Bola.com, Jakarta - Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC menorehkan sejarah setelah keduanya berhasil naik level ke BRI Super League 2026/2026.
Hanya saja, untuk bisa bersaing di kasta teratas Indonesia, baik Garudayaksa FC maupun Adhyaksa FC harus menata ulang skuadnya.
Artinya, perombakan materi pemain harus dilakukan jika tak ingin sebagai tim pelengkap dan sekadar numpang lewat.
Musim depan dipastikan persaingan akan lebih sengit, mengingat tim-tim papan atas yang musim ini gagal menjadi yang terbaik bertekad mengakhiri hegemoni Persib Bandung yang tiga musim beruntun tampil sebagai kampiun.
Persija Jakarta misalnya, Macan Kemayoran bernazar merengkuh gelar juara mengingat tahun depan Jakarta genap berusia setengah abad. Itu pastinya menjadi tantangan berat yang harus direalisasikan oleh manajemen dan seluruh pemain.
Pemain Top
Terkait perombakan materi pemain kedua tim promosi diutarakan oleh pengamat sepak bila nasional, Ronny Pangemanan, via kanal YouTube Nusantara TV.
"Kalau melihat penampilan mereka di Liga 2 kemarin, mereka masih bisa bersaing. Tapi ini bicara Liga Super. Butuh kualitas pemain-pemain yang bagus. Jangan sampai keduanya cuma numpang lewat kemudian turun lagi alias degradasi," kata Ronny Pangemanan.
Meski terbilang pendatang baru, Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC mau tidak mau kudu bisa bersaing dengan tim-tim beken yang sudah lebih eksis di kasta teratas.
"Artinya, manajemen harus berpikir keras untuk membangun pondasi tim yang kuat. Sama seperti Persija, Persib, Borneo, Bali United, dan Dewa United. Jadi mereka harus mendatangkan pemain-pemain yang bagus. Itu tugas manajemen jika mau bertahan di Liga Super," tukas pengamat yang akrab disapa Ropan.
Tak Mudah di Kasta Tertinggi
Ropan mewanti-wanti, tak mudah tentunya bagi Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC dalam perburuan gelar juara jika tidak merekrut amunisi-amunisi nan mumpuni di semua lini, termasuk pemain lokal.
"Karena tidak mudah persaingan di Liga Super untuk musim depan. Kompetitif sekali. Kalau dengan materi pemain yang kurang, itu akan berat untuk bisa bersaing dengan Persib, Persija, Borneo, dan Persebaya. Apalagi Persija bertekad ingin juara musim depan karena masuk ulang tahun Jakarta yang ke-500," tutur Ropan.
"Jadi saya pikir bagi kedua tim, tantangan buat mereka adalah mendatangkan pemain-pemain bagus, pemain-pemain top yang berkualitas. Tentunya dengan nilai transfer yang oke. Tidak boleh sembarangan pemain. Mendapatkan pemain-pemain lokal juga dengan kualitas yang bagus. Kalau yang yang dipertahankan misalnya, maaf, yang ada Liga 2 saya kira berat," kata Ropan.