BRI Super League: Statistik Solid dan Performa Stabil, Yusaku Yamadera Jadi Solusi di Lini Belakang PSIM

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan penilaian positif terhadap performa Yusaku Yamadera

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 09 April 2026, 09:15 WIB
Ekspresi pemain PSIM Yogyakarta, Yusaku Yamadera saat timnya bertanding melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Bola.com, Yogyakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan penilaian positif terhadap performa Yusaku Yamadera yang kini menjalani peran baru sebagai bek kiri di BRI Super League 2025/2026.

Pemain asal Jepang tersebut sejatinya berposisi natural sebagai bek tengah. Namun, perubahan komposisi skuad membuatnya harus beradaptasi di sisi kiri pertahanan tim berjuluk Laskar Mataram itu.

Advertisement

Juru taktik asal Belanda itu menilai Yusaku mampu menjawab kepercayaan yang diberikan dengan baik. Dia cukup puas dengan penampilan yang ditunjukkan anak asuhnya tersebut.

"Saya rasa Yusaku bermain bagus. Dia berkontribusi dalam cara main yang kami inginkan di posisi tersebut," puji Jean-Paul van Gastel.


Konsisten Dapat Kepercayaan

Pemain PSIM Yogyakarta, Yusaku Yamadera menghapiri suporter usai manang melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Van Gastel mengatakan, dirinya memberikan kesempatan kepada semua pemain untuk membuktikan kualitas masing-masing. Ia juga bukan tipe pelatih yang mudah melakukan bongkar pasang dalam komposisi tim.

"Saya memberikan semua orang kesempatan untuk membuktikan diri. Saya bukan tipe pelatih yang suka bongkar pasang pemain dengan cepat," kata eks pelatih NAC Breda tersebut.

Kepercayaan itu dibayar lunas oleh Yusaku Yamadera. Meskipun harus keluar dari posisi naturalnya, bek berusia 29 tahun itu tetap mampu tampil konsisten di lini belakang Laskar Mataram.

Perubahan posisi Yusaku tak lepas dari kedatangan bek tengah asal Belanda, Jop van der Avert, pada putaran kedua musim ini. Kehadiran pemain berusia 25 tahun itu membuat komposisi lini belakang mengalami penyesuaian.


Serbabisa

Pemain PSIM Yogyakarta, Yusaku Yamadera (kiri) menghapiri rekan satu timnya, Cahya Supriadi usai menang melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Yusaku merupakan pilihan utama di jantung pertahanan bersama Franco Ramos sejak awal musim. Ia mengukir 12 laga sebagai bek tengah, serta sekali dimainkan di bek kiri saat menghadapi PSM Makassar pada September 2025.

Namun, sejak pekan ke-19 saat PSIM kalah 1-2 dari Borneo FC (1/2/2026), pemain berpostur 182 cm itu mulai diplot secara reguler di bek kiri. Hingga pekan ke-26, peran tersebut terus diembannya.

Menariknya, posisi bek kiri sebenarnya bukan hal baru bagi Yusaku. Saat memperkuat Nusantara United di Liga 2 2023/2024, ia sempat beberapa kali bermain di sektor tersebut.

Bahkan ketika berkarier di Ranong United (Thai League 2), Yusaku dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu bermain sebagai bek tengah, bek kiri, hingga gelandang bertahan.

 


Statistik Solid Musim Ini

Striker Persija Jakarta, Eksel Runtukahu mendapatkan pengawalan ketat dari bek PSIM Yogyakarta, Yusaku Yamadera dalam laga pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (28/11/2025). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Secara statistik, kontribusi Yusaku Yamadera musim ini cukup solid. Dari total 26 pertandingan yang dijalani PSIM, ia telah tampil dalam 21 laga dengan total 1.805 menit bermain serta menyumbang satu assist.

Berdasarkan data I.League, ia mencatatkan 969 umpan sukses dari 1.097 percobaan, menunjukkan akurasi distribusi bola yang baik dari lini belakang. Dalam aspek bertahan, Yusaku membukukan 16 tekel, 91 intersep, dan 53 sapuan.

Musim ini juga menjadi tahun kedua Yusaku Yamadera berseragam PSIM sejak didatangkan pada 14 Juli 2024, ketika klub kebanggaan warga Jogja tersebut masih berkompetisi di Liga 2.

 

Berita Terkait