Matheus Cunha Blak-blakan soal Challenge Fans MU: Kami Incar 15 Poin, Bukan Urusan Rambut

Frank Ilett, yang dikenal sebagai The United Strand, menjadi bahan pembicaraan setelah bersumpah tidak akan memotong rambutnya sampai Manchester United meraih lima kemenangan beruntun.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 14 Februari 2026, 21:30 WIB
Frank Ilett, aka 'The United Strand', will have to wait another day for a haircut after Manchester United failed to achieve five consecutive wins. (Instagram)

Bola.com, Jakarta - Sorotan terhadap Manchester United belakangan ini bukan hanya soal performa di lapangan. Sebuah tantangan viral dari seorang suporter justru ikut mencuri perhatian publik dan memantik perdebatan di kalangan fans Setan Merah.

Frank Ilett, yang dikenal sebagai The United Strand, menjadi bahan pembicaraan setelah bersumpah tidak akan memotong rambutnya sampai Manchester United meraih lima kemenangan beruntun. Tantangan itu ia mulai sejak Oktober 2024 dan hingga kini ia masih belum membuat janji ke tukang cukur.

Advertisement

United sempat mendekati target tersebut. Tim asuhan Michael Carrick mencatat empat kemenangan beruntun sebelum bertandang ke markas West Ham United. Namun, hasil imbang 1-1 pada laga terakhir membuat rangkaian itu terhenti.

Di tengah ramainya pembahasan soal rambut Ilett, penyerang Manchester United, Matheus Cunha, angkat suara. Ia menegaskan fokus tim seharusnya tetap pada performa dan perolehan poin, bukan pada sensasi di luar lapangan.

 


Cunha: Lebih Penting 15 Poin daripada Rambut

Pemain Manchester United, Diogo Dalot, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko, berdiri di lapangan dengan ekspresi kecewa usai laga Premier League/Liga Inggris antara Man Utd vs Wolves di Manchester, Inggris, Selasa, 30 Desember 2025. (AP Photo/Dave Thompson)

Tantangan The United Strand sudah memancing beragam reaksi. Legenda klub Wayne Rooney sempat mengkritik aksi tersebut karena dianggap mengalihkan fokus dari pemain. Bahkan tim putri Manchester United sempat berseloroh dengan selebrasi potong rambut.

Meski demikian, Ilett menegaskan dirinya tidak ingin menjadi pusat perhatian dan menyebut tantangan itu juga bertujuan menggalang dana untuk amal kanker anak.

Cunha, yang tengah berkontribusi besar dalam performa positif tim, memilih bersikap tegas. Ia tidak menganggap tantangan tersebut sebagai motivasi tambahan.

“Orang-orang lebih khawatir soal lima kemenangan karena potongan rambut daripada 15 poin. Jadi saya lebih memilih 15 poin, saya tidak peduli sama sekali dengan rambutnya,” ujarnya kepada RomarioTV.

Ia mengakui topik itu kadang muncul di ruang ganti, tetapi tidak memberi dampak berarti bagi tim.

“Kami kadang membicarakannya, tetapi itu tidak terlalu memotivasi kami. Kami tidak melihatnya sebagai sesuatu yang keren. Tidak ada yang lebih menginginkan lima kemenangan itu selain kami, atau lebih banyak kemenangan lagi. Tetapi saya rasa tekanan karena rambutnya sedikit menutupi keindahan yang bisa ada di musim ini.”

 


Performa Positif, Target Konsistensi

Cunha sendiri tampil impresif dalam beberapa laga terakhir. Ia mencetak gol saat menghadapi Arsenal dan Fulham, serta menyumbang assist dalam kemenangan atas Manchester City. Kontribusinya menjadi bagian penting dari kebangkitan United.

Pelatih interim Michael Carrick mengakui timnya kecewa gagal mengamankan kemenangan kelima beruntun saat melawan West Ham. Namun, ia tetap mengapresiasi semangat juang pemain setelah Benjamin Sesko mencetak gol penyeimbang di masa injury time.

“Saya pikir kami sedikit kecewa. Kami jelas tidak berada di level terbaik. Sudah lima pertandingan sekarang dan kami tampil pada level yang sangat baik. Ini tempat yang sulit untuk didatangi, mereka membuatnya sulit dan kami tidak cukup tajam untuk menemukan solusi lebih sering. Tetapi pada akhirnya, kredit besar untuk para pemain atas semangat mereka lewat gol telat saat kami membutuhkannya. Itu kualitas yang hebat. Kami akan mengambil satu poin ini dan melanjutkan,” tutur Carrick.

Ia juga menyoroti konsistensi sebagai tantangan terbesar di liga.

“Kadang Anda harus memberi kredit kepada tim lawan. Saya rasa West Ham bertahan dengan cukup baik dan membuatnya sulit bagi kami. Ini tanda bagus bahwa para pemain merasa kecewa, itu menunjukkan bahwa hasil ini belum cukup. Lima laga tanpa kekalahan dengan empat kemenangan adalah rangkaian yang cukup bagus dan harus kami lanjutkan. Kami ingin kembali lebih kuat dan terus berkembang dalam jeda singkat ini.”

 


Fokus ke Lapangan, Bukan Sensasi

Di tengah derasnya perhatian pada tantangan unik seorang suporter, pesan Cunha cukup jelas. Target utama Manchester United adalah poin dan konsistensi, bukan potongan rambut.

Empat kemenangan beruntun menunjukkan arah positif. Kini, tantangannya adalah menjaga momentum dan mengubah performa apik itu menjadi rentetan hasil maksimal. Soal rambut The United Strand, tampaknya bukan prioritas di ruang ganti Setan Merah.

Sumber: Goal International


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait