Legenda Liverpool Akui Tak Suka Raheem Sterling, meski Kagum Bakatnya

Kepindahan Raheem Sterling ke Belanda ternyata kembali membuka luka lama di kalangan Liverpool.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 15 Februari 2026, 10:45 WIB
Raheem Sterling. Saat menerima Golden Boy edisi 2014, gelandang asal Inggris ini berusia 20 tahun dan tengah menjalani musim ke-4 atau terakhir bersama Liverpool. Selama dua musim, 2013/2014 dan 2014/2015 ia mampu menyumbang masing-masing di atas 10 gol bagi The Reds. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Kepindahan Raheem Sterling ke Belanda ternyata kembali membuka luka lama di kalangan Liverpool. Seorang legenda The Reds secara terbuka mengakui bahwa ia tidak terlalu menyukai Sterling, meski tak menampik kualitas luar biasa sang winger di Premier League.

Sterling resmi berpisah dengan Chelsea pada akhir Januari lalu meski kontraknya masih tersisa 18 bulan. Situasi itu membuatnya berstatus bebas transfer dan bisa bergabung dengan klub mana pun, bahkan di luar bursa transfer.

Advertisement

Pada akhirnya, pemain berusia 31 tahun tersebut memilih melanjutkan karier bersama Feyenoord. Pelatih mereka, Robin van Persie, menyebut Sterling ingin kembali menemukan kegembiraan dalam bermain sepak bola.

Keputusan itu sekaligus menutup 14 tahun perjalanan senior Sterling di Premier League. Namun, meski sukses besar, tidak semua mantan rekan setimnya memiliki kesan manis terhadap dirinya.

 


Awal Karier di Liverpool

Pada musim 2015/16, Raheem Sterling direkrut Manchetser City dari Liverpool dengan nilai £57,33 juta. Ia pernah bergabung ke akademi Queens Park Rangers sebelum akhirnya pindah ke akademi Liverpool pada era Rafael Benitez pada 2010 silam. (AFP/Paul Ellis)

Sterling bergabung dengan Liverpool dari akademi Queens Park Rangers pada Februari 2010 dengan nilai awal 450 ribu poundsterling, yang bisa meningkat hingga 2 juta pound tergantung jumlah penampilan tim utama.

Debutnya datang pada 24 Maret 2012 saat menghadapi Wigan Athletic. Saat itu, Sterling baru berusia 17 tahun 107 hari dan menjadi pemain termuda ketiga yang tampil untuk Liverpool.

Dalam tiga musim bersama tim utama, Sterling berkembang menjadi salah satu pemain kunci The Reds. Namun, hal itu rupanya tidak cukup membuatnya sepenuhnya disukai oleh salah satu seniornya, Dirk Kuyt.

 


Kuyt: Saya Tidak Terlalu Menyukainya

Dirk Kuyt. Eks sayap kanan Belanda berusia 42 tahun yang telah pensiun pada Juli 2018 bersama Quick Boys ini tercatat pernah berseragam Liverpool selama 6 musim mulai 2006/2007 hingga 2011/2012. Ia langsung mengenakan jersey bernomor punggung 18 yang tak bertuan pada musim 2005/2006 setelah ditinggalkan Antonio Nunez pada akhir muism 2004/2005. Bersama Liverpool Dirk Kuyt yang akhirnya hengkang ke Fenerbahce ini total bermain dalam 285 laga di semua ajang dengan torehan 71 gol dan 43 assist. (AFP/Andrew Yates)

Dirk Kuyt, yang kini menangani FC Dordrecht, merupakan bagian dari skuad Liverpool saat Sterling menembus tim utama.

Saat dimintai komentar terkait kepindahan Sterling ke Liga Belanda, Kuyt mengakui kualitas mantan rekannya tersebut, tetapi juga mengungkapkan perasaan pribadinya.

"Itu sudah cukup lama, saat itu dia masih 16 tahun. Kami beberapa kali berlatih bersama dan memainkan beberapa pertandingan."

Ucapan Kuyt merujuk pada kepindahan kontroversial Sterling ke Manchester City pada 2015.

"Pada akhirnya, saya tidak terlalu menyukainya karena dia dengan cepat pindah ke rival besar. Tapi tentu saja Raheem Sterling dianggap sebagai pemain fantastis di sepak bola Inggris dengan catatan yang luar biasa."

 


Transfer yang Membakar Jembatan

Pada 1 April 2015, Sterling memberikan wawancara tanpa izin kepada BBC dan mengonfirmasi bahwa ia menolak perpanjangan kontrak dari Liverpool. Situasi makin memanas ketika agennya menyebut alasan finansial menjadi penyebab utama sang pemain ingin hengkang.

Liverpool sempat menolak dua tawaran Manchester City sebelum akhirnya melepas Sterling pada Juli 2015. Transfer tersebut praktis membakar jembatan antara Sterling dan sebagian besar suporter The Reds.

Meski demikian, karier Sterling bersama Manchester City tergolong gemilang. Ia meraih 10 trofi utama, termasuk empat gelar Premier League, dan menjelma menjadi salah satu winger terbaik Inggris pada masanya.

Kini, petualangan baru di Belanda menjadi babak berbeda dalam perjalanan panjang Sterling. Namun, kisah kepindahannya dari Liverpool ke Manchester City tampaknya akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari warisannya di Inggris.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait