Bola.com, Jakarta - Presiden Flamengo, Luiz Eduardo Baptista, membuka kemungkinan mengejutkan soal masa depan kursi pelatih klubnya.
Ia menegaskan, jika suatu saat Filipe Luis pergi, Flamengo tak menutup peluang membidik pelatih top Eropa, bahkan sosok sekelas Jurgen Klopp.
Filipe Luis, mantan bek Chelsea yang kini menangani raksasa Brasil tersebut, baru saja menandatangani perpanjangan kontrak pada Desember lalu.
Namun, namanya tetap dikaitkan dengan peluang kembali ke Eropa. Situasi itu membuat Baptista angkat bicara soal rencana jangka panjang klub.
"Filipe tidak memikirkan Flamengo 10 tahun dari sekarang," kata Baptista kepada AS.
"Kariernya bisa saja berlanjut di Flamengo, tetapi bisa juga tidak," imbuhnya.
Menurutnya, jika pelatihnya saja berhak mempertimbangkan opsi ke Eropa maka Flamengo pun punya hak yang sama untuk melirik pelatih dari Benua Biru.
"Sama seperti Filipe bisa mempertimbangkan Eropa, mengapa Flamengo tidak bisa mempertimbangkan pelatih Eropa? Jika saya bisa mendatangkan Lucas Paquete, mengapa saya tidak bisa mendatangkan Klopp?"
Daya Tarik dan Kuat Finansial
Baptista mencontohkan keberhasilan klub memulangkan Paqueta dari West Ham United sebagai bukti bahwa Flamengo memiliki daya tarik dan kekuatan finansial untuk merekrut nama besar.
Sejak meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/24, Klopp memang belum kembali ke pinggir lapangan. Namun, namanya tak pernah benar-benar hilang dari perbincangan setiap kali ada kursi pelatih elite yang lowong.
Kini, pelatih legendaris Borussia Dortmund itu kembali bekerja, meski bukan sebagai manajer tim. Pada Januari 2025, Klopp menerima jabatan sebagai Head of Global Soccer di Red Bull.
Keputusan tersebut memicu kritik dan sorotan, mengingat perusahaan itu memiliki sejumlah klub di berbagai negara, model kepemilikan yang sebelumnya pernah ia kritisi.
Meski begitu, spekulasi soal kembalinya Klopp ke dunia manajerial terus berembus. Bahkan, sempat muncul rumor ketertarikan Real Madrid terhadap pelatih karismatik berusia 58 tahun tersebut.
Dikaitkan dengan Madrid
Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Madrid pada awal musim ini membuat sejumlah nama pelatih top Eropa dikaitkan dengan klub ibu kota Spanyol itu, termasuk Klopp. Untuk sementara, Los Blancos mempercayakan tim kepada Alvaro Arbeloa, mantan pelatih Real Madrid Castilla.
Klopp disebut-sebut sebagai satu di antara kandidat potensial untuk masa depan. Namun, apakah ia benar-benar tertarik hijrah ke Santiago Bernabeu, masih menjadi tanda tanya.
Di tengah derasnya rumor, Klopp mengaku belum memiliki keinginan untuk kembali melatih dalam waktu dekat. Meski begitu, ia juga tak menutup pintu sepenuhnya untuk kemungkinan tersebut.
"Saya mencintai apa yang saya lakukan sekarang," ujar Klopp, Oktober lalu.
"Saya tidak merindukan melatih. Tidak. Saya memang melatih, tetapi berbeda, bukan para pemain."
Rindu di Ruang Ganti
Klopp menegaskan tak merindukan rutinitas berat sebagai pelatih kepala di lapangan.
"Saya tidak merindukannya. Saya tidak merindukan berdiri di bawah hujan selama dua setengah atau tiga jam. Saya juga tidak merindukan pergi ke konferensi pers tiga kali seminggu. Melakukan 10 atau 12 wawancara dalam seminggu, saya tidak merindukan itu. Tidak. Saya tidak merindukan berada di ruang ganti. Saya melatih sekitar 1.080 pertandingan, jadi saya sangat, sangat sering berada di ruang ganti," tuturnya.
Akan tetapi, Klopp menambahkan bahwa ia tak ingin menghabiskan hidupnya hanya di ruang ganti.
"Saya tidak ingin meninggal di ruang ganti. Hal-hal seperti itulah. Usia saya 58 tahun. Dari sudut pandang Anda mungkin itu tua, tetapi dari sudut pandang lain, itu tidak terlalu tua," ucapnya.
Pernyataan itu membuka ruang bahwa keputusan bisa saja berubah di masa mendatang.
"Itu berarti saya bisa membuat keputusan dalam beberapa tahun ke depan. Saya tidak tahu. Apakah saya harus membuat keputusan hari ini? Saya tidak akan melatih lagi, tetapi syukurlah saya tidak harus melakukan itu sekarang, saya bisa melihat apa yang akan dibawa masa depan," kata pelatih asal Jerman itu.
Sumber: SI