Serikat Pekerja Desak FIFA, Tolak Kehadiran Aparat Imigrasi di Stadion Piala Dunia 2026

Serikat pekerja desak FIFA untuk melarang kehadiran ICE di stadion-stadion venue Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 April 2026, 14:15 WIB
Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

Bola.com, Jakarta - Serikat pekerja di Amerika Serikat mendesak FIFA untuk mengambil langkah tegas dengan melarang kehadiran aparat Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di stadion-stadion selama Piala Dunia 2026.

Desakan ini muncul di tengah kekhawatiran yang kembali menguat menjelang turnamen yang akan digelar sekitar dua bulan lagi di tiga negara Amerika Utara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Advertisement

Isu ini berkaitan dengan potensi kehadiran ICE di stadion-stadion yang berada di wilayah Amerika Serikat.

Lembaga penegak hukum federal tersebut memiliki tugas menegakkan hukum imigrasi, termasuk kewenangan menahan imigran tanpa dokumen resmi.

Sejak Donald Trump kembali menjabat untuk periode kedua pada Januari 2025, ribuan penangkapan telah dilakukan oleh ICE.

Situasi makin panas setelah kematian dua warga negara Amerika Serikat, yakni Alex Pretti dan Renee Nicole Good, yang memicu gelombang protes besar pada awal tahun ini.

Sejumlah tokoh publik pun menyuarakan penolakan terhadap keberadaan agen ICE di sekitar stadion Piala Dunia.

Dari total 104 pertandingan, sebanyak 78 laga akan digelar di 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat, termasuk Los Angeles, New York, dan Miami.


Respons Politik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Februari 2026. (Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Pada Februari lalu, pimpinan sementara ICE, Toddy Lyons, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keamanan selama acara berlangsung.

"ICE berkomitmen memastikan setiap orang yang datang ke fasilitas akan merasakan acara yang aman dan terlindungi," kata Lyons.

Namun, kekhawatiran tetap berlanjut. Pada Maret, anggota Kongres dari negara bagian New Jersey, Nellie Pou, mengajukan rancangan undang-undang bertajuk 'Save the World Cup'.

Rancangan itu bertujuan mencegah aparat menahan atau mendeportasi suporter dalam radius satu mil dari stadion maupun zona penggemar.


Desakan Serikat Pekerja

(Kiri/Kanan) Presiden Argentina, Javier Milei, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadiri pertemuan perdana "Board of Peace" yang diselenggarakan oleh Presiden AS, Donald Trump, di Institute of Peace AS di Washington, DC, pada 19 Februari 2026. (SAUL LOEB/AFP)

Terbaru, pada Selasa (7-4-2026) waktu setempat, serikat pekerja "Unite Here Local 11", yang mewakili sekitar 2.000 pekerja sektor perhotelan di stadion Los Angeles, meminta FIFA turun tangan.

Stadion di kota tersebut dijadwalkan menjadi tuan rumah delapan pertandingan selama Piala Dunia 2026. 

Serikat pekerja itu menyatakan para anggotanya hingga kini belum memiliki kontrak kerja, padahal waktu menuju turnamen tinggal sedikit di atas tiga bulan. Mereka menuntut adanya komitmen terbuka dari FIFA serta Kroenke Sports & Entertainment untuk melindungi pekerjaan dan kondisi kerja buruh.

Selain itu, mereka mendesak agar tidak ada operasi ICE maupun patroli perbatasan selama turnamen berlangsung, serta meminta dukungan penyediaan perumahan terjangkau bagi para pekerja.

"FIFA dan sponsor korporasi mereka akan meraup miliaran dari Los Angeles, tetapi bahkan enggan mengakui para juru masak, pelayan, dan petugas stan yang membuat acara ini bisa terlaksana," ujar Kurt Petersen, satu di antara pimpinan Local 11.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Unite Here Local 11 juga mengaku telah beberapa kali meminta pertemuan dengan FIFA. Namun, hingga kini, permintaan tersebut disebut belum mendapat tanggapan.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait