Di Tengah Beban Finansial, Dewan Liverpool Serius Pertanyakan Posisi Arne Slot

Dewan direksi Liverpool dikabarkan serius mempertanyakan posisi Arne Slot setelah kekalahan dari Manchester City.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Februari 2026, 12:45 WIB
Arne Slot, pelatih Liverpool, setelah pertandingan melawan PSG di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Anfield, Rabu dini hari WIB (12-3-2025). (Bola.com/liverpoolfc.com)

Bola.com, Jakarta - Posisi Arne Slot sebagai pelatih Liverpool mulai berada dalam sorotan serius. Dewan direksi The Reds dikabarkan akan mempertanyakan masa depan jangka panjang Slot apabila tim gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Sumber yang dikutip Football Insider menyebutkan bahwa finis di empat besar Premier League menjadi target minimum Liverpool musim ini, terutama setelah klub menggelontorkan dana besar pada bursa transfer musim panas 2025.

Advertisement

Kegagalan tampil di Liga Champions bukan hanya berdampak pada prestasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan pukulan finansial yang signifikan.

Tekanan terhadap Slot dari suporter Liverpool terus meningkat seiring performa tim yang menurun sejak musim gugur. Meski demikian, sumber internal menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap masa depan sang pelatih baru akan dilakukan setelah musim berakhir.

Kekalahan dramatis dari Manchester City pada Minggu lalu membuat Liverpool kini tertinggal lima poin dari zona empat besar. Kendati begitu, Slot masih memiliki "kredit" di mata manajemen, berkat keberhasilannya membawa Liverpool menjuarai Premier League pada musim lalu.

Kebutuhan Liverpool terhadap tiket Liga Champions juga berkaitan langsung dengan kondisi finansial klub.


Standar Minimum

Arne Slot (kiri) bersiap-siap melakukan pergantian pemain saat Liverpool menghadapi Barnsley pada lanjutan Piala FA 2025/2026 di Anfield, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. (PETER POWELL / AFP)

Mantan CEO Everton dan Aston Villa, Keith Wyness, mengatakan kepada Football Insider bahwa pemilik Liverpool berhak menuntut partisipasi di Liga Champions sebagai standar minimum, mengingat besarnya investasi yang telah dilakukan.

Pada bursa transfer musim panas lalu, Liverpool menghabiskan dana fantastis sebesar 446 juta paun untuk mendatangkan pemain baru. Dua rekrutan utama, Alexander Isak dan Florian Wirtz, masing-masing diboyong dengan nilai transfer yang melampaui angka 100 juta paun.

Data Deloitte Money League menunjukkan lonjakan signifikan dalam struktur gaji Liverpool pada akhir 2025. Total pengeluaran gaji tahunan klub meningkat drastis hingga mencapai 421 juta paun.

Angka tersebut membuat Liverpool melampaui Man City sebagai klub dengan beban gaji tertinggi di Premier League. Kenaikan tersebut juga sejalan dengan peningkatan pendapatan klub usai meraih gelar liga.

Namun, situasi itu bisa berubah drastis apabila Liverpool gagal lolos ke Liga Champions dan menutup musim tanpa trofi, dua skenario yang kini dinilai realistis.

Sejak awal musim, mandat Slot adalah mempertahankan gelar liga semaksimal mungkin. Namun, kini, pelatih asal Belanda itu justru berada dalam ancaman gagal memenuhi ekspektasi minimum klub, situasi yang pada akhirnya bisa berujung pada pemecatan.


Banding Szoboszlai

Laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 antara Liverpool melawan Manchester City, Minggu (08/02/2026) waktu setempat ditutup dengan keputusan kontroversial dari Wasit Pawson. (AFP/Paul Ellis)

Di tengah tekanan tersebut, Liverpool masih memiliki peluang untuk mendapatkan kabar baik dari sisi disiplin pemain.

Mantan kepala PGMOL, Keith Hackett, mengatakan kepada Football Insider pada Senin, bahwa Liverpool berpeluang sukses jika mengajukan banding atas kartu merah Dominik Szoboszlai dalam kekalahan dari Manchester City.

Gelandang asal Hungaria itu diusir wasit setelah dianggap menggagalkan peluang emas mencetak gol dengan menarik Erling Haaland. Namun, bola tetap masuk ke gawang Liverpool beberapa detik kemudian sebelum gol tersebut dianulir.

Hackett menilai terdapat celah dalam keputusan wasit Craig Pawson. Menurutnya, Pawson tampak menerapkan aturan keuntungan (advantage) setelah pelanggaran awal, meski tidak memberikan isyarat yang jelas di lapangan.

"Jika wasit memang memainkan keuntungan maka seharusnya hanya kartu kuning yang diberikan, bukan kartu merah langsung," ujar Hackett.

Ia pun menyarankan Liverpool untuk menggunakan argumen tersebut dalam proses banding demi membatalkan sanksi larangan bermain terhadap Szoboszlai.

 

Sumber: Football Insider

Berita Terkait