Setelah Kekacauan Amorim, Michael Carrick Hadirkan Ketenangan di MU

Usai "kekisruhan" era Ruben Amorim, Michael Carrick membawa ketenangan bagi MU.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 Februari 2026, 21:00 WIB
Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memberikan uplaus setelah laga melawan West Ham United pada pekan ke-26 Premier League di London Stadium, Rabu (11/2/2026). (Adam Davy/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Usai memimpin kemenangan keempat berturut-turut, 2-0 atas Tottenham Hotspur pada 7 Februari 2026, pelatih Manchester United, Michael Carrick, melangkah masuk ke ruang wawancara di samping tunnel Old Trafford dengan senyum lebar.

Mantan gelandang MU ini, yang ditunjuk sebagai pelatih hingga akhir musim, sempat bercanda karena sudah diwawancarai dua kali oleh stasiun televisi yang sama: ia kaget "masih ada pertanyaan tersisa",

Advertisement

Sejak kedatangannya pada 13 Januari 2026, Carrick membawa empat kemenangan dan satu hasil imbang dari lima pertandingan, torehan yang disambut hangat di MU. Namun, bukan hanya hasil yang membuat perbedaan, melainkan juga ketenangan yang ia bawa ke klub.

Selama 14 bulan penuh gejolak di bawah mantan pelatih Ruben Amorim, selalu ada pertanyaan sulit yang membebani manajemen. Kini, dengan Carrick, suasana jauh lebih stabil.

Kemenangan membantu, tentu saja, tetapi Carrick juga menenangkan klub dengan cara lain. Di era Amorim, para petinggi klub merasa cemas setiap kali sang pelatih Portugis akan berbicara. Dengan Carrick, kekhawatiran itu hilang.

Tidak ada tuntutan publik agar pemilik klub memberikan dukungan lebih, dan tidak ada pemain yang dikritik secara terbuka. Segala potensi kontroversi soal pemilihan pemain atau performa tim berhasil dihindari.

Simak ulasan dari ESPN selengkapnya, di bawah ini.


Kehormatan Bermain untuk MU

Setelah resmi memecat Solskjaer, Setan Merah langsung menunjuk mantan gelandang MU sekaligus asisten pelatih Solskjaer, Michael Carrick, sebagai pelatih sementara. (AFP/Peter Powell)

Sesuai nilai-nilai yang diyakini Carrick, para pemain diingatkan bahwa bermain untuk MU adalah sebuah kehormatan.

"Ini sesuatu yang saya rasakan selama 12 tahun berada di lini tengah United," ujarnya.

Kendati memberikan lembaran baru untuk skuad, terutama bagi pemain yang tersisih di era Amorim, seperti Kobbie Mainoo, Carrick juga menekankan pentingnya bertanggung jawab atas masa lalu.

Carrick sebelumnya menjadi staf Ole Gunnar Solskjaer di MU dan sempat terpukul ketika Solskjaer dipecat pada November 2021.

Saat menjadi manajer sementara untuk tiga pertandingan, ia berkata kepada pemain bahwa pertama-tama ia akan melihat dirinya sendiri, dan para pemain harus melakukan hal yang sama. Pendekatan serupa ia terapkan kali ini.


Tenang di Tengah Negosiasi

Usai 3 laga menjadi caretaker Manchester United, Michael Carrick akhirnya memutuskan meninggalkan Old Trafford usai kemenangan 3-2 atas Arsenal, Kamis (2/12/2021). Berikut perjalanan karier sosok dengan julukan Havoc yang dimulai bersama West Ham United. (AFP/Oli Scarff)

Carrick mendapat peran ini sebagian karena ketenangannya saat berbicara dengan CEO MU, Omar Berrada, dan Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox.

Menurut sumber, meski ia jelas menginginkan posisi itu, ia tidak tampak ngebet banget. Ia diam saat negosiasi, dan bahkan ketika pencalonannya diumumkan, teman dekatnya menyebut bahwa ia "tenang saja" di grup WhatsApp mereka.

Setelah meninggalkan Middlesbrough musim panas lalu, Carrick tetap sibuk dengan yayasan amalnya dan pekerjaan sebagai analis sepak bola.

