Perasaan Hector Souto Masih Campur Aduk Setelah Piala Asia Futsal 2026: Semoga Indonesia Tidak Euforia Sesaat

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto Vazquez, masih diliputi kesedihan mendalam setelah skuad Garuda gagal meraih gelar juara Piala Asia Futsal 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 11 Februari 2026, 12:45 WIB
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengamati permainan anak asuhnya saat melawan Irak dalam laga Grup A Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto Vazquez, masih diliputi kesedihan mendalam setelah skuad Garuda gagal meraih gelar juara Piala Asia Futsal 2026.

Indonesia harus mengakui keunggulan Iran lewat drama adu penalti dengan skor 4-5, setelah kedua tim bermain imbang 5-5 hingga laga berakhir.

Advertisement

Kekalahan itu terasa semakin menyakitkan karena Indonesia sempat berada di posisi yang sangat dekat dengan gelar juara. Sebagai juara bertahan, Iran memang lawan tangguh, namun performa tim Merah Putih sepanjang turnamen membuat banyak pihak percaya sejarah bisa tercipta.

Hector Souto Vazquez pun tak menutupi pergulatan emosinya usai laga final.

“Saya masih tidak percaya sejauh apa kita telah melangkah dengan begitu kuat,” ujar Souto.

“Namun saya juga belum bisa memaafkan diri karena membiarkan sebuah final yang sudah ada di tangan kita terlepas.”


Perjalanan Masih Panjang

Di final, Timnas futsal Indonesia akan menantang Iran yang sebelumnya mengalahkan Irak dengan skor 4-2. Tampak dalam foto, pemain Timnas Futsal Indonesia memberikan penghormatan kepada suporter usai memenangi laga melawan Jepang pada semifinal Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Meski ucapan selamat datang dari berbagai pihak, pelatih asal Spanyol itu mengakui pikirannya masih dipenuhi rasa penyesalan.

“Walaupun banyak yang memberi selamat, di dalam pikiran saya masih terasa bahwa kita seharusnya bisa melakukannya. Bahwa Indonesia pantas mendapatkannya.”

Namun di balik kekecewaan, Souto menegaskan bahwa perjalanan Indonesia hingga final bukanlah kebetulan. Ia melihat pencapaian ini sebagai bukti bahwa futsal Indonesia memiliki masa depan yang besar jika dikelola dengan arah yang jelas.

“Kami ingin membawa kebahagiaan untuk seluruh negeri dan membuktikan bahwa futsal adalah olahraga masa depan ketika dijalankan dengan visi, perencanaan, dan keberanian,” katanya. “Dan kita sudah melihatnya. Kita sudah membuktikannya.”


Bukan Euforia Sesaat

Kapten Timnas Futsal Indonesia, Mochammad Iqbal tampak kecewa saat pengalungan medali runner-up Piala Asia Futsal 2026 hari Sabtu (07/02/2026) malam WIB. (Bagaskara Lazuardi/Bola.com)

Lebih jauh, Souto menyerukan perubahan besar dalam cara futsal Indonesia dibangun ke depan. Ia menilai pencapaian ini harus menjadi titik awal untuk pembenahan menyeluruh, bukan sekadar euforia sesaat.

“Sekarang saatnya menyatukan kekuatan untuk memodernisasi futsal kita. Kita tidak bisa terus hidup dalam budaya usaha minimum atau terjebak pada paradigma yang sudah usang.”

Pelatih berusia 44 tahun itu menutup pernyataannya dengan pesan keras namun penuh makna untuk futsal Tanah Air. “Futsal Indonesia yang tercinta: terus berjalan… atau hancur.”

Meski gagal membawa pulang trofi, langkah Indonesia hingga partai puncak Piala Asia Futsal 2026 telah menorehkan sejarah dan membuka harapan besar.

Berita Terkait