Bola.com, Jakarta - Persaingan gelar Premier League musim ini memasuki fase krusial. Setiap hasil pertandingan kini berpotensi mengubah arah perebutan trofi di papan atas klasemen.
Situasi semakin menarik setelah Arsenal kehilangan poin saat menghadapi Wolves. Hasil itu memberi kesempatan bagi Manchester City untuk kembali menekan dalam perburuan gelar.
City bahkan memiliki satu pertandingan lebih banyak dibandingkan Arsenal. Jika mampu memaksimalkan jadwal yang ada, jarak poin bisa menipis drastis sebelum The Gunners kembali bertanding.
Mantan pemain Arsenal, Paul Merson, menilai faktor jadwal siaran televisi justru bisa memengaruhi jalannya perebutan gelar. Menurutnya, tim yang bermain lebih dulu berpotensi memberi tekanan psikologis besar kepada rivalnya.
Jadwal Siaran TV Bisa Tentukan Arah Persaingan
Merson menilai peran pemegang hak siar seperti Sky Sports dan TNT Sports tidak bisa dianggap sepele dalam situasi seperti ini. Penentuan jadwal pertandingan yang disesuaikan dengan siaran televisi bisa berdampak pada mental para pemain.
Dalam beberapa pekan ke depan, Manchester City akan bermain lebih dulu dibandingkan Arsenal dalam dua dari tiga pekan pertandingan. Situasi ini dinilai bisa membuat tekanan berpindah ke kubu London Utara.
City juga dijadwalkan menghadapi Newcastle United sebelum Arsenal memainkan laga berikutnya. Jika menang, jarak poin bisa menipis menjadi hanya dua angka sebelum derby penting digelar.
"Persaingan gelar akan ditentukan oleh siapa yang bermain lebih dulu, dan Sky punya peran besar dalam hal itu," ujar Merson.
"Seperti Tiger Woods yang selalu ingin melakukan pukulan tee pertama untuk memberi tekanan kepada lawan. Saya pernah melihatnya dulu ketika Spurs harus selalu merespons Leicester, dan itu akhirnya menguras mental," lanjutnya.
Arsenal Dinilai Mulai Tertekan
Performa Arsenal belakangan juga menjadi sorotan. Tim asuhan Mikel Arteta hanya meraih dua kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di Liga Inggris.
Merson melihat adanya tanda-tanda tekanan mulai memengaruhi permainan Arsenal. Ia menilai tim tersebut tidak tampil dengan intensitas yang dibutuhkan dalam momen penting perebutan gelar.
Menurutnya, setiap pertandingan di fase akhir musim seharusnya diperlakukan seperti final. Tanpa urgensi tinggi, peluang meraih trofi bisa terganggu.
"Hasil ini mengecewakan. Anda tidak bisa bermain seperti di gigi dua," kata Merson.
"Ketika Wolves menyamakan skor menjadi 2-2, baru ada rasa mendesak. Sebelumnya mereka tidak punya itu. Anda tidak bisa bermain seperti itu, setiap laga sekarang seperti final sampai akhir musim," tegasnya.
Reaksi Arteta Ikut Jadi Sorotan
Selain performa tim, Merson juga menyoroti wawancara Arteta setelah pertandingan. Ia merasa ada perubahan sikap dari pelatih Arsenal tersebut dibanding biasanya.
Arteta sebelumnya mengatakan timnya memang pantas kehilangan poin dalam laga tersebut. Pernyataan itu membuat Merson sedikit khawatir dengan kondisi mental Arsenal saat ini.
Menurut Merson, biasanya Arteta tampil sangat positif ketika berbicara di depan media. Namun kali ini, ia menilai ada nada berbeda dari sang pelatih.
"Saya cukup terkejut dengan wawancara Arteta. Ini pertama kalinya saya melihat dia tidak terlalu positif," ujar Merson.
"Biasanya dia keluar dan mengatakan kami melakukan ini dan itu. Kali ini dia mengatakan kami pantas menerima pukulan, bukan mengatakan kami masih unggul dan bisa memenangkan liga. Itu membuat saya sedikit khawatir, sepertinya ada sesuatu yang hilang meski saya tidak bisa menjelaskannya," lanjutnya.