11 Negara Dilarang FIFA Masuk Piala Dunia sejak 1950: Pakistan Hattrick, Indonesia Jangan Terulang Lagi

Bisa tampil di Piala Dunia tak hanya merupakan gengsi, tapi juga sekaligus mengangkat eksistensi sebuah negara di mata Internasional.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 11 Februari 2026, 15:00 WIB
Logo FIFA. (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)

 

Bola.com, Jakarta - Setiap negara pastinya ingin ambil bagian perhelatan akbar Piala Dunia. Maklum, Piala Dunia merupakan panggung balbalan teragung empat tahunan besutan FIFA.

Advertisement

Bisa tampil di Piala Dunia tak hanya merupakan gengsi, tapi juga sekaligus mengangkat eksistensi sebuah negara di mata Internasional.

Pada event sarat gengsi ini, tidak ada jaminan negara yang kaya dan kuat secara ekonomi bisa tampil gemilang bahkan menjadi yang terbaik.

Amerika Serikat misalnya, sejauh ini Negara Paman Sam belum pernah menguasai kursi singgasana jawara.

Bandingkan dengan Argentina, yang sudah tiga kali tampil sebagai kampiun, yakni pada 1978, 1986, dan terakhir di Qatar pada 2022.

Menariknya, di ajang ini FIFA selaku "induk" punya kebijakan dan kewenangan untuk melarang sebuah negara tampil di Piala Dunia dengan ragam alasan.

Terkini, FIFA melarang Rusia serta dua negara lainnya, yakni Pakistan dan Kongo berparsipasi di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ketiga negara di atas menambah panjang daftar negara yang terganjal di Piala Dunia, termasuk Indonesia.

Sangat disayangkan memang, mengingat Piala Dunia merupakan mimpi semua pesepak bola di bawah kolong langit untuk membela panji-panji kebesaran negara masing-masing.

Menoleh ke belakang, setidaknya ada 11 negara yang pernah mendapat larangan tampil di Piala Dunia, termasuk Rusia dan Pakistan, seperti dilansir Givemesport:

 
 

1950-1994: Dari Jerman hingga Meksiko

Gerd Muller. Eks striker Jerman Barat yang telah tutup usia pada 15 Agustus 2021 dalam usia 75 tahun ini hanya tampil dalam dua edisi Piala Dunia, 1970 dan 1974. Namun ia juga total berkontribusi dalam 20 gol dalam dua edisi tersebut, dengan rincian mencetak 14 gol dan 6 assist dari 13 laga. Torehannya tersebut mampu membawa Jerman Barat menjadi juara Piala Dunia pada edisi 1974. (AFP)

Jerman dan Jepang: 1950

Setelah vakum selama 12 tahun akibat Perang Dunia II, Piala Dunia kembali digelar pada 1950 dan baik Jerman maupun Jepang dilarang berkompetisi sebagai akibat dari tindakan mereka selama perang.

Afrika Selatan: 1970 – 1990

Pada 1961, Afrika Selatan dilarang berkompetisi di Piala Dunia karena kebijakan apartheid yang ketat di negara tersebut pada waktu itu.

Mereka secara resmi dikeluarkan dari FIFA pada tahun 1976 dan dilarang mengikuti lima Piala Dunia mulai tahun 1970.

Larangan tersebut dicabut pada tahun 1992 sebagai akibat dari berakhirnya apartheid.

Meksiko: 1990

Setelah menurunkan empat pemain yang melebihi batas usia dalam babak kualifikasi turnamen junior dunia, Meksiko dihukum dengan larangan dua tahun dari semua kompetisi FIFA.

Hukuman ini bertepatan dengan Piala Dunia 1990, tetapi mereka diizinkan untuk berpartisipasi kembali pada kompetisi 1994.


Chile dan Yugoslavia pada 1994

Striker adalah maskot Piala Dunia 1994. Seekor anjing, mengenakan seragam Amerika Serikat dengan kata-kata "USA 94" (Istimewa).

Chile: 1994

Chile dilarang berkompetisi di Piala Dunia 1994 setelah kiper Roberto Rojas terbukti menyembunyikan pisau di sarung tangannya dan melukai dirinya sendiri selama pertandingan melawan Brasil pada 1989.

Ia kemudian berbohong dengan mengatakan bahwa cedera tersebut didapatnya dari suar yang dilemparkan oleh seorang penggemar.

Akibatnya, mereka dilarang mengikuti turnamen tersebut dan ia dijatuhi hukuman larangan bermain sepak bola seumur hidup. Hukuman tersebut akhirnya dicabut pada 2001.

