Mikel Arteta Menolak Arsenal Dilabeli Bottlers, Meski Momentum Gelar Liga Inggris Terancam

Mikel Arteta dengan tegas menolak label bottlers untuk Arsenal tersebut.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 21 Februari 2026, 16:30 WIB
Arsenal memasuki fase krusial musim Premier League dengan posisi yang masih memimpin klasemen. Namun, jarak aman yang sempat terbentuk perlahan mulai tergerus oleh hasil-hasil yang tidak maksimal.

Bola.com, Jakarta - Label “bottlers” kembali menghantui Arsenal. Isu itu mencuat setelah The Gunners gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat ditahan Wolves 2-2 pada lanjutan Liga Inggris, Jumat (20/2/2026) dini hari WIB.

Hasil itu membuat persaingan gelar Premier League makin panas.

Advertisement

Hasil imbang kontra Wolves memberi angin segar bagi Manchester City, yang kini kembali dalam posisi memburu puncak klasemen. Terlebih, City masih menyimpan laga krusial melawan Arsenal di Etihad pada April nanti, duel yang berpotensi menentukan arah gelar.

Meski demikian, Arsenal sejatinya masih memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin, walau telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Situasi ini membuat tekanan semakin terasa, apalagi The Gunners punya catatan kurang menyenangkan: finis sebagai runner-up dalam tiga musim terakhir.

Tak heran jika setelah hasil di Molineux, kritik mulai bermunculan. Sebagian pihak menilai Arsenal kembali goyah saat berada di momen penting.

Tudingan sebagai “bottlers” kembali diarahkan kepada klub London Utara tersebut. Bottlers diartikan sebagai sebuah tim, manajer, atau pemain yang gagal memenangkan pertandingan atau kejuaraan dari posisi yang dominan, biasanya karena tekanan atau kurangnya ketangguhan mental. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika sebuah tim menyia-nyiakan keunggulan besar atau turun ke posisi kedua setelah memimpin klasemen hampir sepanjang musim.   

Namun, Mikel Arteta dengan tegas menolak label bottlers untuk Arsenal tersebut. 

 


Tak Mau Gunakan Kata Bottlers

Eberechi Eze merayakan gol untuk Arsenal pada laga Premier League melawan Tottenham di London, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

“Itu pendapat pribadi, dan Anda harus menghormatinya. Kami kehilangan dua poin melawan Wolves dengan cara seperti yang terjadi di pertandingan itu, dan kami harus menerimanya. Itu bagian dari peran kami," ujar Arteta, seperti dikutip dari ESPN, Sabtu (21/2/2026). 

“Tetapi kata itu tidak ada dalam kosakata saya dan saya tidak melihatnya seperti itu, karena saya tidak berpikir ada siapa pun yang berniat melakukan hal tersebut. Saya tidak akan menggunakan kata itu.”

Arsenal sudah melaju ke final Carabao Cup bulan depan, serta ke fase gugur Liga Champions setelah menyapu bersih delapan pertandingan fase grup. Mereka juga difavoritkan melaju ke perempat final Piala FA dengan laga putaran kelima melawan Mansfield yang akan dimainkan pada Maret.

Namun, dengan hanya dua kemenangan dari tujuh laga liga terakhir, performa Arsenal kini berada di bawah sorotan. 


Puji Reaksi Pemain Arsenal

Manajer Arsenal Mikel Arteta, kanan, dan Ben White dari Arsenal, kiri, saat pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Arsenal dan West Ham di stadion Emirates di London, Inggris, Kamis, 28 Desember 2023. (AP Photo/Alastair Grant)

“Ketika kami tidak berada pada standar, saya mengambil tanggung jawab penuh. Saya rasa saya tidak pernah menyalahkan satu pemain atau tim," tutur Arteta. 

“Saya bisa berbicara soal standar, ya, dan di babak kedua (melawan Wolves) kami tidak berada pada standar itu, yang wajar mengingat banyaknya pertandingan yang kami mainkan. Tetapi jika ada yang bertanggung jawab, itu adalah saya."

“Kami punya instruksi yang sangat jelas. Kami harus hidup di masa kini, dan masa kini itu indah. Kami berada tepat di posisi yang kami inginkan di setiap kompetisi. Jadi tetap tenang, mata dan telinga terbuka, dan memahami apa yang dibutuhkan para pemain agar tampil maksimal."

“Apa yang saya lihat dari para pemain adalah reaksi yang luar biasa. Dan saya sama sekali tidak terkejut. Yang sangat menarik bagi saya adalah bab berikutnya, siapa kami sebenarnya, dan bagaimana kami menulis takdir kami sendiri ke depan," imbuh pelatih asal Spanyol itu. 

Sumber: ESPN


Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait