Legenda World Superbike Ini Peringatkan Toprak Razgatlioglu: MotoGP 2026 Bisa Jadi Tahun Berat Secara Mental

Legenda WorldSBK, Neil Hodgson, memperingatkan Toprak Razgatlioglu bahwa musim debutnya di MotoGP 2026 bersama Pramac Yamaha berpotensi menjadi ujian psikologis yang sangat berat.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 21 Februari 2026, 17:00 WIB
Toprak Razgatlioglu kembali hadir di Indonesia dengan status sebagai pebalap MotoGP setelah meninggalkan Superbike. Dia kini membela tim Prima Pramac Yamaha dan bakal membalap di MotoGP 2026 dengan status rookie. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Legenda WorldSBK, Neil Hodgson, memperingatkan Toprak Razgatlioglu bahwa musim debutnya di MotoGP 2026 bersama Pramac Yamaha berpotensi menjadi ujian psikologis yang sangat berat.

Toprak Razgatlioglu meninggalkan statusnya sebagai pembalap papan atas World Superbike bersama BMW untuk bergabung dengan tim yang finis paling buncit di klasemen MotoGP musim lalu, Pramac Racing.

Advertisement

Sebuah langkah beranim namun penuh risiko. Ditambah hasil tes pramusim MotoGP Sepang memperlihatkan baik tim pabrikan Yamaha maupun Pramac Racing masih kesulitan.

Mesin V4 terbaru milik Yamaha dinilai kurang bertenaga dan belum sepenuhnya andal, membuat pabrikan Jepang itu kembali tercecer di belakang.

Secara individu, Toprak Razgatlioglu juga mengaku belum nyaman. Adaptasi ke motor MotoGP ternyata lebih sulit dari perkiraannya.

Pramac bahkan meminta Toprak mengerem lebih awal demi memaksimalkan exit corner. Ia juga memutuskan kembali menggunakan paket aerodinamika yang dipakai saat tes Valencia November lalu.

 

 


Berjuang untuk Meraih Satu Poin

Momen Toprak Razgatlioglu (kiri) berkunjung ke SMK Negeri 39 Jakarta di Cempaka Putih hari Selasa (20/01/2026). (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Berbicara di podcast Gas it Out, Hodgson memprediksi bahwa Toprak Razgatlioglu akan berjuang hanya untuk mencetak satu poin di sebagian besar akhir pekan balapan pada MotoGP 2026.

Ia percaya bahwa pembalap asal Turki itu sudah tertinggal 0,7 detik karena kelemahan paket Yamaha.

Hodgson berkata: "Di mana Anda memperkirakan dia akan finis? Saya terus ditanya tentang itu. Ketika saya mengatakan ke-15, semua orang tampak terkejut."

"Siapa yang akan dia kalahkan, sudah tertinggal 0,7 detik karena dia menggunakan Yamaha?," tambahnya. 

Sebagai gambaran, semua pembalap Yamaha memang kesulitan di MotoGP 2025. Jack Miller, rekan setim Razgatlioglu, finis di urutan ke-17 di kejuaraan tahun lalu, dengan Alex Rins dan Miguel Oliveira di urutan ke-19 dan ke-20. Fabio Quartararo berada di kelasnya sendiri di urutan ke-9.


Jangan sampai Bakat Toprak Sia-sia di MotoGP

Neil Hodgson memenangkan gelar World Superbike pada tahun 2003 dan kemudian pindah ke MotoGP tahun berikutnya bersama tim d’Antin Ducati.

Pembalap Inggris itu hanya berhasil meraih tiga kali finis di posisi 10 besar dan menempati peringkat ke-17 di klasemen sebelum meninggalkan kelas tersebut.

Razgatlioglu adalah bintang dan pahlawan di World Superbike, tetapi sekarang pada MotoGPP 2026 ia bisa menjadi pembalap papan tengah bawah, setidaknya selama musim perdananya.

Hodgson tidak ingin bakat fenomenal pembalap berusia 29 tahun itu sia-sia, tetapi memperingatkan bahwa ia harus siap berjuang di bulan-bulan mendatang.

"Ketika semua orang menepuk punggungmu, dan kamu adalah orang hebat, Toprak luar biasa, dia bintangnya, dia pusat perhatian, begitu kamu kehilangan itu, dan dia akan kehilangan itu tahun ini, tidak ada dua pilihan, dia tidak akan menjadi pahlawan itu lagi. Dia akan balapan di batas kemampuannya, berjuang untuk posisi ke-15," Hodgson menuturkan. 

"Tahukah kamu apa yang terjadi? Kamu membencinya. Kamu membenci setiap bagiannya. Masalah dengan MotoGP, terlebih lagi sekarang, adalah ada 22 putaran. Tidak pernah berakhir," tambahnya. 

 

 


Jangan Berkecil Hati

Pembalap asal Turki itu melakukan aksi freestyle dengan teknik wheelie dan donuts. Aksi donuts yang dilakukan Toprak Razgatlioglu sampai membuat SMK Negeri 39 Jakarta menjadi kepulan asap. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

"Semua publisitas yang didapatkan dari menjadi bagian dari tim pabrikan di MotoGP 10 kali lebih besar dibandingkan dengan World Superbike. Ketika Anda tidak merasakan pelepasan endorfin, ketika Anda tidak mendapat tepukan di punggung, ketika Anda bukan pahlawan, itu sangat sulit. Itu melelahkan," Hodgson melanjutkan. 

"Di sinilah saya hanya berharap dia tidak berkecil hati dan saya berharap dia berjuang keras dan saya berharap Yamaha meningkatkan paket mereka dan membuat motor yang cocok untuknya." 

"Apa yang telah saya saksikan darinya sebagai pembalap sangat fenomenal. Dia sangat berbakat, tetapi dia perlu melewati masa ini. Dia memiliki tahun yang sangat sulit di depannya," lanjutnya. 

Jika yang terjadi sebaliknya, Toprak tampil apik bersama Pramac, bukan tidak mungkin, kursi di tim pabrikan Yamaha akan jadi miliknya pada MotoGP 2027. 

Sumber: Motogpnews

Berita Terkait