Perdana Menteri Inggris Tuntut Bos MU, Sir Jim Ratcliffe, Minta Maaf atas Omongan Kontroversialnya

PM Inggris, Keir Starmer, menuntut permintaan maaf dari Sir Jim Ratcliffe atas pernyataan bos MU itu yang dinilai ofensif.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Februari 2026, 11:45 WIB
PM Inggris Keir Starmer menyampaikan pernyataan soal rencana pengakuan Negara Palestina dari Downing Street Nomor 10 di London, Selasa (29/7/2025). (Dok. oleh Toby Melville via AP) 

Bola.com, Jakarta - Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Sir Jim Ratcliffe yang menyebut Inggris telah "dijajah" oleh imigran.

Starmer menilai komentar tersebut sebagai sesuatu yang menyinggung dan keliru, serta menegaskan bahwa satu di antara pemilik Manchester United itu seharusnya meminta maaf.

Advertisement

Kontroversi mencuat setelah Ratcliffe, 73 tahun, berbicara dalam wawancara dengan Sky News pada Rabu waktu setempat.

Dalam perbincangan tersebut, ia menyoroti dampak masuknya imigran dalam jumlah besar ke Inggris dan mengaitkannya dengan kondisi ekonomi negara.

"Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang menerima tunjangan dan tingkat imigran yang sangat besar masuk," ujar Ratcliffe kepada Sky News.

"Maksud saya, Inggris telah dijajah. Biayanya terlalu besar. Inggris telah dijajah oleh para imigran, bukan?" lanjut Ratcliffe.


Tuai Gelombang Kritik

Investor baru Manchester United Sir Jim Ratcliffe (AP)

Pernyataan itu langsung menuai gelombang kritik. Selain dari kalangan politik, sejumlah kelompok suporter MU juga menyuarakan keberatan mereka.

'Menyinggung dan keliru. Inggris adalah negara yang bangga, toleran, dan beragam. Jim Ratcliffe harus meminta maaf," tulis Starmer melalui akun X resminya.

Kecaman juga datang dari The Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC). Mereka menilai wawancara tersebut memuat bahasa yang sering digunakan dalam narasi kelompok sayap kanan ekstrem.

"Manchester United adalah klub global yang dibangun di atas keberagaman, pada pemain, staf, dan suporter dari setiap latar belakang, keyakinan, dan etnis," tegas MUMSC dalam pernyataan resminya.

"Kekuatan klub kami, dan negara kami, terletak pada keberagaman itu."

"Kami berdiri bersama semua komunitas yang menolak rasisme, antisemitisme, Islamofobia, dan kebencian dalam segala bentuknya, serta menyerukan kepemimpinan yang menyatukan, bukan memecah belah," lanjut MUMSC.


Suporter MU Bereaksi

Sir Jim Ratcliffe ketika hadir di Stadion Etihad untuk menyaksikan laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Manchester United Supporters Trust turut bersuara.

"Komentar dari pimpinan senior klub seharusnya mempermudah terciptanya inklusi, bukan justru menyulitkannya," kata Manchester United Supporters Trust.

Organisasi antidisriminasi, Kick It Out, juga mengecam keras pernyataan Ratcliffe. Dalam pernyataannya, mereka menilai tidak ada ruang bagi pandangan seperti itu di sepak bola Inggris.

"Komentar Sir Jim Ratcliffe memalukan dan sangat memecah belah pada saat sepak bola melakukan begitu banyak hal untuk menyatukan komunitas," demikian isi pernyataan tersebut.

"Bahasa dan bentuk kepemimpinan seperti ini tidak memiliki tempat di sepak bola Inggris, dan kami yakin sebagian besar penggemar merasakan hal yang sama," imbuh mereka.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait