Pengamat Ini Menilai Persib Bandung Layak Diapresiasi Tinggi meski Terhenti di Babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026

Pecinta sepak bola di Tanah Air seharusnya tetap bangga, meksi Persib Bandung harus terhenti di babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 22 Februari 2026, 22:15 WIB
Duel udara terjadi di kotak penalti saat Persib Bandung menghadapi Port FC ada laga perdana Grup F AFC Champions League 2 (ACL 2) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (19/9/2024) malam. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Jakarta - Pecinta sepak bola di Tanah Air seharusnya tetap bangga, meksi Persib Bandung harus terhenti di babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026.

Maung Bandung kalah agregat 1-3 dari wakil Thailand, Ratchaburi FC, yang membuat pasukan Bojan Hodak mengubur mimpi untuk melangkah lebih jauh.

Advertisement

Terkait rasa bangga tersebut dilontarkan pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan via kanal YouTube Nusantara TV.

"Memang belum waktunya kalau saya pikir. Tetapi dengan Persib yang sudah lolos, kita perlu bangga," kata Ronny Pangemanan.

Menurut Ronny Pangemanan, Persib tak hanya membawa nama Bandung melainkan Indonesia secara keseluruhan. Sukses Pengeran Biru bertahan sampai babak 16 besar jelas layak diacungi jempol.

"Jadi suatu kebanggaan buat Indonesia, karena mereka kan bukan membawa nama Bandung. Tapi Persib itu dengan level membawa Merah Putih, membawa Indonesia dan mereka sudah bisa mencapai babak 16 besar. Itu sangat baik," kata pengamat yang juga jurnalis senior.

 

 

 

 

 

 


Dahulu Tim-tim Indonesia Bisa Melangkah Jauh di Kompetisi Level Asia

Persib Bandung di AFC Champions League (ACL) 2 2025/2026. (Bola.com/Dok.X Persib Bandung).

Sebelum Persib, dua tim beken Indonesia pada masanya sukses menorehkan prestasi di level antarklub Asia. Bahkan sampai ke posisi ketiga.

"Krama Yudha Tiga Berlian melakukan itu, bahkan juara tiga di Asia. Dulu namanya masih Asian Cup. Tahun 80-an, antara 1985 atau 1986. Kemudian Pelita Jaya dengan Rully Nere-nya, Bambang Nurdiansyah. Mereka sampai juara tiga. Menang drama adu penalti lawan klub Korea," tukas Ronny Pangemanan.

Sayang, torehan gemilang Krama Yudha Tiga Berlian dan Pelita Jaya belum bisa diteruskan oleh Persib atau tim-tim Indonesia lainnya.

"Jadi ada kebanggaan waktu itu dengan menempatkan masuk di posisi ketiga. Tapi pada zaman itu ya. Ke sininya memang belum bisa melakukannya lagi. Tapi setidaknya dengan apa yang dilakukan Persib, ya kita harus apresiasi," ujar pengamat yang akrab disapa Ropan.


Tersisa Dewa United

Pemain Dewa United, Rafael Struick, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Shan United pada matchday ketiga Grup E AFC Challange League 2025-2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (01/11/2025) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ropan berharap, kegagalan Persib berdampak positif bagi perkembangan liga di dalam negeri agar semakin baik dari sekarang.

"Bahwa liga kita mulai naik, ya dengan adanya pemain-pemain berkualitas yang masuk, kemudian VAR yang sudah kita kembangkan, itu kan naik dan bagus secara kualitas. Kita mulai sekarang pakai wasit-wasit asing. Jadi kan mulai ditata dengan baik," tukas Ropan.

Kini, setelah Persib tersingkir, dukungan rakyat Indonesia tercurah kepada Dewa United. Banten Warriors akan bertarung habis-habisan di babak perempat final AFC Challenge League 2025/2026.

Berdasarkan jadwal, tim besutan Jan Olde Riekerink bakal bersua wakil Filipina, Manila Diggers, pada 5 dan 12 Maret 2026. "Kita dukung dan kita doakan Dewa United bisa melangkah ke fase selanjutnya," kata Ropan.


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait