tuduhkan, sementara saya melihat jelas kejadian itu. Ia hanya perlu mengakuinya, tetapi tidak mau,” ucap Souza.

“Kemudian Marcos Santos juga menunjukkan sikap sok berani, sama seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya saat kami bermain di kandang Arema FC, ketika seluruh ofisial mereka mendatangi bangku cadangan kami.”

“Saat itu, ia memaki asisten saya, Italo, dengan berbagai kata kasar. Namun tidak masalah, semua itu bagian dari dinamika pertandingan. Selamat kepada Arema FC atas kemenangannya,” terangnya.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait