Delapan Klub Liga Inggris Hadapi Ketidakpastian di Kursi Manajer

Sejumlah klub papan atas Inggris mulai menyusun rencana untuk menghadapi musim baru.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 01 Mei 2026, 10:45 WIB
Logo Premier League (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Menjelang berakhirnya musim 2025/2026 Premier League, sejumlah klub papan atas Inggris mulai menyusun rencana untuk menghadapi musim baru.

Salah satu fokus utama adalah evaluasi kinerja pelatih, yang berpotensi memicu gelombang pergantian manajer besar-besaran. Setidaknya delapan klub kini berada dalam situasi tidak pasti terkait posisi pelatih mereka.

Advertisement

 banyaknya klub yang mempertimbangkan perubahan di kursi pelatih, musim panas 2026 diprediksi akan menjadi salah satu periode paling sibuk dalam sejarah Premier League.

Keputusan-keputusan besar yang diambil dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan peta persaingan musim 2026/2027.


Chelsea

Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan West Ham United di Stamford Bridge, London, Minggu (1-2-2026) dini hari WIB. Chelsea memenangkan pertandingan dengan skor 3-2. (Adrian DENNIS/AFP)

Chelsea menjadi salah satu klub pertama yang mengambil langkah tegas. Mereka memecat Liam Rosenior setelah rentetan hasil buruk, termasuk lima kekalahan beruntun di liga. Lebih dari sekadar hasil di lapangan, kabarnya ruang ganti sudah kehilangan kepercayaan terhadap sang pelatih.

Sebagai solusi sementara, klub menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Namun, fokus utama kini tertuju pada pencarian manajer permanen.

Beberapa nama besar langsung mencuat. Mantan bintang The Blues seperti Cesc Fabregas dan Filipe Luis masuk radar setelah menunjukkan performa menjanjikan di klub masing-masing. Selain itu, nama-nama berpengalaman seperti Jose Mourinho, Eddie Howe, dan Andoni Iraola juga disebut sebagai kandidat kuat.


Gelombang Kepergian Pelatih

Pelatih Wolfsburg, Oliver Glasner, memberikan arahan kepada pemainnya saat menghadapi Bayer Leverkusen pada laga pekan ke-28 Bundesliga di Stadion Bay Arena, Selasa (26/5/2020) waktu setempat. Wolfsburg menang 4-1 atas Bayer Leverkusen. (AFP/Marius Becker/POOL)

Perubahan tidak hanya terjadi di Stamford Bridge. Andoni Iraola dipastikan akan meninggalkan Bournemouth setelah tiga musim, membuka peluang bagi klub lain untuk merekrutnya. Bournemouth sendiri sudah bergerak cepat dengan mengamankan Marco Rose sebagai pengganti.

Di Fulham, masa depan Marco Silva juga berada di ujung tanduk. Meski telah lama menangani tim, performa yang naik turun serta dinamika internal membuatnya ragu untuk memperpanjang kontrak.

Hal serupa terjadi di Crystal Palace, di mana Oliver Glasner telah memastikan akan hengkang setelah dua musim. Dengan rekam jejak yang solid, Glasner diprediksi menjadi salah satu pelatih yang paling diburu di bursa musim panas nanti.


Manchester Masih Abu-abu

Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick (kanan), bertepuk tangan dengan maskot Fred the Red menjelang dimulainya pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Brentford di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 28 April 2026. (Darren Staples/AFP)

Ketidakpastian juga menyelimuti dua raksasa kota Manchester. Di Manchester City, masa depan Pep Guardiola masih menjadi tanda tanya, meski kontraknya berlaku hingga 2027. Spekulasi mengenai kemungkinan hengkangnya Guardiola terus berkembang, dan Enzo Maresca disebut-sebut sebagai kandidat suksesor.

Sementara itu, Manchester United menghadapi dilema berbeda. Di bawah arahan Michael Carrick sebagai pelatih interim, performa tim meningkat signifikan setelah kepergian Ruben Amorim. Namun, manajemen klub masih belum mengambil keputusan apakah Carrick akan dipermanenkan atau mencari sosok lain.

 


Tekanan Besar di Liverpool dan Newcastle

Manajer Liverpool, Arne Slot, bereaksi saat final FA Community Shield antara Liverpool dan Crystal Palace di Stadion Wembley, London, Minggu, 10 Agustus 2025. (AP Photo/Dave Shopland)

Di Liverpool, Arne Slot mulai merasakan tekanan dari suporter. Sebagai juara bertahan, performa The Reds musim ini dianggap mengecewakan. Mereka tercecer di papan atas dan tersingkir lebih awal dari berbagai kompetisi.

Sementara itu, Newcastle United mengalami penurunan drastis di bawah Eddie Howe. Setelah tampil impresif musim lalu, kini mereka justru terdampar di papan tengah bawah dan kalah bersaing bahkan dengan tim promosi seperti Sunderland.

 

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait