Co-Owner MU Sir Jim Ratcliffe Bikin Geger, Sebut Inggris Dijajah Imigran

Pernyataan kontroversial so-owner MU. Sir Jim Ratcliffe sebut Inggris dijajah imigran.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Februari 2026, 13:45 WIB
Harga saham Manchester United saat ini dilaporkan juga sedang mengalami kenaikan tajam di New York Stock Exchange. Saham ditutup pada $13,69 (£11,36), atau naik 7,1 persen. Semua kesepakatan untuk menjual saham minoritas diperkirakan tidak akan selesai sampai bulan September mendatang. (AFP/Valery Hache)

Bola.com, Jakarta - Sir Jim Ratcliffe kembali memicu kontroversi. Pendiri grup bahan kimia, INEOS, sekaligus satu di antara pemilik Manchester United itu menyebut Inggris telah "dijajah" oleh imigran dan menilai kondisi tersebut membebani negara.

Dalam wawancara dengan Sky News, Ratcliffe, yang juga dikenal sebagai satu di antara orang terkaya dan paling berpengaruh di Inggris, mengatakan Inggris sedang menghadapi tantangan politik, sosial, dan ekonomi yang mendalam.

Advertisement

Satu di antara persoalan utama, menurutnya, adalah lonjakan imigrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir.

"Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang menerima tunjangan dan tingkat imigran yang sangat besar masuk," ujarnya.

"Maksud saya, Inggris telah dijajah. Biayanya terlalu besar."

"Inggris telah dijajah oleh para imigran, bukan? Maksud saya, populasi Inggris pada 2020 adalah 58 juta, sekarang 70 juta. Itu, 12 juta orang," imbuhnya.


Respons PM Starmer

Pemimpin Partai Buruh Keir Starmer menang Pemilu Inggris 2024. (AP)

Namun, data dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan estimasi populasi Inggris berada di angka 67 juta pada pertengahan 2020 dan 70 juta pada pertengahan 2024. Sebagai perbandingan, jumlah penduduk Inggris diperkirakan 58,9 juta pada 2000.

Pernyataan Ratcliffe segera menuai respons dari Perdana Menteri, Sir Keir Starmer. Ia menyebut komentar tersebut sebagai sesuatu yang menyinggung dan keliru.

"Inggris adalah negara yang bangga, toleran, dan beragam," kata Starmer.

"Jim Ratcliffe harus meminta maaf," tegasnya.


Kritik Starmer

Ketua Grup INEOS Sir Jim Ratcliffe tiba untuk menghadiri Gala Palang Merah tahunan ke-71, di Monako pada 26 Juli 2019. Pria berusia 70 tahun itu resmi mengajukan penawaran untuk mengakuisisi saham mayoritas Manchester United. (AFP/Valery Hache)

Dalam wawancara yang sama, Ratcliffe, yang diketahui berdomisili di Monako, juga menyinggung kepemimpinan Starmer.

Ia memberi sinyal bahwa Starmer mungkin bukan sosok yang tepat untuk jabatan tersebut.

"Saya tidak tahu apakah itu karena sistem yang tidak memungkinkan Keir melakukannya atau mungkin dia terlalu baik, maksud saya, Keir adalah orang yang baik. Saya menyukainya, tetapi itu pekerjaan yang sulit dan saya pikir Anda harus melakukan beberapa hal sulit dengan Inggris untuk mengembalikannya ke jalur yang benar karena saat ini saya tidak berpikir ekonomi berada dalam kondisi yang baik," ujarnya.


Pengalaman di MU

Sir James Arthur Ratcliffe melambaikan tangan sebelum pertandingan Liga Prancis antara AS Monaco dan OGC Nice di "Stadion Louis II" di Monaco pada tanggal 20 April 2022. (Valery HACHE /AFP)

Ratcliffe juga mengungkapkan bahwa ia baru-baru ini bertemu dengan pemimpin Partai Reformasi, Nigel Farage.

"Saya pikir Nigel adalah orang yang cerdas dan saya pikir dia punya niat baik. Tetapi, dengan cara tertentu, Anda bisa mengatakan hal yang sama tentang Keir Starmer. Saya pikir dibutuhkan seseorang yang siap untuk tidak populer selama periode waktu tertentu demi menyelesaikan persoalan-persoalan besar," tuturnya.

Mengaitkan hal itu dengan pengalamannya di Manchester United, Ratcliffe menambahkan bahwa keputusan sulit kerap menimbulkan ketidakpopuleran.

"Saya sudah melihat cukup banyak hal seperti ini di klub sepak bola. Jika Anda melakukan hal-hal sulit, yang kami rasa memang harus dilakukan di Manchester United... kami merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Tetapi, Anda memang menjadi sangat tidak populer untuk sementara waktu," ucapnya.

 

Sumber: News Sky

Berita Terkait