Bola.com, Jakarta - Gelandang Arsenal, Declan Rice, membela mentalitas timnya meski mengakui hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers terasa sangat menyakitkan.
Harapan juara The Gunners mendapat pukulan ketika debutan Tom Edozie mencetak gol penyeimbang di masa tambahan waktu untuk tim juru kunci liga di Stadion Molineux, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Arsenal sempat unggul 2-0, namun gol melengkung Hugo Bueno memperkecil ketertinggalan sebelum Edozie mencetak gol dramatis di menit akhir.
Hasil tersebut membuat Arsenal kini unggul lima poin atas peringkat kedua Man City, meski mereka telah memainkan satu laga lebih banyak.
Declan Rice mengatakan kepada Sky Sports: "Bagi mereka, untuk bisa bangkit dan membuat skor 2-2 itu menyakitkan dan sangat, sangat mengecewakan."
Kehilangan Fokus Jadi Sorotan
Declan Rice menilai timnya berhenti melakukan hal-hal mendasar setelah kebobolan gol pertama dalam pertandingan di markas Wolves itu.
"Kami berhenti melakukan hal-hal dasar, dalam sepak bola situasinya bisa berubah dua arah dan kami akhirnya masuk ke dalam permainan yang mereka inginkan," ujar Rice.
"Kami benar-benar tidak mendapatkan pijakan dalam permainan setelah gol pertama Wolves, yang mengecewakan karena saat 2-0 Anda berpikir akan membawa pulang kemenangan dengan nyaman," lanjutnya.
Mentalitas Tim Tetap Kuat
Meski demikian, Declan Rice menegaskan mentalitas skuad asuhan Mikel Arteta tetap solid dan berkembang sejak dirinya bergabung.
"Sejak saya datang hingga sekarang, saya melihat perbedaan besar setelah pertandingan dan dalam mentalitas pemain. Jika ada yang tidak benar, itu dibicarakan, diungkapkan, dan mengeluarkan unek-unek yang dirasa bisa membantu situasi," ujar Declan Rice.
"Saya pikir malam itu hal tersebut dibutuhkan karena saat 2-0 kami seharusnya memenangkan pertandingan, kami tahu posisi kami saat ini," lanjutnya.
Percaya Diri di Tengah Tekanan Gelar Juara
Arsenal sudah dua kali beruntun bermain imbang di Premier League, membuka peluang bagi Man City untuk memperkecil jarak. Tantangan berikutnya adalah derby London utara melawan Tottenham Hotspur pada Minggu (22/2/2026).
Selain persaingan liga, Arsenal juga melaju ke final Carabao Cup, mencapai fase gugur Liga Champions, dan menghadapi Mansfield di putaran kelima Piala FA.
The Gunners finis sebagai runner-up dalam tiga musim terakhir Premier League. Namun, Rice menegaskan keyakinan di dalam tim tetap kuat.
"Kami berada di perjalanan kami sendiri dan kami sepenuhnya percaya satu sama lain," ujar Rice.
"Kami ingin melakukannya karena kami memiliki inti tim yang sangat bagus, pemain-pemain berkualitas sekarang, bahwa kami bisa melakukannya, dan itu menunjukkan kami bisa membuka lembaran baru terkait orang-orang yang membicarakan mentalitas itu," lanjutnya.
Arsenal kali terakhir menjuarai Premier League pada 2004. Declan Rice menegaskan timnya harus siap menghadapi segala tantangan.
"Gelar itu tidak akan diberikan begitu saja kepada kami, dan kami harus pergi dan memenanginya, kami harus pantas mendapatkannya, dan kami harus siap menghadapi apa pun yang dilemparkan kepada kami," ujarnya.
Sumber: Irish News