Gawang Emil Audero Mudah Kebobolan di Awal-Awal Laga, Begini Pembelaan Pelatih Cremonese

Gawang Cremonese kiper Emil Audero kerap kebobolan di menit awal. Ini penjelasan sang pelatih, Davice Nicola.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 10 Februari 2026, 10:20 WIB
Pelatih kepala US Cremonese asal Italia, Davide Nicola, meneriakkan instruksi kepada para pemainnya dari pinggir lapangan selama pertandingan Serie A Italia antara US Cremonese dan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini di Cremona, Italia utara, pada 1 Februari 2026. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Cremonese yang diperkuat Emil Audero tak berkutik di markas Atalanta pada pertandingan pekan ke-24 Serie A 2025/2026. Cremonese menyerah 1-2 di New Balance Arena, Selasa (10-2-2026) dini hari WIB.

Atalanta langsung tancap gas sejak menit awal. Saat permainan baru berjalan 13 menit, Nikola Krstovic memecah kebuntuan Atalanta, bola sepakannya memanfaatkan assist Giacomo Raspadori, tak dapat dibendung Audero, meski sempat mengenai kakinya.

Advertisement

12 menit berselang, giliran Davide Zappacosta memperbesar keunggulan Atalanta dengan menuntaskan assist Mario Pasalic.

Cremonese menipiskan skor menjelang akhir laga lewat gol Morten Thorsby menyelesaikan assist Sebastiano Luperto.

Akan tetapi, skor 1-2 untuk kemenangan Atalanta bertahan hingga laga bubar. Ini merupakan kekalahan yang ketiga secara beruntun I Grigiorossi, dan membuat mereka terlempar ke posisi 16 dengan koleksi poin 23.


Statistik Minor

Emil Audero dan Cremonese jelang laga Serie A melawan Torino di Stadion Torino, Sabtu (13-12-2025). (Dok X. @USCremonese)

Selain kekalahan ketiga beruntun yang didapatkan, ada statistik minor lain yang harus ditanggung Cremonese, yaitu mudahnya lini belakang di tembus lawan, khususnya pada awal permainan.

Gol Nikola Kristovic pada menit ke-13, menjadikan gawang Emil Audero jebol untuk ketujuh kalinya dalam 15 menit pertama.

Lalu, apa kata pelatih Cremonese menyangkut fakta tersebut?

"Ini sesuatu yang kami sadari, saya pikir ini adalah kehati-hatian untuk tetap berada dalam permainan dan melihat apa yang terjadi. Tetapi, awal yang sangat hati-hati ini secara paradoks dapat menyebabkan kurangnya kehati-hatian, melakukan gerakan yang tidak tepat waktu dan kebobolan peluang atau bola masuk ke kotak penalti," jelas Davide Nicola, juru taktik Cremonese.

"Kami perlu memulai pertandingan dengan niat untuk efektif sejak awal. Lawan kami kuat, dan kami tahu bahwa untuk mendapatkan poin, kami perlu menghasilkan permainan dan kebobolan lebih sedikit daripada sekarang. Kami akan mengusahakannya, juga dalam hal mentalitas," lanjutnya.


Sedikit Krisis di Lini Belakang

Romano Floriani Mussolini (kiri) berebut bola dengan Federico Dimarco dalam laga Serie A antara Cremonese dan Inter Milan di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Di sisi lain, Davide Nicola tak menampik bahwa timnya sedikit kurang siap menghadapi Atalanta, terutama dari komposisi pemain di lini pertahanan.

Federico Baschiroto menjadi bek tengah dan ada Sebastiano Luperto dan Federico Ceccherini di sisinya.

Akan tetapi, Ceccherini yang jadi andalan, mengalami cedera pada menit ke-40. Ia terpaksa diganti Filippo Terracciano. Masalanya, Terracciano kurang begitu fit untuk laga ini.

"Terracciano mengalami masalah pergelangan kaki, dia bermain hampir sepanjang pertandingan, tetapi terkadang memang tepat untuk memberi mereka istirahat," ujar Davide Nicola.

"Dia masuk dan memberikan kontribusinya, tetapi pada dasarnya ini adalah pertahanan, dan saya yakin para pemain memiliki kualitas untuk mencapai tujuan. Kami menghadapi pemain-pemain tangguh, dan itu membantu kami untuk berkembang," imbuhnya.


Move On

Selebrasi kiper Cremonese asal Indonesia, Emil Audero Mulyadi usai melakukan penyelamatan saat menjamu Hellas Verona dalam lanjutan Serie A 2025/2026, Selasa (20/1/2026) dini hari WIB, (Instagram Emil Audero Mulyadi)

Selain dalam posisi terancam bayang-bayang zona degradasi, Cremonese seperti sudah lupa caranya menang dalam persaingan Serie A.

Dalam 10 pertandingan terakhir, Cremonese juga belum merasakan kemenangan lagi. Sebuah tren yang cukup buruk dan menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh tim.

Cremonese punya kesempatan bangkit di pertandingan selanjutnya. Mereka akan menjamu Genoa di kandang sendiri, Minggu (15-2-2026). Kedua tim sama-sama mengumpulkan poin 23 dari 24 pertandingan musim ini.

 

Sumber: Cremonese