Khephren Thuram Yakin Ayahnya, Lilian, Condong Juventus daripada Marcus dan Inter: Saya Anak Bungsu

Menghadapi sang kakak yang merupakan penyerang Inter, Marcus, Khephren Thuram percaya sang ayah, Lilian, bakal lebih mendukung dirinya dan Juventus.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Februari 2026, 15:30 WIB
Khephren Thuram bermain luar biasa saat membawa Juventus mengandaskan Hellas Verona dengan skor 2-0 dalam laga giornata 27 Serie A 2024/2025 yang digelar di Allianz Stadium, Selasa (4/3/2025). (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Khephren Thuram akan merasakan pengalaman yang tak biasa akhir pekan ini. Di satu sisi, ia bersiap membela Juventus dalam Derby d'Italia. Di sisi lain, di seberang lapangan ada Marcus Thuram, kakaknya sendiri, yang memperkuat Inter.

Duel panas Juventus versus Inter akan digelar di San Siro, Minggu (15-2-2026) dini hari WIB. Pertemuan dua raksasa Serie A ini sudah dipastikan menyedot perhatian, apalagi mengingat pertemuan terakhir keduanya berakhir dramatis.

Advertisement

Saat itu, Juventus menang 4-3 lewat gol di masa tambahan waktu, dan menariknya, kedua bersaudara Thuram sama-sama mencatatkan nama di papan skor.

Bagi penikmat netral, laga ini tentu diharapkan kembali menghadirkan intensitas dan drama serupa. Namun, bagi Khephren, ada dimensi emosional yang tak bisa diabaikan.

"Ketika Anda tumbuh bersama saudara yang bermain sepak bola, wajar jika Anda selalu ingin berada di tim yang sama," kata Khephren kepada Sky Sport Italia.

 


Tak Ada Kompromi

Gelandang Juventus asal Prancis bernomor punggung 19, Khephren Thuram-Ulien (kiri), dan saudaranya, penyerang Inter Milan asal Prancis bernomor punggung 9, Marcus Thuram, tampak dalam foto di akhir pertandingan Serie A Italia antara Inter Milan dan Juventus di stadion San Siro di Milan, pada 27 Oktober 2024. (Gabriel BOUYS/AFP)

Ia mengenang masa kecil mereka, ketika bermain di sekolah selalu berarti memilih satu sama lain lebih dulu.

"Di sekolah, kami selalu saling memilih pertama untuk masuk ke tim kami. Tapi, sekarang kami profesional, kami sama-sama bermain untuk klub besar di Italia, dan itu juga bagus. Saya berharap bisa memainkan banyak pertandingan bersamanya untuk Timnas Prancis," imbuhnya.

Kendati hubungan darah tetap erat, di atas lapangan tak ada ruang untuk kompromi. Khephren memperkirakan laga nanti akan berjalan ketat dan sarat pertarungan taktik.

"Saya memperkirakan pertandingan yang hebat karena ini dua tim besar, keduanya bermain dengan baik dan kuat secara taktik. Ini akan sulit bagi kedua tim," ujarnya.

 


Firasat Khephren

Khephren Thuram bermain luar biasa saat membawa Juventus mengandaskan Hellas Verona. Pemain 23 tahun itu bukan hanya berandil mencetak gol pemecah kebuntuan, tetapi juga menyumbang assist bagi gol Koopmeiners. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Apakah ada pembicaraan khusus menjelang laga sebesar ini?

"Kami berbicara setiap hari, tapi tidak pernah tentang pertandingan. Kami membicarakan hal-hal yang lebih penting daripada sepak bola. Namun, kali ini, seluruh keluarga kami akan berada di tribune," ungkap pemain berusia 24 tahun ini.

Kehadiran keluarga tentu menambah warna tersendiri, terutama bagi sang ayah, Lilian Thuram, mantan bek Juventus dan Parma, yang kini harus menyaksikan dua putranya berhadapan.

Meski situasinya berpotensi membuat hati terbelah, Khephren punya firasat tersendiri.

"Dia akan netral, tetapi saya anak bungsu, jadi mungkin dia akan memberi sedikit perhatian lebih kepada saya," ujarnya berseloroh.

 


Tentang Spalletti

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti. (AFP/Marco Bertorello)

Di luar cerita keluarga, Juventus datang dengan tren yang membaik sejak Luciano Spalletti menggantikan Igor Tudor. Khephren pun menjelaskan perbedaan pendekatan pelatih baru.

"Ia meminta saya untuk selalu bergerak, mengantisipasi permainan, tetapi yang paling penting adalah bermain dengan kualitas saya dan tahu bahwa saya kuat," ungkap Khephren.

Menurutnya, Spalletti adalah satu di antara pelatih yang paling berusaha membuatnya memahami potensi diri sendiri.

"Ia adalah salah satu pelatih dalam karier saya yang paling berusaha membuat saya memahami kekuatan saya sendiri. Saya menikmati bekerja dengannya, ia juga memberi saya masukan tentang di mana saya harus berkembang, tetapi detailnya akan saya simpan untuk diri saya sendiri," tuturnya.

"Spalletti sangat menuntut terhadap tim, ia meminta banyak hal dari kami, dan kami berusaha memenuhinya," imbuh mantan gelandang Nice itu.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait