Ronald Araujo Buka-bukaan tentang Masalah Kesehatan Mental yang Dialaminya, Sempat Menepi dari Lapangan Hijau

Kapten Barcelona, Ronald Araujo, untuk pertama kalinya secara terbuka berbicara tentang perjuangannya melawan masalah kesehatan mental sejak mengambil cuti dari aktivitas sepak bola.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 12 Februari 2026, 13:30 WIB
Pemain Barcelona, Ronald Araujo, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan perempat final Copa del Rey antara Albacete dan Barcelona di Spanyol, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Araujo sempat absen sekitar empat pekan setelah mendapat kartu merah saat melawan Chelsea pada akhir November 2025, yang menjadi titik puncak dari situasi yang ia alami.

Selama masa istirahatnya, Araujo bekerja dengan para ahli kesehatan mental untuk memulihkan diri, mengambil jeda dari sepak bola. 

Advertisement

Dia bahkan melakukan perjalanan ziarah religius ke Yerusalem yang ia sebut sebagai kunci pemulihannya. Dalam wawancara mendalam dengan Mundo Deportivo, seperti dikutip Football Espana, Rabu (11/2/2026), Araujo menjelaskan kini kondisinya jauh lebih baik.

“Banyak hal berubah karena saya belajar begitu banyak selama masa ini. Saya pikir itu keputusan yang tepat setelah apa yang saya alami. Saya merasa berbeda dan bahagia tentang hal itu, karena saya lebih tenang dan lebih bahagia. Saya bisa menikmati apa yang saya cintai, yaitu bermain sepak bola, dan itu sangat membantu," ujar Araujo. 

“Rasanya berbeda. Anda melihat segalanya dari perspektif lain. Saya merasa masa terburuk sudah lewat, dan sekarang saya melihat semuanya dengan cara berbeda."

"Waktu istirahat yang saya ambil ada alasannya, karena pada akhirnya saya bisa mengatasinya bersama para profesional, keluarga, dan secara spiritual. Itulah yang saya butuhkan. Jadi saya rasa itu sangat membantu, dan hari ini saya merasa seperti orang yang benar-benar berbeda," imbuh Araujo. 

 


Penyebab Kegelisahan Araujo

Reaksi pemain Barcelona, Ronald Araujo saat menghadapi Real Betis pada laga lanjutan Liga Spanyol di Benito Villamarin Stadium, Sevilla. 1 Februari 2023. Blaugrana telah mencapai kesepakatan dengan transfer Araujo ke LA Galaxy pada bursa transfer musim dingin 2023. Sayangnya, hal tersebut gagal setelah dokumen telat dikirmkan karena komputer yang sempat error. (AFP/Jorge Guerrero)

Bek asal Uruguay itu menjelaskan bukan semata kartu merah saat melawan Chelsea yang memicu penurunan kondisi mentalnya, melainkan momen ketika ia menyadari harus mengubah sesuatu.

“Itu gabungan banyak hal. Saya sudah lama tidak merasa baik, mungkin lebih dari satu setengah tahun. Anda mencoba tetap kuat, mungkin karena latar belakang dan asal-usul Anda, Anda terus memaksakan diri, tetapi saya merasa tidak baik-baik saja," ungkap Araujo. 

"Bukan hanya dalam olahraga, tetapi juga dalam keluarga dan kehidupan pribadi. Saya tidak merasa menjadi diri sendiri, dan saat itulah saya tersadar bahwa ada yang salah, saya perlu berbicara dan meminta bantuan."

"Saya tipe orang yang menyimpan semuanya sendiri, tetapi Anda juga harus memahami bahwa ada profesional yang bisa membantu dan memberi Anda cara menghadapi situasi tertentu. Saya perlu berbicara dan mengatakan ada yang tidak beres agar bisa pulih," imbuh dia. 

 


Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Kylian Mbappe dari Real Madrid berebut bola dengan Ronald Araujo dari Barcelona dalam pertandingan La Liga di Santiago Bernabeu, Minggu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)   

Araujo mengaku mencoba melawan rasa cemas selama lebih dari setahun. Dia kemudian mengalami depresi, tetapi tetap terus bermain. 

“Pada saat itu, dengan adrenalin pertandingan, Anda hanya keluar lapangan. Anda merasa sedih, tetapi ketika pertandingan selesai, semuanya seolah runtuh menimpa Anda. Sebenarnya saya sudah merasa tidak baik-baik saja, tetapi karena kebiasaan mencoba terus berjalan, dan terkadang butuh bantuan," kata Araujo. 

"Saya telah berjuang melawan kecemasan selama satu setengah tahun yang kemudian berubah menjadi depresi, dan saya tetap bermain dalam kondisi seperti itu. Itu tidak membantu, karena di lapangan saya tidak benar-benar merasa menjadi diri sendiri. Saya tahu nilai dan kontribusi yang bisa saya berikan, dan ketika saya tidak merasa baik, saya tahu ada yang salah."

"Hari itu saya sadar bahwa saya harus berbicara kepada para profesional dan klub agar mereka bisa membantu saya. Kami manusia, bukan sekadar pesepak bola." 

Araujo menekankan bahwa status sebagai pesepak bola tidak memberi perlindungan khusus terhadap tekanan mental.

“Pada akhirnya, kami adalah manusia, bukan hanya pesepak bola. Ini bukan semata tentang uang atau ketenaran. Kami juga menderita karena hal-hal yang terjadi di lapangan. Kami memang beruntung bisa melakukan pekerjaan ini, tetapi tetap ada manusia di balik semuanya, ada perasaan," urai Araujo. 

"Saya berterima kasih kepada semua orang karena saya melihat begitu banyak dukungan saat saya memutuskan berhenti sejenak, dan itu sangat membantu. Kita harus memahami bahwa di balik status pesepak bola, kami tetap manusia.”

 


Perhatian Khusus dari Hansi Flick

Kartu merah itu menyebabkan Hansi Flick dipastikan tidak akan mendampingi Barcelona saat menghadapi Real Madrid dalam duel panas El Clasico pada lanjutan La Liga 2025/2026 akhir pekan depan. (AP Photo/Joan Monfort)

Araujo juga menceritakan proses membuka diri kepada klub dan staf pelatih. Ia memuji dukungan rekan-rekan setimnya serta pemain lain di seluruh Eropa, tetapi orang pertama yang ia hubungi adalah Direktur Sepak Bola, Deco.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, secara khusus memberi perhatian besar kepada Araujo.

“Dia menanggapinya dengan sangat serius. Dia sedih dengan situasi ini. Flick tahu kemampuan saya, dan jelas saya tidak tampil maksimal. Dia tahu ada sesuatu yang salah. Sejak awal, dia mengirim pesan agar saya tenang dan fokus pada pemulihan, bahwa yang terpenting adalah melewati masa ini dengan baik," tutur Araujo. 

"Itu memberi ketenangan karena Anda tahu mendapat dukungan dari klub, pelatih, dan rekan setim," imbuh dia. 

Sumber: Football Espana

 

Berita Terkait