Bursa Manajer MU Berubah Drastis, Michael Carrick Muncul Sebagai Kandidat Terkuat

MU menghadapi dilema baru dalam perburuan manajer, kandidat yang ada diragukan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 Februari 2026, 17:30 WIB
Pelatih interim Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberi isyarat kepada para pemain selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Fulham di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 1 Februari 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Peta perburuan manajer baru Manchester United mengalami perubahan besar. Nama Michael Carrick kini muncul sebagai kandidat serius untuk mengisi posisi pelatih tetap di Old Trafford.

Awalnya, Carrick ditunjuk sebagai pengganti Ruben Amorim bulan lalu dengan rencana hanya menangani tim hingga akhir musim.

Advertisement

Manajemen sempat diperkirakan akan memburu sosok pelatih permanen setelah periode interim tersebut, dengan sejumlah nama besar masuk daftar incaran.

Namun, situasinya berubah cepat. Carrick langsung memberikan dampak signifikan sejak duduk di kursi pelatih. Dari lima pertandingan pertamanya, ia mengoleksi 13 poin dari kemungkinan 15, termasuk kemenangan penting atas Manchester City dan Arsenal.

Performa impresif itu membuat para petinggi klub mulai mempertimbangkan ulang rencana awal mereka. Laporan The Sun menyebut Carrick kini benar-benar masuk bursa calon manajer permanen.


Terkesan Carrick

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, memberi ucapan selamat kepada gelandang asal Kamerun Bryan Mbeumo saat meninggalkan lapangan setelah ditarik keluar dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). (Darren Staples / AFP)

Petinggi di Old Trafford disebut sangat terkesan dengan pendekatan Carrick yang tenang serta komitmennya terhadap pembinaan pemain muda.

Di tengah kesibukan tim utama, ia bahkan menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 300 mil ke Oxford pada pertengahan pekan untuk menyaksikan perkembangan pemain muda MU di ajang FA Youth Cup.

Sementara itu, sejumlah kandidat lain justru tersingkir dari persaingan sejak awal tahun. Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang memiliki pengagum di jajaran direksi MU, telah memperpanjang kontraknya hingga 2028, melewati Piala Dunia 2026.

Nama Roberto De Zerbi juga sempat dikaitkan dengan jabatan tersebut. Namun, reputasinya merosot setelah dipecat Marseille. Selain itu, ada keraguan apakah karakter emosional pelatih asal Italia itu sesuai profil yang diinginkan MU.


Glasner Tak Lagi Favorit

Manajer Crystal Palace asal Austria, Oliver Glasner, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Fulham dan Crystal Palace di Craven Cottage, London, pada 7 Desember 2025. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Situasi serupa dialami Oliver Glasner. Pelatih Crystal Palace itu sebelumnya menjadi satu di antara kandidat paling diminati di Premier League setelah membawa timnya menjuarai Piala FA musim lalu.

Akan tetapi, reputasinya meredup dalam beberapa pekan terakhir.

Sejak mengumumkan akan hengkang pada musim panas, situasi di Selhurst Park memburuk, bahkan sebagian suporter meminta pelatih asal Austria itu diberhentikan lebih awal.

Ada pula kekhawatiran terkait kecenderungan Glasner menggunakan formasi 3-4-3, skema yang sebelumnya menimbulkan banyak persoalan di era Amorim.


Carrick Merasa Terhormat

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, di tengah, menyapa Patrick Dorgu dari Manchester United setelah pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Manchester, Inggris, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Kondisi tersebut secara tidak langsung memperkuat posisi Carrick. Meski demikian, ia tetap harus menjaga konsistensi performa tim jika ingin benar-benar menjadi kandidat terdepan.

Awal pekan ini, Carrick mengakui akan merasa terhormat jika dipercaya memegang jabatan yang ia sebut sebagai "peran tertinggi" itu secara permanen.

"Ini bukan jawaban klise, bagi saya, ini adalah peran tertinggi. Saya sangat menikmatinya, saya mencintai apa yang saya lakukan. Saya merasa beruntung. Saya merasa terhormat berada di posisi ini, tetapi bukan berarti saya merasa pasti bisa melakukannya dan saya ada di sini hanya untuk itu," ujarnya.

"Saya sudah mengatakan sejak pertama datang, ada sisi sentimental dalam hal ini… memahami peran tersebut, tumbuh bersama klub, berada di sini, mencintai klub dan menjadi pendukungnya, semua itu adalah satu hal. Tetapi, pada akhirnya, saya di sini untuk melakukan pekerjaan, membangun tim yang bagus, dan meraih kesuksesan," tutur Carrick.

"Saya tidak menentukan berapa lama saya akan berada di sini, tetapi saya senang berada di sini dan selama saya di sini, saya akan memberikan segalanya. Saya selalu merencanakan masa depan jangka panjang demi kebaikan klub sepak bola ini. Menurut saya, memang seperti itulah seharusnya," ucapnya.

 

Sumber: Express

Berita Terkait