Ia sempat dijadwalkan tampil di televisi untuk Manchester derby, tetapi harus membatalkan karena akhirnya berada di sisi lapangan.

Beberapa orang di sekitarnya menilai posisi di MU adalah satu-satunya peran kepelatihan yang benar-benar membuatnya kembali fokus penuh ke sepak bola. Terlebih lagi, ia sempat terlihat tidak terlalu tertarik saat Wolves mencari manajer baru pada November lalu.

Bagi banyak pemain inti yang pernah sukses di era Sir Alex Ferguson, kesempatan kembali ke klub legendaris ini, sulit ditolak.


Pendekatan Khas Ferguson dengan Sentuhan Carrick

Bersama MU, sejumlah gelar berhasil ia raih, di antaranya lima gelar Liga Inggris, juara Liga Champions, juara Piala FA, dua kali juara Piala Liga Inggris, Liga Europa, dan Piala Dunia Antarklub. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih Middlesbrough memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola putaran ketiga Piala FA Inggris antara Middlesbrough dan Brighton and Hove Albion di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 7 Januari 2023. (Nigel Roddis/AFP)

Carrick adalah sosok yang mandiri, meski banyak gaya kepemimpinannya dipelajari dari Ferguson. Apa yang terjadi di ruang ganti tetap di ruang ganti, dan ia kembali menekankan pentingnya akademi.

Satu di antara langkah pertama Carrick saat memimpin adalah memberi tahu sekelompok alumni akademi bahwa mereka akan secara permanen bergabung dalam sesi latihan tim senior. Di era Amorim, pemain muda sering baru diberitahu di pagi hari jika dibutuhkan untuk mengisi skuad utama.

Pernah suatu kali, Bruno Fernandes mendekati Amorim untuk menyarankan satu pemain muda mendapat kesempatan lebih banyak. Intervensi seperti itu kemungkinan besar tidak akan terjadi di era Carrick, yang secara pribadi memantau kemajuan para prospek akademi.

Meski memberi jeda 12 hari antara hasil imbang 1-1 melawan West Ham United dan laga ke Everton, Carrick tetap memanfaatkan akhir pekan untuk berada di Manchester, menyaksikan tim muda Setan Merah melawan Manchester City di City Football Academy.

Mengenakan jas hitam panjang dan kacamata hitam, ia menonton putranya, Jacey, bermain di tim U-16, sebelum berbincang panjang dengan pelatih U-18, Darren Fletcher, setelah kemenangan 3-1 di lapangan sebelah.

Menurut sumber di klub, Carrick begitu fokus pada pekerjaan harian sehingga jarang membahas rencana jangka panjang. Misalnya, ia belum pernah bicara soal kemungkinan membawa kembali Marcus Rashford musim panas nanti.

Akademi menjadi pengecualian karena ia menilai mempromosikan pemain muda adalah nilai penting klub. Satu di antaranya favoritnya adalah winger berbakat, Shea Lacey.


Jalur Menuju Liga Champions

Pelatih Middlesbrough, Michael Carrick, mengamati permainan anak asuhnya dalam laga leg kedua semifinal Carabao Cup 2023/2024 yang digelar di Stamford Bridge, Rabu (24/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Carrick telah menempatkan MU di jalur lolos ke kompetisi Eropa dengan mengumpulkan 13 poin dari 15 yang mungkin, dan peluang kembali ke Liga Champions juga terbuka.

Di sisi lain, performa ini membuka jalannya menjadi manajer permanen, meski MU tetap berkomitmen menjalani proses rekrutmen penuh.

Jika tren hasil ini berlanjut, dimulai dari laga melawan Everton di Hill Dickinson Stadium, pertanyaan tersulit yang akan ia hadapi adalah apakah ia mengantisipasi mendapatkan jabatan permanen.

Karakter lain mungkin akan membuat situasi rumit dengan jawaban yang menambah tekanan. Tetapi, Berrada dan Wilcox tidak khawatir, mereka sudah tahu Carrick bukan tipe yang mengganggu kestabilan klub.

Setelah 14 bulan penuh gejolak, semua di Old Trafford kini bisa menikmati ketenangan.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait