BRI Super League: Analisis Kekalahan Persebaya dari Bhayangkara FC Meski Main di Kandang Sendiri

Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya Surabaya kalah menyakitkan. Dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026), Bajul Ijo menyerah 1-2 dari tamunya Bhayangkara FC.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 15 Februari 2026, 21:15 WIB
Persebaya Surabaya menelan kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/02/2026) malam WIB. (dok. Persebaya)

Bola.com, Jakarta - Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya Surabaya kalah menyakitkan. Dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026), Bajul Ijo menyerah 1-2 dari tamunya Bhayangkara FC.

Tuan rumah sempat tertinggal 0-2 sebelum akhirnya memperkecil skor lewat gol semata wayang yang dicetak oleh Mihailo Perovic pada menit ke-64.

Advertisement

Kekalahan di pekan ke-21 ini membuat tim asuhan Bernardo Tavares tercecer di posisi kelima klasemen sementara dengan genggaman 35 poin.

Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, mengomentari kekalahan Persebaya di depan pendukung setianya.

"Bhayangkara FC berhasil mematahkan rekor tidak terkalahkan Persebaya Surabaya sebelumnya, tidak terkalahkan sebanyak 13 pertandingan terakhir mereka," kata Binder Singh via kanal YouTube pribadinya Bola Bung Binder. 

"Dan dengan kekalahan ini berarti Persebaya untuk sementara ini masih berada di peringkat kelima, tapi selisih poin mereka dengan Malut United tentu semakin jauh." 

"Bagi Bhayangkara FC, dengan kemenangan ini berarti mereka semakin dekat ke zona papan atas," imbuhnya.

 

 


Persebaya Gagal Tampil Konsisten

Persebaya Surabaya menelan kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/02/2026) malam WIB. (dok. Persebaya)

Menurut Binder Singh, Persebaya gagal tampil konsisten. Menurutnya penggawa tuan rumah sangat kesulitan untuk bisa menciptakan peluang-peluang yang berbahaya.

"Memang kita tahu bahwa Bhayangkara FC juga bukan merupakan tim yang performanya stabil. Maka itu mereka di putaran kedua ini mendatangkan banyak pemain baru. Permainan mereka mulai tampak lebih efektif," ujar Binder Singh.

Sebagai tuan rumah, Persebaya jauh lebih unggul dalam penguasaan bola dan tampil menyerang.

"Tapi dengan menyerang itulah yang menyulitkan para pemain Persebaya untuk created banyak big chances atau peluang yang berbahaya," Binder memberikan analisis. 

"Karena saya perhatikan, ketika Persebaya berhadapan dengan tim yang bisa bermain dengan compact defense dan juga tidak banyak membuat kesalahan di area pertahanan, maka Persebaya akan kesulitan unuk bisa bahkan menciptakan gol," tambahnya. 


Tak Belajar dari Pertandingan Sebelumnya

Lebih jauh Binder menuturkan, Persebaya sepertinya tak belajar dari pertandingan sebelumnya ketika mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 versus Dewa United.

"Tentulah seharusnya para pemain Persebaya sudah belajar dari kesulitan mereka melawan Dewa United. Karena di pertandingan sebelumnya mereka berhasil mengalahkan Bali United 3-1," kata Binder sembari menambahkan kebingunannya dengan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.

"Saya agak bingung juga. Sepertinya Bernardo Tavares, yang saya pikir adalah pelatih yang bagus, yang juga sudah sedikit banyak belum sepenuhnya mengubah permainan Persebaya." 

"Tapi masih kesulitan untuk mencari formula ketika para pemain Persebaya berhadapan dengan tembok pertahanan yang kokoh. Itu yang selalu saya lihat ketika Persebaya berhadapan dengan tim yang compact defense," ujarnya memungkasi. 

 

 


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait