SEA Boulder League 2026 Dimulai di Jakarta: Cikal dan Generasi Muda Siap Bawa Panjat Tebing Indonesia Mendunia

Dalam beberapa tahun terakhir, bouldering di Indonesia berkembang pesat dan melampaui sekadar aktivitas rekreasi di gym atau hobi akhir pekan.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 14 Februari 2026, 20:15 WIB
Di tengah momentum itu, nama Ardana Cikal Damarwulan mencuat sebagai simbol generasi baru panjat tebing Indonesia. Akhir pekan ini, atlet berusia 15 tahun tersebut akan tampil pada putaran perdana SEA Boulder League 2026 yang digelar di Boulder Planet Indonesia, Jakarta. (Dok. Boulder Planet)

Bola.com, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, bouldering di Indonesia berkembang pesat dan melampaui sekadar aktivitas rekreasi di gym atau hobi akhir pekan. Olahraga panjat tebing ini kini bergerak menuju arah yang lebih serius dan terstruktur, ditopang komunitas yang kian solid, fasilitas latihan yang semakin modern, serta lahirnya atlet-atlet muda dengan ambisi regional hingga internasional.

Transformasi tersebut tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan sistem kompetisi yang konsisten agar talenta muda memiliki ruang uji yang memadai. Tanpa kompetisi berkelanjutan, perkembangan atlet akan stagnan dan sulit bersaing di level Asia Tenggara, apalagi dunia.

Advertisement

Di tengah momentum itu, nama Ardana Cikal Damarwulan mencuat sebagai simbol generasi baru panjat tebing Indonesia. Akhir pekan ini, atlet berusia 15 tahun tersebut akan tampil pada putaran perdana SEA Boulder League 2026 yang digelar di Boulder Planet Indonesia, Jakarta.

Meski usianya masih belia, Cikal sudah mengoleksi prestasi bergengsi. Ia meraih medali emas nomor men’s lead climbing pada SEA Games ke-33 di Thailand tahun lalu. Capaian tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki bibit unggul yang siap bersaing di level internasional.

 


Cikal dan Pentingnya Kompetisi Berkelanjutan

Tim Route Setter SEA Boulder League 2026 sedang merancang route setting. (Dok. Boulder Planet)

Bagi Cikal, perjalanan sebagai atlet bukan tentang satu medali. Ia memandang kariernya sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan evaluasi terus-menerus.

“Saya masih belajar ingin menjadi pemanjat seperti apa. Bersaing secara rutin melawan atlet-atlet kuat dari berbagai negara membantu saya memahami kelemahan saya dan apa yang perlu saya tingkatkan. Kompetisi seperti ini di Indonesia sangat penting, bukan hanya untuk perkembangan saya, tetapi juga bagi para atlet dan komunitas,” ujarnya.

Pengalaman Cikal mencerminkan realitas baru dunia olahraga modern. Bakat alami saja tidak cukup. Atlet muda membutuhkan sistem kompetisi yang terstandarisasi, profesional, dan berkelanjutan agar dapat mengukur kemampuan secara objektif sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.

Menjawab kebutuhan itu, SEA Boulder League 2026 resmi meluncurkan musim perdananya melalui Babak 1 di Jakarta. Liga ini terdiri dari tiga seri yang digelar di Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Lebih dari 180 atlet dari 13 negara ambil bagian dalam satu sirkuit regional yang terstruktur dan konsisten di setiap penyelenggaraan.

 


Jakarta Jadi Panggung Awal, Indonesia Siap Jadi Pusat Regional

Cikal dalam SEA Boulder League 2026. (Dok. Boulder Planet)

Sebagai tuan rumah pembuka, Boulder Planet Indonesia memegang peran strategis dalam mendorong Indonesia menjadi pusat pertumbuhan panjat tebing regional.

Director of Boulder Planet Indonesia, Ronald Fedora Pudjiono, menekankan pentingnya akses kompetisi bagi atlet lokal.

“Bertanding di negara sendiri memberi atlet kami eksposur berharga tanpa hambatan logistik dan finansial untuk bepergian ke luar negeri. Dengan kompetisi tingkat tinggi yang digelar secara rutin, mereka dapat mempertajam performa, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri lebih matang untuk panggung internasional,” jelasnya.

Lebih dari sekadar turnamen satu kali, liga ini dirancang sebagai platform pengembangan jangka panjang. Melalui kategori Novice, Intermediate, dan Open, atlet memiliki jalur progres yang jelas untuk meningkatkan kemampuan secara bertahap sekaligus membandingkan performa di berbagai lokasi dan kondisi kompetisi.

 


Standar Internasional dan Fondasi Jangka Panjang

Dari sisi teknis, konsistensi standar menjadi perhatian utama. Chief Route Setter SEA Boulder League 2026 sekaligus Head Route Setter Boulder Planet Singapore, Brandon Gwee, menegaskan bahwa penataan rute bukan sekadar membuat tantangan sulit.

“Penataan rute bukan hanya membuat tantangan menjadi sulit, tetapi memastikan setiap problem benar-benar merefleksikan kemampuan atlet dan mendorong perkembangan mereka. Konsistensi standar inilah yang membantu atlet mengukur progres secara objektif,” ungkapnya.

Sementara itu, Event Director SEA Boulder League, Patrice Claire Bayo Verosil, menegaskan bahwa liga ini dibangun sebagai sistem berkelanjutan.

“Wilayah ini memiliki banyak talenta. Mereka membutuhkan sistem yang konsisten dan platform yang dapat diandalkan. Peran kami adalah memastikan wadah tersebut hadir setiap musim, sehingga atlet muda seperti Cikal memiliki jalur perkembangan yang jelas untuk terus bertumbuh,” tuturnya.

Didukung total hadiah lebih dari Rp100 juta serta konsep profesional, SEA Boulder League diharapkan menjadi katalis lahirnya talenta Asia Tenggara yang mampu bersaing di panggung global. Dengan semangat The World Will Know Us, liga ini bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan langkah strategis membangun ekosistem panjat tebing yang lebih kuat, kompetitif, dan berkelanjutan bagi Indonesia serta kawasan.

Berita Terkait