Ungkapan Jujur Luis Diaz: Tinggalkan Liverpool Keputusan Tepat

Bintang anyar Bayern Munchen, Luis Diaz, akhirnya buka suara mengenai keputusannya meninggalkan Liverpool

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 18 Februari 2026, 20:45 WIB
Pemain Bayern Munchen, Luis Diaz (kanan) berebut bola dengan pemain VfL Wolfsburg, Sael Kumbedi dalam laga lanjutan Liga Jerman 2025/2026 di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Minggu (11/01/2026) waktu setempat. (AP Photo/DPA/Sven Hoppe)

Bola.com, Jakarta - Bintang anyar Bayern Munchen, Luis Diaz, akhirnya buka suara mengenai keputusannya meninggalkan Liverpool pada bursa transfer musim panas lalu.

Winger asal Kolombia itu menegaskan bahwa hijrah ke raksasa Bundesliga tersebut adalah langkah terbaik dalam kariernya.

Advertisement

Dalam wawancara bersama Sky Deutschland, Diaz mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menerima tawaran dari Bayern. Ketertarikannya pada klub asal Jerman itu sudah muncul sejak awal pendekatan dilakukan.

“Ketika Bayern datang, sejak momen pertama sudah jelas bahwa saya ingin transfer ini terjadi. Saya merasa bangga karena sudah lama mengenal klub ini dan memahami apa yang bisa saya harapkan di sini,” ujar Diaz.

Keputusan Diaz meninggalkan atmosfer kompetitif Premier League bukan tanpa pertimbangan matang. Ia sadar, Liverpool telah memberinya panggung besar di Inggris dan Eropa. Namun, tantangan baru di Jerman dianggapnya sebagai kesempatan berkembang sekaligus pembuktian diri.


Infrastruktur dan Mental Juara

Tanpa membuang waktu, Winger berusia 28 tahun ini langsung bergabung dalam sesi latihan perdana bersama tim. (AFP/Alexandra Beier)

Musim pertamanya bersama Bayern pun berjalan impresif. Diaz langsung menjadi bagian penting dalam skema permainan tim. Kecepatan, kelincahan, dan kemampuannya menusuk dari sisi sayap membuat lini serang Bayern semakin variatif.

“Ini keputusan yang bagus, keputusan untuk bergabung dengan tim yang luar biasa. Saat Anda tiba di tempat baru, Anda tentu ingin memberikan 100 persen dan merasa nyaman. Bahagia adalah hal terpenting bagi pemain dan keluarga,” tambahnya.

Diaz juga menyoroti faktor non-teknis yang membuatnya mantap memilih Bayern. Infrastruktur kelas dunia, fasilitas latihan modern, serta budaya juara menjadi daya tarik tersendiri.

Menurutnya, Bayern bukan sekadar klub besar, tetapi institusi dengan standar profesionalisme tinggi. Ia merasa kepercayaan yang diberikan manajemen harus dibayar dengan performa maksimal di lapangan.

“Saya tahu akan bergabung dengan grup pemain yang sangat kuat serta klub dengan fasilitas luar biasa. Saya tidak pernah meragukannya. Bayern menaruh kepercayaan pada saya, dan saya berusaha membalasnya di lapangan,” tegas Diaz.


Tantangan Bahasa dan Adaptasi

Luis Diaz dan Anan Khalaily berebut bola dalam laga Liga Champions antara Bayern Munchen vs Union Saint-Gilloise di Allianz Arena, 22 Januari 2026. (AP Photo/Matthias Schrader)

Meski begitu, perjalanan Diaz di Jerman tidak sepenuhnya mulus. Tantangan terbesar datang dari aspek bahasa dan budaya. Ia mengakui bahwa adaptasi di luar lapangan membutuhkan usaha ekstra, terutama bagi keluarganya.

“Bagian tersulit bagi saya dan keluarga tentu saja bahasa. Tapi saya yakin bisa beradaptasi dengan baik dan berkontribusi untuk kesuksesan tim, seperti yang saya lakukan sebelumnya di Liverpool,” jelasnya.

Namun sejauh ini, proses adaptasi tersebut berjalan positif. Dukungan rekan setim dan staf pelatih membantu Diaz cepat menyatu dalam ruang ganti.

 

Berita Terkait