Amerika Serikat Larang Drone di Area Piala Dunia 2026 demi Keamanan

Pemerintah Amerika Serikat resmi melarang penerbangan drone di sekitar stadion dan area fan festival selama Piala Dunia 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 29 Mei 2026, 22:30 WIB
Tampak banyaknya bangku kosong di Stadion MetLife yang menggelar pertandingan Palmeiras kontra Porto di Piala Dunia Antarklub 2025. (David Ramos/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat resmi melarang penerbangan drone di sekitar stadion dan area fan festival selama Piala Dunia 2026.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Federal Aviation Administration (FAA) sebagai bagian dari pengamanan ketat untuk turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Advertisement

FAA menyatakan seluruh aktivitas penerbangan, termasuk drone, akan dilarang dalam radius tiga mil laut dan hingga ketinggian 3.000 kaki di sekitar stadion pada hari pertandingan, kecuali mendapat izin khusus dari pengatur lalu lintas udara.

Tak hanya di stadion, larangan juga berlaku di area fan event resmi Piala Dunia. Drone tidak boleh terbang dalam radius satu mil laut dan ketinggian hingga 1.000 kaki di sekitar lokasi acara pendukung yang digelar di berbagai kota tuan rumah.


Ancaman Denda

Pengunjung terlihat di stan DJI selama Drone World Congress (DWC) di Shenzhen pada 21 Mei 2026. (HECTOR RETAMAL/AFP)

FAA memperingatkan operator drone yang melanggar aturan dapat dikenakan denda hingga 100 ribu dolar AS. Selain itu, pelanggar juga berisiko menghadapi tuntutan pidana serta penyitaan perangkat drone mereka.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman keamanan selama turnamen berlangsung. FBI bahkan disebut akan menempatkan tim khusus penanggulangan drone di sekitar stadion sebagai lapisan pengamanan tambahan.

Komisioner Kepolisian New York, Jessica Tisch, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memperoleh kewenangan baru untuk bekerja sama dengan pemerintah federal dalam menghadapi ancaman drone pada berbagai acara besar.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah membeli peralatan penanggulangan drone senilai 6,5 juta dolar AS,” ujar Tisch.

Ia menambahkan bahwa drone kini bisa dengan mudah dimodifikasi menjadi senjata perang, sehingga pengawasan ekstra perlu dilakukan selama berbagai agenda besar di Amerika Serikat, termasuk perayaan 250 tahun kemerdekaan negara tersebut.


Sejumlah Insiden Drone

Pihak berwenang AS memang semakin waspada setelah beberapa insiden drone terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satunya terjadi pada laga final AFC Championship NFL di Baltimore pada Januari 2025, ketika seorang pria ditangkap setelah menerbangkan drone di area terlarang.

Kasus lain juga terjadi pada Boston Marathon 2024. Seorang pria asal Massachusetts didakwa karena menerbangkan drone secara ilegal di dekat garis finis lomba. Aparat keamanan saat itu langsung menyita drone tersebut di udara dan memaksanya mendarat.

Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. AS menjadi tuan rumah mayoritas pertandingan.

Sumber: USA Today

Berita Terkait