Tatap FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Berburu Trofi Perdana Era John Herdman

Setelah gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia membuka babak baru bersama pelatih anyar, John Herdman.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 15 Februari 2026, 09:45 WIB
Sebagai informasi, John Herdman datang ke Indonesia dengan membawa sejumlah pengalaman sukses, terutama saat bertugas di Kanada. Dia mengantar timnas putri Kanada meraih dua medali perunggu berturut-turut dalam Olimpiade 2012 dan 2016. Tampak dalam foto, pelatih kepala tim nasional sepak bola Indonesia yang baru, John Herdman memegang jersey tim yang bertuliskan namanya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa 13 Januari 2026. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Bola.com, Jakarta - Setelah gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia membuka babak baru bersama pelatih anyar, John Herdman. Ajang FIFA Series pada Maret 2026 menjadi panggung awal Skuad Garuda untuk memburu trofi pertama di era kepelatihannya.

Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dalam turnamen mini yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 21–31 Maret. Formatnya menggunakan sistem semifinal dan final yang melibatkan empat negara dari konfederasi berbeda.

Advertisement

Selain Indonesia, tiga peserta lain adalah Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), serta Saint Kitts and Nevis (CONCACAF). Laga pembuka akan mempertemukan Indonesia dengan Saint Kitts and Nevis.

Jika mampu melewati laga pertama, Skuad Garuda akan menghadapi pemenang duel Bulgaria kontra Kepulauan Solomon. Secara hitung-hitungan di atas kertas, partai final berpotensi mempertemukan Indonesia dengan Bulgaria.

Harapan publik pun membuncah. Trofi FIFA Series diharapkan menjadi titik awal kebangkitan setelah kekecewaan gagal ke Piala Dunia.

 


Ropan: Saatnya Pecah Telur

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, diperkenalkan secara resmi ke publik dalam sesi konferensi pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, optimistis turnamen ini bisa menjadi momentum penting bagi Indonesia.

“FIFA menyiapkan sebuah trofi untuk diangkat. Iya, bisa dibayangkan John Herdman dan Jay Idzes mengangkat trofi. Trofi pertama. Pecah telur ini. Wah, luar biasa itu. Setelah itu akan ada trofi-trofi yang lain.”

Menurut pria yang akrab disapa Ropan itu, publik penasaran melihat sentuhan Herdman, pelatih yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022.

“Penasaran, semua ingin melihat apa yang akan dilakukan John Herdman. Begitu kan? Seperti apa John Herdman ini.”

 


Jangan Remehkan Saint Kitts and Nevis

Para pemain St. Kitts dan Nevis berpose untuk foto bersama sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona CONCACAF antara Kosta Rika dan St. Kitts dan Nevis di Stadion Nasional, San Jose, pada 6 Juni 2024. (Ezequiel BECERRA / AFP)

Terkait laga kontra Saint Kitts and Nevis, Ropan menilai Indonesia memang unggul secara materi pemain. Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Emil Audero, hingga Rizky Ridho dinilai memberi keunggulan kualitas bagi tuan rumah.

“Indonesia main di pertandingan kedua. Diperkirakan final itu Indonesia lawan Bulgaria kan bagus. Kita pertama lawan Saint Kitts and Nevis. Secara kualitas dan materi pemain, kita masih di atas mereka.”

Meski demikian, Ropan mengingatkan agar Indonesia tidak terlena. Herdman memiliki pengalaman menghadapi Saint Kitts and Nevis saat menangani Kanada di zona CONCACAF.

“Bukan berarti kita menganggap enteng Saint Kitts and Nevis. Kita harus tetap fokus melawan mereka. Mereka juga tim yang kuat dan John Herdman ketika menangani Kanada sudah pernah ketemu mereka.”

“Saat itu Kanada hanya menang 1-0. Berarti Saint Kitts and Nevis kuat dong. Terlepas pemain-pemain mereka banyak dari liga lokal. Tidak seperti Indonesia yang punya Jay Idzes di Sassuolo, Kevin Diks di Borussia Mönchengladbach, Calvin Verdonk di Lille, Emil Audero di Cremonese. Makanya saya bilang, secara kualitas kita di atas. Tapi itu bukan jaminan.”

Kini, publik menanti apakah FIFA Series benar-benar menjadi awal era baru dan trofi pertama bagi Skuad Garuda bersama John Herdman.

Berita Terkait