BRI Super League: Bernardo Tavares Angkat Bicara usai Rekor Tak Terkalahkan Persebaya Dihentikan Bhayangkara FC

Bhayangkara FC yang menggagalkan ambisi Persebaya Surabaya melanjutkan rekor tak terkalahkan.

BolaCom | Aditya WanyDiterbitkan 15 Februari 2026, 06:30 WIB
Persebaya Surabaya menyambut era baru di awal tahun 2026. Klub berjuluk Green Force itu resmi menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Bola.com, Surabaya - Terhenti di angka 13. Persebaya Surabaya sudah tidak melanjutkan rekor tak terkalahkan. Itu terjadi setelah mereka takluk 1-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam.

Adalah Bhayangkara FC yang menggagalkan ambisi Persebaya Surabaya melanjutkan rekor tak terkalahkan tersebut. Lebih menyakitkan, kegagalan melanjurkan tren 14 laga tanpa kekalahan itu terjadi di hadapan pendukung sendiri.

Advertisement

Tim tamu justru sempat unggul berkat Bernard Doumbia (26’) dan Moussa Sidibe (45+’1). Persebaya baru sempat membalas di menit ke-64 melalui gol Mihailo Perovic.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan bahwa dua gol cepat Bhayangkara FC di babak pertama menjadi faktor penentu hasil akhir pertandingan.

“Kami kalah karena lawan menembak dua kali dan keduanya gol, sementara kami menembak berkali-kali tapi hanya cetak satu gol. Itulah pertandingan hari ini, tapi itu bukan menjadi alasan,” katanya.

 
 
 

Kecewa tapi Mengapresiasi Pemain

Persebaya Surabaya menelan kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/02/2026) malam WIB. (dok. Persebaya)

Menurut Tavares, efektivitas lawan menjadi pembeda utama. Persebaya sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir tidak berjalan maksimal.

Selain soal gol, juru taktik asal Portugal itu juga menyoroti ritme permainan yang kerap terputus. Ia menilai tim tamu terlalu sering memperlambat tempo pertandingan.

“Para pemain mereka mencoba segala cara untuk menghentikan permainan. Saya rasa ini tidak baik,” imbuh arsitek tim berpaspor Portugal tersebut.

Permainan Persebaya terbilang buruk dalam pertandingan. Tak ada ancaman berarti karena mereka kerap gagal menembus jantung pertahanan lawan. Tak ada pula alternatif serangan untuk membongkar rapatnya barisan bek Bhayangkara FC.

Kendati harus menerima hasil mengecewakan, Tavares tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemainnya. Ia menilai perjuangan tim, khususnya di babak kedua, patut dihargai.

“Saya mengapresiasi sikap para pemain, terutama di babak kedua dan bagi pemain muda masuk ke lapangan dengan tekanan setinggi itu, saya menghargai usaha mereka dalam merespons instruksi saya,” jelasnya.


Permohonan Maaf Pemain

Persebaya Surabaya menelan kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/02/2026) malam WIB. (dok. Persebaya)

Sementara di sisi lain, penjaga gawang Persebaya, Andhika Ramadhani, turut menyampaikan permohonan maaf kepada publik Surabaya atas hasil yang tidak sesuai harapan.

Ia secara terbuka menyampaikan penyesalan kepada Bonek dan Bonita yang telah memenuhi stadion dan memberi dukungan penuh sepanjang pertandingan.

“Saya ingin minta maaf atas hasil buruk ini kepada para pemain dan suporter. Untuk pertandingan malam ini, saya ingin meminta maaf atas hasil buruk ini. Kami sudah mencoba yang terbaik sesuai arahan Coach Tavares. Tapi kali ini hasilnya tidak sesuai harapan,” ungkapnya.

Kekalahan tersebut membuat Persebaya harus tertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 35 poin. Berikutnya, mereka akan melakoni partai tandang ke markas Persija Jepara, Sabtu (21/2/2026).


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait