Persib Boncos Gara-gara Sanksi AFC: Denda Milyaran Rupiah, Potensi Kehilangan Cuan!

Manajemen Persib Bandung menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas sanksi dan denda yang dijatuhkan oleh AFC

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 15 Mei 2026, 16:40 WIB
Persib Bandung menelan kekalahan 0-3 dari Ratchaburi FC pada laga leg pertama 16 besar AFC Champions League Two musim ini di Ratchaburi Stadium, Rabu (11/02/2026) malam WIB. (dok. Persib Bandung)

Bola.com, Bandung - Manajemen Persib Bandung menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas sanksi dan denda yang dijatuhkan oleh AFC karena insiden saat pertandingan Persib melawan Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 dalam ajang AFC Champions League Two 2025/2026.

Berdasarkan keputusan AFC Disciplinary and Ethics Committee tertanggal 13 Mei 2026, Persib menerima sanksi berupa denda sebesar USD200.000 serta hukuman penutupan stadion untuk pertandingan kandang di kompetisi AFC.

Advertisement

Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhi Pratama mengaku manajemen Persib sangat menghormati keputusan dari AFC tersebut.

Menurutnya, sebagai klub profesional yang membawa nama Bandung dan Indonesia di level sepak bola Asia, Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme, disiplin, dan tata kelola sepak bola internasional.

“Tapi kami sangat menyayangkan bahwa akibat tindakan yang seharusnya dapat dihindari, klub kini harus menanggung kerugian yang sangat besar, baik secara finansial, reputasi, maupun terhadap perjuangan yang sedang dibangun untuk terus bersaing dan berkembang di level internasional,” jelas Adhi Pratama.


Denda Miliaran

Persib Bandung menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua 16 besar AFC Champions League 2 2025/2026 di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026) malam. Namun, Persib tersingkir dengan agregat 1-3. (Bola.com/Erwin Snaz)

Nilai denda yang mencapai sekitar Rp3,5 miliar, ditambah potensi kehilangan pendapatan pertandingan akibat hukuman tanpa penonton dikatakan Adhi Pratama merupakan kerugian yang sangat besar bagi klub.

“Nilai tersebut bukan angka kecil. Dana sebesar itu sejatinya dapat dialokasikan untuk penguatan fasilitas klub, pembinaan jangka panjang, dan peningkatan kualitas operasional,” tutur Adhi Pratama.

Selain itu sambung Adhi bisa juga untuk memperkuat daya saing tim agar Persib dapat terus berkembang dan melangkah lebih jauh di level Asia,

“Yang paling kami sesalkan, kerugian ini tidak hanya dirasakan oleh klub, tetapi juga oleh Bobotoh secara luas,” tambah Adhi.

Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, dukungan Bobotoh yang semakin dewasa, tertib, cerdas, dan bertanggung jawab telah menjadi fondasi penting dalam membangun citra positif Persib sebagai klub profesional dengan basis suporter yang luar biasa.


Rugi

Persib Bandung menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua 16 besar AFC Champions League 2 2025/2026 di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026) malam. Namun, Persib tersingkir dengan agregat 1-3. (Bola.com/Erwin Snaz)

Persib sangat menyayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Yang paling berat, konsekuensi besar ini pada akhirnya tidak ditanggung oleh pelaku secara pribadi, tetapi harus dipikul oleh klub serta jutaan Bobotoh lain yang selama ini menjaga Persib dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan,” tutur Adhi.

Situasi ini juga menjadi kerugian bagi sepak bola Indonesia, Jawa Barat, dan Kota Bandung. Persib saat ini merupakan satu-satunya klub perwakilan Indonesia yang berkompetisi di AFC Champions League Two 2025/2026.

Setiap perjalanan dan pencapaian Persib di level Asia seharusnya menjadi kebanggaan bersama yang dijaga secara kolektif, bukan justru dirugikan oleh tindakan yang menghambat langkah dan cita-cita besar yang sedang diperjuangkan bersama.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk benar-benar memahami bahwa menjaga Persib bukan hanya soal hadir dan mendukung di stadion, tetapi juga tentang menjaga kehormatan, reputasi, dan masa depan klub ini di level internasional,” kata Adhi.

“Kami meyakini bahwa menjaga sepak bola yang aman dan bermartabat harus dimulai dari evaluasi terhadap diri sendiri, sekaligus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak,” tambah Adhi.


Pesan untuk Bobotoh

Perayaan pemain Persib Bandung usai mengalahkan Bangkok United di laga AFC Champions League Two. (dok.Persib)

Persib percaya bahwa seluruh Bobotoh memiliki kecintaan yang besar dan tulus terhadap klub ini. Kecintaan tersebut selama ini telah menjadi kekuatan penting dalam perjalanan Persib untuk terus tumbuh, berkembang, dan bersaing di level tertinggi.

Karena itu, momentum ini harus menjadi pembelajaran bersama agar energi besar yang dimiliki Bobotoh tetap menjadi kekuatan positif yang mampu membawa Persib semakin maju, semakin profesional, dan semakin membanggakan di level Asia.

“Terima kasih atas loyalitas dan dukungan yang terus diberikan. Mari memastikan semangat besar Bobotoh selalu menjadi kekuatan yang menjaga Persib, bukan yang merugikannya; kekuatan yang membawa klub ini semakin maju, semakin profesional, dan semakin membanggakan di level Asia,” pungkas Adhi.

Berita Terkait