Vincent Kompany Semprot Jose Mourinho terkait Komentar di Kasus Vinicius Jr

Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, melontarkan kritik keras kepada Jose Mourinho menyusul polemik dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 21 Februari 2026, 09:30 WIB
Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, melontarkan kritik keras kepada Jose Mourinho menyusul polemik dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior dalam laga play-off knockout Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Kompany tak tinggal diam. Dalam konferensi pers jelang laga Bundesliga akhir pekan ini, ia membela Vinicius sekaligus menilai Mourinho telah melakukan kesalahan besar karena menyerang karakter sang pemain.

Advertisement

Vinicius menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan kata “monyet” usai gol yang dicetaknya pada babak kedua. Tuduhan itu diperkuat rekan setimnya, Kylian Mbappe, yang mengaku mendengar langsung ucapan tersebut.

Wasit asal Prancis, Francois Letexier, sempat menghentikan pertandingan selama 11 menit setelah mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA. Meski demikian, laga dilanjutkan dan Prestianni tetap berada di lapangan. Real Madrid akhirnya menang 1-0.

Prestianni kini menghadapi investigasi UEFA dan membantah telah melakukan pelecehan rasial.

 


Mourinho Dituding Serang Karakter Vinicius

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pembuka bersama pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa pada laga play-off Liga Champions antara SL Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026. (AP Photo/Pedro Rocha)

Kompany menilai reaksi emosional Vinicius menjadi bukti bahwa sesuatu yang serius memang terjadi.

“Ketika Anda melihat reaksinya, itu tidak bisa dipalsukan. Tidak ada keuntungan baginya untuk melapor ke wasit dan memikul beban sebesar itu jika tidak terjadi sesuatu,” ujar Kompany, seperti dikutip dari The Independent, Jumat (20/2/2026). 

Ia juga menyoroti adanya gestur bernada rasial dari sebagian suporter di stadion yang terekam video.

Namun, bagi Kompany, hal yang lebih mengecewakan justru pernyataan Mourinho setelah pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menyalahkan Vinicius karena dianggap tidak merayakan gol secara “respek”, bahkan menyebut Benfica tidak mungkin rasis karena legenda terbesar mereka, Eusebio, adalah pemain kulit hitam.

“Mourinho pada dasarnya menyerang karakter Vini Jr. Itu kesalahan besar dalam hal kepemimpinan,” tegas Kompany.

“Dia menyebut nama Eusebio. Apakah dia tahu apa yang harus dilalui pemain kulit hitam pada era 1960-an? Apakah dia ada di sana setiap laga tandang untuk melihat apa yang dialami Eusebio?”

 


Mourinho Banyak Dikecam

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, diusir keluar lapangan pada menit-menit akhir pertandingan Liga Champions Benfica melawan mantan klubnya, Real Madrid, setelah melancarkan amarah di area pinggir lapangan. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Komentar Mourinho memicu kecaman luas. Dalam tayangan Amazon Prime, Wayne Rooney menyebut pernyataan tersebut tidak adil. Sementara Clarence Seedorf menilai Mourinho melakukan kesalahan besar karena seolah membenarkan rasisme jika merasa terprovokasi.

Kompany tetap menunjukkan respek pribadi kepada Mourinho, yang menurutnya dikenal luas sebagai sosok baik dan dicintai para pemainnya. Namun, ia menegaskan bahwa sang pelatih telah salah langkah.

“Saya paham dia membela klubnya. Saya tahu dia orang baik. Tapi dia membuat kesalahan. Semoga ini tidak terulang lagi dan kita bisa melangkah maju bersama,” tutup Kompany.

Insiden ini kembali menyoroti isu rasisme di sepak bola Eropa, masalah lama yang terus menghantui, bahkan di level tertinggi kompetisi.   

Sumber: The Independent

Berita Terkait