Dituduh Media Malaysia soal Aduan ke FIFA, Ini Bantahan Erick Thohir

Skandal naturalisasi terus bergulir di Malaysia.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 20 Februari 2026, 17:50 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir menyambut baik kedatangan trofi Piala Dunia ke Indonesia. Tampak dalam foto, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir memberi sambutan pada seremoni gelaran FIFA World Cup Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Menpora RI sekaligus ketua umum PSSI, Erick Thohir, memberikan bantahan terkait tuduhan yang diberikan sebuah media Malaysia baru-baru ini.

Erick disebut sebagai sosok yang mengadukan skandal naturalisasi Malaysia sehingga mendapatkan hukuman dari FIFA.

Advertisement

Media iyang dimaksud bernama MYNewsHub. Lewat postingan di media sosial, mereka membuat artikel berjudul 'Erick Thohir Dalang Utama Yang Membuat Aduan kepada FIFA'.

"Tentu saja tidak benar," kata Erick Thohir di Kantor Kemenpora RI, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

"Saya rasa buat apa kita mengintervensi kemajuan negara lain, sedangkan kita saling membutuhkan. Kita bersaing antar-negara Asia Tenggara ataupun tingkatan kita ke negara-negara Asia. Jadi mohon maaf saya kelasnya enggak di situ," sambung Erick Thohir.


Tingkatkan Kualitas

Pemain Tmnas Vietnam, Chau Ngoc Quang (kiri), berebut bola dengan pemain Timnas Malaysia, Facundo Tomas Garces (2 kiri), dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia AFC Grup F di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 10 Juni 2025. (Mohd RASFAN / AFP)

Erick Thohir kemudian mengajak publik di Asia Tenggara dan Asia untuk terus meningkatkan level sepak bola, sehingga ke depan bisa lebih bersaing dengan tim-tim dari kawasan lain yang selama ini dinilai lebih kuat.

"Justru kita mendorong bagaimana persaingan itu terus ditingkatkan di negara-negara yang tentu di Asia Tenggara dan Asia," kata Erick.

"Makanya kita sembari meningkatkan kualitas kita, karena kalau sepak bola kita tidak meningkat, ya tentu kita akan terus kalah dari Eropa dan Amerika Latin," sambung eks Menteri BUMN itu.


Mengenai Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia

Aksi striker naturalisasi Timnas Malaysia, Joao Figueiredo saat menghadapi Singapura dalam laga uji coba di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur (4/9/2025). (Instagram/joaovfigueiredo).

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sedang tersangkut skandal besar terkait penggunaan tujuh pemain naturalisasi yang diduga menggunakan dokumen palsu untuk membuktikan keturunan, memicu sanksi denda sekitar 350 ribu hingga 438 ribu franc Swiss, atau setara Rp6,3–7,3 miliar, dari FIFA dan larangan bermain 12 bulan bagi para pemain. Kasus ini membuat FAM mengajukan banding ke CAS.

Kasus naturalisasi itu terjadi setelah Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melakukan naturalisasi terhadap tujuh pemain. Mereka adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Belakangan mereka diketahui tidak memiliki garis keturunan Malaysia. Dokuman kewarganegaraan mereka pun diketahui telah dipaksukan.

Berita Terkait