Yugoslavia: 1994

Pada 1992, FIFA dan UEFA melarang Yugoslavia untuk berkompetisi di Kejuaraan Eropa tahun itu, serta Piala Dunia 1994, karena sanksi PBB terhadap negara tersebut menyusul pecahnya Perang Yugoslavia.

Konflik tersebut berlangsung hingga 2001 dan menyebabkan perpecahan wilayah tersebut.


2006-2018: Ada Indonesia

Maskot Piala Dunia 2018, Zabivaka saat tampil pada ajang undian Piala Dunia 2018 di State Kremlin Palace, Moscow, (1/12/2017). Piala Dunia 2018 berlangsung sejak 14 Juni hingga 15 Juli 2018 di Rusia. (AFP/Mladen Antonov)

Myanmar: 2006

Meskipun Myanmar belum pernah lolos ke Piala Dunia, mereka dilarang bahkan untuk mencoba lolos ke turnamen 2006 di Jerman.

Mereka dihukum setelah menarik diri dari pertandingan kualifikasi untuk kompetisi 2002 melawan Iran.

Sejak itu, mereka telah berpartisipasi dalam babak kualifikasi untuk setiap Piala Dunia.

Indonesia: 2018

Sebagai salah satu dari beberapa negara yang pernah dilarang karena campur tangan politik, pada 2015, Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dilarang oleh FIFA setelah pemerintah ikut campur dalam liga sepak bola negara Asia Tenggara tersebut.

Meskipun larangan tersebut dicabut pada 2016, hal itu mencegah mereka untuk berkompetisi dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019.

Kuwait: 2018

Kuwait diskors dari kompetisi oleh Komite Olimpiade Internasional dan FIFA pada 2016, karena pemerintah negara tersebut melanggar hukum terkait campur tangan pemerintah dalam olahraga.

Ini adalah kali ketiga mereka diskors oleh badan pengatur sepak bola dunia, dan mereka harus kehilangan pertandingan kualifikasi tersisa melawan Laos dan Korea Selatan menjelang Piala Dunia 2018.


Pakistan Hattrick

Foto Ilustrasi Timnas Pakistan di SAFF Championship 2013. FIFA menjatuhkan hukuman kepada Pakistan sebanyak dua kali, yaitu yang pertama pada Oktober 2017 usai Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) yang di bawah kendali administrator yang ditunjuk pengadilan melanggar statuta FIFA. Yang kedua FIFA kembali menghukum Pakistan pada tahun ini setelah sebuah kelompok mengambil alih markas federasi dari Komite Normalisasi. Pakiskan kembali dibebaskan dari sanksi pada Juli 2022. (AFP/Prakash Mathema)

Pakistan: 2018, 2022, 2026

Pakistan telah beberapa kali dijatuhi sanksi oleh FIFA. Pada tahun 2017, mereka dikenai sanksi penangguhan selama sebulan karena Pengadilan Tinggi Lahore ikut campur dalam pengelolaan Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF).

Pada tahun 2021, ada sanksi larangan selama setahun setelah sekelompok mantan pejabat menyerbu markas PFF, yang diduduki oleh Komite Normalisasi FIFA, yang sedang mengawasi pemilihan.

Dan dalam penangguhan terbaru pada tahun 2025, sebuah pernyataan dari badan pengatur tersebut mengatakan:

"PFF [Federasi Sepak Bola Pakistan] telah ditangguhkan dengan segera karena kegagalannya untuk mengadopsi revisi Konstitusi PFF yang akan memastikan pemilihan yang benar-benar adil dan demokratis dan dengan demikian memenuhi kewajibannya sebagaimana diamanatkan oleh FIFA sebagai bagian dari proses normalisasi PFF yang sedang berlangsung."


Rusia: 2022 dan 2026

Timnas Rusia lolos ke Piala Eropa 2022 setelah pesta gol atas Siprus di penyisihan Grup I di Neo GSP, Nicosia Levkosia (13/10/2019). (AFP)

Rusia: 2022 dan 2026

Rusia telah dilarang berkompetisi di kompetisi sepak bola internasional utama sejak 2022. Setelah invasi negara itu ke Ukraina, mereka dilarang berkompetisi di turnamen apa pun, termasuk dua Piala Dunia.

Namun, presiden FIFA, Gianni Infantino, baru-baru ini mengisyaratkan akan mengizinkan negara itu kembali ke kompetisi internasional.

Sumber: Givemesport

Berita Terkait