Eks Pelatih Timnas Indonesia U-17 Yakin Garuda Muda Bisa Membalikkan Prediksi di Piala Asia U-17 2026

Dua kekalahan yang diderita Timnas Indonesia U-17 atas China U-17 pada ujicoba di Stadion Indomilk Arena Tangerang lalu membuat publik ragu. Garuda fans menilai Timnas Indonesia U-17 bakal sulit bersaing pada Piala Asia U-17 di Arab Saudi, 5-22 Mei mendatang.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 14 Februari 2026, 16:15 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto tertunduk usai memimpin tim asuhannya bertanding melawan China dalam laga uji coba di Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (8/2/2026). Timnas Indonesia U-17 harus menelan kekalahan telak saat menghadapi China dalam laga uji coba. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Dua kekalahan yang diderita Timnas Indonesia U-17 atas China U-17 pada ujicoba di Stadion Indomilk Arena Tangerang lalu membuat publik ragu. Garuda fans menilai Timnas Indonesia U-17 bakal sulit bersaing pada Piala Asia U-17 di Arab Saudi, 5-22 Mei mendatang.

Apalagi tim yang akan dipimpin Kurniawan Dwi Yulianto ini tergabung di Grup B yang diisi Jepang U-17, China U-17, dan Qatar U-17. Mierza Firjatullah dkk. telah merasakan betapa beratnya pertandingan melawan China U-17.

Advertisement

Ini belum termasuk partai kontra Jepang U-17 dan Qatar U-17 yang tahun lalu bersama Timnas Indonesia U-17 asuhan Nova Arianto tampil di Piala Dunia U-17 2025.

"Harus kerja keras, pakai banget ini. Seluruh elemen Timnas Indonesia U-17 harus super ditambah ekstra dalam persiapan dan pertandingan di Piala Asia U-17 nanti," kata Eduard Tjong.

Tapi mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 pada tahun 2016 ini masih punya optimisme dengan kekuatan calon pasukan Kurniawan Dwi Yulianto.

"Timnas Indonesia U-17 saat ini dalam masa transisi. Baik pelatihnya maupun materi pemainnya. Dari pelatih Nova Arianto ke Kurniawan Dwi Yulianto," tutur Eduard Tjong.

 

 

 

 

 


Kerja Kolektif

Hingga akhir pertandingan skor tidak berubah, Indonesia U-17 kalah telak tujuh gol tanpa balas dari China. Tampak dalam foto, pemain Timnas Indonesia U-17 jelang bertanding melawan China dalam laga uji coba di Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (8/2/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Apalagi, lanjut eks jurutaktik Persela 2013 ini, PSSI lewat Badan Tim Nasional (BTN) mengawal proses peralihan tongkat estafet tersebut.

"Ini kerja kolektif. PSSI sudah tepat menunjuk Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17. Ada BTN, Dirtek, dan talent scouter mumpuni. Saya kira transisi akan berjalan mulus," ucapnya.

Eduard Tjong, putra kiper legendaris Timnas Indonesia Harry Tjong, ini juga menilai debut coach Kurniawan bersama Timnas Indonesia U-17 saat ditundukkan China U-17 lalu.

"Pertandingan lawan China U-17 kemarin masa ospek bagi Kurniawan Dwi Yulianto. Oke laga pertama kita kalah 0-7. Tapi laga kedua kalah lagi 2-3," ungkap Eduard Tjong.

"Namun catatannya pelatih dan pemain Timnas Indonesia U-17 sudah melakukan perubahan signifikan dalam waktu singkat. Ini yang perlu terus ditingkatkan lagi," jelasnya.

 


Perbaiki Masalah Pertahanan

Eduard Tjong. (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Eduard Tjong menilai pada kekalahan kedua, Timnas Indonesia U-17 sudah memperbaiki masalah pertahanan.

"Lini belakang sudah berubah. Pemain juga bisa berpikir bagaimana cetak gol. Saya kira di Piala Asia U-17 nanti pasti berbeda, karena ini even resmi. Saya yakin nanti Timnas Indonesia U-17 bisa membalikkan prediksi," paparnya. 

Berita Terkait