Barcelona Dihajar 0-4 Atletico Madrid, Hansi Flick Ngamuk di Ruang Ganti

Kekalahan telak 0-4 Barcelona dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey musim ini membuat Hansi Flick geram, dan dikabarkan mengamuk di ruang ganti.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 14 Februari 2026, 19:45 WIB
Kartu merah itu menyebabkan Hansi Flick dipastikan tidak akan mendampingi Barcelona saat menghadapi Real Madrid dalam duel panas El Clasico pada lanjutan La Liga 2025/2026 akhir pekan depan. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Madrid - Barcelona babak belur dihajar Atletico Madrid pada laga leg pertama semifinal Copa del Rey musim ini. Hasil minor tersebut membuat Hansi Flick geram, dan dikabarkan sampai mengamuk di ruang ganti.

Dalam duel yang berlangsung di Riyadh Air Metropolitano, Jumat (13/02/2026) dini hari WIB, El Barca dibuat tak berkutik. Meski mencatatkan 66 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan yang empat di antaranya mengarah ke gawang, Barcelona keok dengan skor 0-4.

Advertisement

Keempat gol kemenangan Atletico Madrid tercipta berkat gol bunuh diri Eric Garcia pada menit ke-6, Antoine Griezmann menit ke-14, Ademola Lookman menit ke-33, dan Julian Alvarez menit ke-45+2.

Bagi Barcelona, itu adalah hasil terburuk melawan Atletico sejak 1960. Bukan hanya itu. Skor tersebut juga menjadi kekalahan paling menyakitkan sepanjang karier kepelatihan Hansi Flick.

Hasil tersebut juga kali pertama Barcelona kebobolan empat gol dalam satu babak sejak tragedi 2-8 dari Bayern Munchen pada perempat final Liga Champions 2019/2020.

 


Ngamuk di Ruang Ganti

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan arahan kepada para pemainnya dalam laga La Liga antara Levante dan Barcelona di Valencia, Spanyol, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Alberto Saiz)

Selepas pertandingan, Hansi Flick masih berusaha tenang di depan media. Pelatih asal Jerman tersebut mengakui timnya diberi pelajaran pada babak pertama oleh Atletico Madrid.

Dia tetap membela anak asuhnya dan menegaskan kebanggaannya atas perjalanan musim ini secara keseluruhan. Namun, satu hal yang membuatnya sangat geram adalah proses kepemimpinan wasit, terutama setelah tinjauan VAR yang berlangsung hingga delapan menit.

Sikap kalem Flick di ruang konferensi pers rupanya berbeda jauh dengan suasana ruang ganti di Riyadh Air Metropolitano. Seperti dilansir Football Espana, Hansi Flick mengamuk dan meluapkan kekesalan di ruang ganti.

Dalam 18 bulan masa kepemimpinan Flick di Barca, tak pernah ada yang melihat sang pelatih semurka itu. Dia meninggikan suara dan meluapkan kekecewaannya tanpa ditahan.

 


Tanpa Intensitas dan Determinasi

Ekspresi kekecewaan Dani Olmo usai gawang timnya kebobolan dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona di leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Bahkan, pergantian Marc Casado pada babak pertama yang digantikan Robert Lewandowski, disebut sebagai satu di antara bukti frustrasi sang pelatih.

Meski sempat memberi pelukan kepada Casado saat ditarik keluar, Flick benar-benar "meledak" ketika turun minum. Kepada para pemain Barcelona, dia menegaskan inilah momen paling membuatnya kecewa sejak melatih di Camp Nou.

Bahkan, dia melontarkan kalimat pedas: "Kalian pantas tertinggal lebih banyak". Keesokan paginya, Flick kembali menegaskan pesannya.

Dia mengaku tak habis pikir bagaimana bisa pemain Los Cules turun ke lapangan tanpa intensitas dan determinasi yang layak. Setelah meninjau rekaman pertandingan, Hansi Flick menyebut babak pertama sebagai cerminan tim tanpa semangat, tanpa daya juang, dan tanpa hasrat bersaing.

 


Lini Tengah dan Depan Jadi Sorotan

Bek Barcelona, Pau Cubarsi, mencetak gol yang kemudian dianulir ketika menghadapi Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026 di Metropolitano Stadium, Madrid, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO / AFP)

Secara permainan, lini belakang memang tampil rapuh. Eric Garcia dan Alejandro Balde tak luput dari kritik tajam. Namun, Flick justru lebih kesal terhadap lini tengah dan lini serang.

Menurutnya, pressing hampir tak terlihat sepanjang babak pertama. Gelandang gagal mengontrol ritme, sementara para penyerang tak menunjukkan agresivitas dalam menekan lawan.

Akibatnya, Atletico Madrid leluasa menguasai permainan dan menghukum Barcelona tanpa ampun. Kini, Hansi Flick hanya punya tiga hari untuk memulihkan mental tim sekaligus menemukan solusi taktis sebelum menghadapi Girona di Montilivi.

Kekalahan dari Atletico membuat Barcelona harus bekerja keras jika ingin lolos ke final Copa del Rey musim ini. Pada laga leg kedua di Camp Nou, 4 Maret mendatang, Barca wajib menang dengan selisih lima gol atas Los Rojiblancos jika ingin menembus partai puncak.

Sumber: Football Espana

Berita Terkait